Teknologi Pengolahan Jagung Kementerian Pertanian-Books Pdf

TEKNOLOGI PENGOLAHAN JAGUNG Kementerian Pertanian
16 Sep 2020 | 1 views | 0 downloads | 43 Pages | 1,012.10 KB

Share Pdf : Teknologi Pengolahan Jagung Kementerian Pertanian

Download and Preview : Teknologi Pengolahan Jagung Kementerian Pertanian

Report CopyRight/DMCA Form For : Teknologi Pengolahan Jagung Kementerian Pertanian



Transcription

Berdasarkan komposisi patinya maka jagung dapat dikelompokkan. menjadi tiga jenis yaitu, 1 Jagung manis sweet corn kadar gulanya tinggi di samping. kadar patinya sehingga waktu muda rasanya manis Biji. jagung manis terlihat terawang transparan Biji matang. mengerut karena endospermanya tidak berisi penuh, 2 Jagun g ket an waxy co rn at au di s ebut j uga ja gun g. pul en S eba gi an besa r pati j ag un g t er di ri da ri a mi l ope k ti n. yan g dal am pemas aka n menjadi lengket pulen seperti ketan Jenis. bahan baku tersebut bagus untuk pakan ternak karena cepat. meningkatkan bobot, 3 Jagung beramilosa tinggi atau jagung pera merupakan. lawan jagung ketan sebagian besar patinya terdiri dari amilosa. Jagung dengan kadar amilosa tinggi bagus sebagai bahan baku. pembuatan film, Penanganan Pasca Panen, P e n a n ga n a n pa s c a pa n en j a gu n g m e r u pa ka n r a n gka i a n. k e gi a t a n ya n g d i m u l a i s e j a k pa n e n di i kut i pe n ge r i n g a n. p e m i pi l a n per o n t oka n pembersihan dan penyimpanan. Rangkaian kegiatan tersebut saling berkaitan hasil satu kegiatan. mempengaruhi hasil tahap berikutnya, Cara penanganan pasca panen menentukan derajat.
pencapaian peningkatan mutu menekan tingkat kehilangan. kuantitatif dan kualitatif, Mutu biji jagung baik untuk konsumsi maupun untuk. benih bukan diperoleh secara kebetulan tetapi merupakan. resultante dari perencanaan dan perhatian sungguh sungguh. untuk mendapatkan biji biji yang bermutu tinggi Hal ini. penting terutama bagi pengelolaan biji untuk benih. Jagung sebaiknya dipanen bila tanaman sudah sangat. kering Kadar air jagung tersebut biasanya berkisar antara 17. 18 Hal ini memudahkan proses pengeringan dan pemipilan. yang akan dilakukan, Ca ra pan en j agung tergan t un g pa da kon di si usah atani. s etempat Para pet ani kecil yan g memeti k ha sil untuk segera. di j ual bia sanya meman en j agung dal am ben tuk t on gkol tan pa. kel obot S ebal i kn ya peta ni yan g memil i ki t ern ak atau yan g. a kan menyi mpan jagungn ya dal am juml ah ban yak biasa nya. m em an en j agun g da la m ben t uk ton gkol berkelobot Kelobot. jagung dapat digunakan sebagai pakan ternak atau dibiarkan pada. tongkolnya untuk melindungi biji jagung dari serangan hama selama. penyimpanan Penyimpanan jagung berkelobot dilakukan dengan. menyimpan di atas para para yaitu di atas tungku pemasak. Di Won osa ri Kedi ri misalnya hanya 28 5 peta ni, m em anen jagung dala m bent uk ton gkol berkelobot sedang. yan g 71 4 memanen jagung tanpa kelobot Berbeda dengan di. Kediri di Sumatera Utara para petani yang umumnya memiliki ladang. jauh dari tempat tinggalnya baru memanen jagung bila sudah ada. pembelinya Sedang di Jawa Barat sebagian besar jagung dipanen. dalam bentuk jagung muda untuk dijual sebagai jagung rebus dan. jagung bakar Dengan dijual dalam bentuk muda umur panen lebih. singkat dan harganya lebih baik, Pengeringan, Fasilitas pengeringan jagung di Indonesia masih sangat. sederhana Misalnya di Wonosari Kediri hanya 14 jagung yang. dijemur di atas lamporan sedang selebihnya dijemur di atas. Idealnya jagung sebaiknya dikeringkan dalam dua tahap Yang. pertama dalam bentuk tongkol tanpa kelobot sampai kadar air. 18 sedang yang kedua dalam bentuk pipilan sampai kadar. Banyak alat pengering yang ada di lapangan Lister 300 unit. dan Surya Pala 500 unit tidak beroperasi sehingga tidak. membantu pengeringan jagung di musim hujan, Pada kenyataannya petani lebih suka mengeringkan.
jagung dalam bentuk pipilan Cara itu dianggap lebih cepat daripada. dalam bentuk tongkol, Pengeringan jagung di lamporan biasanya sampai kadar air. 17 19 s edan gka n di at as ta na h berki sar sa mpai 18 20. K UD K operas i Un it Des a bi as anya akan men gerin gkan. kem ba li j agun g yan g di bel i da ri petani s ampai kada r air 14. Berbagai ca ra pem ipilan jagung dila kukan petani tetapi. umumnya pemi pil an dilakukan den gan pen ggebukan ata u. den gan alat s em acam pemarut pasra Pemipilan dengan alat. mekanis Corn Sheller lebih banyak dilakukan oleh petani besar dan. pedagang Pemipil mekanis yang sudah banyak tersebar adalah yang. dioperasikan dengan tangan hand corn sheller, Kapasitas kerj a pemi pilan jagun g den gan penggebukan. a dal ah 370 kg jam or ang ha mpir sama dengan kapasitas. hand corn shell er Kapasitas pemi pilan den gan pas ra lebi h. ren dah yaitu 250 kg j am orang Pemi pilan jagun g bia sanya. dilakukan pet ani pada tingkat ka dar air yang tinggi dan ini. m enyeba bkan tingginya pers ent as e butir pecah sehingga. mempercepat inf estasi hama 16 Pemipilan dengan cara digebuk. banyak menghasilkan butir patah atau butir rusak, E k sp or da n Ma s a la h A f l at ok s i n. E kspor kom oditi pangan semakin s ulit karen a produksi. m eningkat lebih cepat daripada permintaan pasar Apalagi syarat. mutu yang ditetapkan pembeli semakin ketat Hal ini juga terjadi pada. Para pembeli jagung kini sangat menekankan mutu, terutama yang menyangkut kadar aflatoksin Dulu pembeli. tertarik pada jagung berwarna kuning terang yang biasanya. berkandungan gizi tinggi Faktor itu tidak bisa jadi tolok ukur. lagi karena tingginya kandungan aflatoksin, Di pasaran dunia harga jagung yang mengandung aflatoksin.
biasanya dikenai denda atau potongan mutu quality discount sebesar. US 10 20 per ton Hal ini besar artinya bila jumlah yang diekspor. besar Muangthai yang mengekspor 2 57 juta ton jagung setiap tahun. rugi sekitar US 50 juta disebabkan denda mutu itu Kerugian tersebut. terus meningkat kecuali bila masalah itu ditanggulangi. Jagung yang dibiarkan mengering di ladang selama 1 4. minggu sebelum panen ternyata mempunyai kadar aflatoksin. awal yang rendah rata rata 2 5 ppb dengan kisar 0 16 ppb. Hasil survei aflatoksin pada jagung yang dilakukan di. Muangthai 20 mungkin dapat digunakan sebagai gambaran. kondisi lokal produsen jagung di Indonesia, Pengeringan dan Aflatoksin. Jagung yang baru dipanen dalam kelobot yaitu yang, kering tegalan mempunyai kandungan aflatoksin yang. rendah sekitar 3 ppb Tetapi setelah 1 14 hari disimpan di. lumbung desa kadar aflatoksin itu meningkat menjadi 21. ppb sedangkan setelah 2 bulan masih dalam tongkol dan. kelobot meningkat menjadi 73 ppb, Pengupasan kelobot dilakukan oleh pedagang satu hari. setelah pengupasan kelobot itu kadar aflatoksin tinggal 63 ppb. Setelah dikeringkan secara mekanis di pusat pengumpulan. untuk ekspor aflatoksin terkandung sebanyak 110 ppb atau. bila dikeringkan di lamporan 187 ppb, Aflatoksin ppb. Sistem UTP United Kingdom Sistem Tradisional, Thailand Project.
1 Pengeringan di ladang 1 4, minggu hingga kadar air. 22 kurang dari 5 ppb 1 Pengeringan seadanya kadar, air sampai 30 waktu panen. kurang dari 5 ppb, Penyimpanan, 2 Pemipilan jagung dalam. waktu 48 jam setelah 1 a Jagung sementara disimpan. dipanen kurang dari 5 di petani 1 14 hari sesudah, ppb dipanen 21 ppb. b Jagung disimpan untuk, jangka waktu lama 2 bulan.
3 a Biji jagung dimasukkan, ke dalam pengering 12, jam sesudah pemipilan. 3 a Kurang dari 48 jam sesudah, b Pengeringan sampai. pengumpulan 63 ppb, kadar air 14 dalam 12, hari kurang dari 5 ppb b 3 14 hari setelah pemipilan. dijemur sehingga kadar air, 4 Pengangkatan ke eksportir 16 18 lebih dari 200 ppb. kurang dari 5 ppb, Pedagang regional lokal, 4 Dipindahkan ke silo.
dengan mutu campuran, Gambar 1 Perbandingan kadar aflatoksin dengan sistem lebih 100 ppb. UTP United Kingdom Thailand Project dan, sistem tradisional. Data ini menunjukkan bahwa pengeringan mekanis meskipun. lebih efektif daripada penjemuran di atas lamporan tidak. mengurangi kadar aflatoksin yang sudah terlanjur tinggi. Ol eh karen a it u di sa ran kan aga r pen geri n gan dil akukan. s egera dalam waktu 24 jam setelah panen Biji yang dikeringkan. melalui dua tahap dalam bentuk tongkol hingga kadar air 18 lalu. pipilan sampai 14 dapat digunakan sebagai benih Pengeringan. dua tahap ini memakan waktu 3 hari dengan kenaikan kadar. aflatoksin dari 3 ppb menjadi 30 ppb Sedang bila pengeringan. dilakukan satu tahap yaitu dalam bentuk pipilan sampai kadar. air 14 dengan waktu pengeringan 1 2 hari tidak terjadi. kenaikan kadar aflatoksin dari 3 ppb menjadi 2 3 ppb Teknik. pengeringan satu tahap ini telah diintroduksi di Muangthai. melalui kerjasama UTP United Kingdom Thailand Project. Untuk mengendalikan aflatoksin dalam biji jagung suatu. teknik praktis untuk mendeteksi kadar racun itu yang disebut. BGYF test telah dikembangkan dengan ketelitian cukup baik di. Uji BGYF Bright Greenish Yellow Fluorescence, Uj i BGY F Bri ght Greeni sh Yell ow Fl uoresce nc e te st. s a n g a t baik untuk memantau kadar aflatoksin rendah dalam jagung. Alat yang digunakan berbentuk kotak yang dapat dilihat dari atas. dengan mata dan lensa Sampel sebanyak 125 gr yang telah. digiling kasar dimasukkan ke dalam laci di bagian bawah BGYF. Sinar yang digunakan adalah sinar UV dengan lambda tinggi. 365 nm dengan tenaga minimal 6 watt, Melalui lensa pengintip dari atas dapat dihitung jumlah. partikel yang berwarna BGYF yaitu warna yang sama dengan. warna kontrol standar Tinopal BHS, Alat pemantau aflatoksin jagung.
dengan uji BGYF, Jika dikeringkan dengan teknik UTP jagung mengandung. aflatoksin 3 BGYF 20 ppb berarti 20 ppb dan dapat, diterima Jagung yang berkadar aflatoksin lebih dari 3 BGYF. ditolak atau diulang penghitungannya Uji BGYF juga dapat. digunakan bagi jagung yang diolah dengan sistem lama tetapi. evaluasinya sedikit berbeda 3 BGYF berarti kandungan. aflatoksin sekitar 30 ppb 3 30 BGYF kandungan aflatoksin. selang sekitar 100 ppb 30 BGYF kandungan aflatoksin sangat. tinggi 200 ppb, Penyimpanan, J a gun g da pa t di s im pa n da l a m be n t uk t on gko l ber ke l obo t. a t a u t on g kol t an pa ke l obot di a ta s pa ra pa r a at a u da l a m. be n t u k pi pi l an di da l a m t en gg ok at a u ka r un g. B UL O G bi a s a n y a m en yi m pa n j a gu n g pi pi l an da la m. ka r un g g on i di guda n gn y a D a l a m gu da n g i t u B ul og se c a r a. r u ti n m el a ku ka n pen ye mprotan dan fumigasi insektisida. Penyemprotan dilakukan setiap tiga minggu dengan menggunakan. insektisida Silosan sedang fumigasi dilakukan 2 bulan sekali dengan. insektisida fostoksin Daya tahan jagung yang disimpan dengan. cara demikian hanya mencapai 3 bulan ini mungkin disebabkan. oleh tingginya pra infestasi serangga sebelum dipanen. Pada wakt u pan en raya 53 96 yang bi asan ya j atuh. pa da musim hujan pen geringan m enjadi masalah besar. termas uk tingginya kada r aflatoksin Hasil penelitian. sementara menunjukkan bahwa jagung yang diberi insektisida. berbentuk debu dust dan dalam kantong ber CO2 dapat. disimpan minimal 6 bulan, Tabel 1 Waktu panen dan penyebaran areal produksi jagung di. beberapa propinsi o, Bulan panen, Des Mar Apr Jul Agu Nov.
Jawa Timur 60 20 20, Jawa Tengah 56 18 26, Yogyakarta 93 2 5. Sulawesi Selatan 76 19 5, Nusa Tenggara Timur 86 8 6. Sumber Silitonga 16, PE L UA N G PE N G O LA H AN J AG UN G. Jagung memiliki potensi sebagai bahan baku berbagai. industri makanan minuman kimia dan farmasi serta industri. Dari 100 kg jagung dapat diperoleh 3 5 4 kg minyak. jagung 27 30 kg bungkil makanan ternak gluten serat dan. sebagainya serta 64 67 kg pati Sisanya 15 25 kg hilang. atau terbuang, Proses pembuatan pati jagung memerlukan banyak air. yaitu 1 6 2 0 bagian air untuk tiap bagian jagung Semakin. tinggi nisbah air jagung semakin rendah BOD biological oxygen. Pati jagung yang dianggap baik mutunya untuk, penggunaan normal biasanya mengandung 0 025 0 030.
prot ein terlarut dengan protein total 0 35 0 45, Gluten jagung adalah protein yang tidak seimbang Karena. kekurangan lisin dan triptofan salah satu outlet utamanya. adalah pakan Gluten jagung dapat juga digunakan sebagai. bahan pembuatan asam glutamat meskipun gluten terigu lebih. disukai karena kandungan asam glutamatnya lebih tinggi. Bagian terbesar gluten jagung adalah zein yang dapat. diekstraksi dari gluten dengan etil atau isopropilalkohol. Sebelum diekstraksi dengan alkohol lemaknya harus, dihilangkan lebih dulu dengan heksan Zein yang sudah. terlarut dapat diendapkan dengan air, Produk sampingan proses pembuatan pati adalah pakan. yang merupakan campuran cairan perendam bungkil germ. serat serat kasar dan gluten Campuran tersebut mengandung. protein 20 BK dan pati 30, K e s e i m ba n ga n a n t a r a ba h a n ba ku da n pr o du k ya n g. di h a s i l ka n da r i pr os e s pe n gg i l i n ga n ba s a h t er s eb u t di a t a s. da pa t di l i h a t pa da G a m ba r 3, PROSES PRODUKSI PATI.
Pros es pe m buat a n pa ti u mumn ya t er di ri da r i 8 t ah a p. pem be rsi h an s te epi ng pen ggi l i ng an ka sa r pe mi s ah an. l em ba ga pem i sah an s erat ka s ar da ri pati da n gl ut en. pemi s ah an gl ut en dan pati pen g eri n ga n pat i. Pembersihan, Jagung yang tiba di pabrik masih kotor Karena itu perlu. dibersihkan dari kotoran debu kerikil partikel partikel lain. pasir atau potongan tongkol dengan cara penyedotan. pneumatis atau penyaringan kemudian disimpan dalam. tempat lokasi beton Kehilangan selama pembersihan biasanya sekitar. Gambar 3 Keseimbangan antara bahan baku dan produk jagung yang. dihasilkan, Perendaman, P e r e n d a m a n d i l a k u k a n d a l a m 8 2 0 t a n g ki b e t o n a t a u. Jagung manis sweet corn kadar gulanya tinggi di samping kadar patinya sehingga waktu muda rasanya manis Biji jagung manis terlihat terawang transparan Biji matang mengerut karena endospermanya tidak berisi penuh 2 Jagung ketan waxy corn atau disebut juga jagung pulen Sebagian besar pati jagung terdiri dari amilopek tin yang dalam pemasakan menjadi lengket pulen seperti ketan

Related Books

Esther Dyson Inteview Oliver Wyman

Esther Dyson Inteview Oliver Wyman

Esther Dyson is no stranger to innovation Now she s turned her formidable talents to health or to what she calls the production of health and in this wide ranging conversation with Terry Stone the managing partner of Oliver Wyman s Health amp Life Sciences practice she discusses her new non profit HICCup its Way to Wellville challenge and how kids can be drivers of change

HEAVY DUTY TOOLS

HEAVY DUTY TOOLS

JOHN DEERE 4 270 6 404 4 1 4 1232 6 531 4 3 4 1240 6 619 5 12 1246 8 955 5 512 1250 MACK END T 673 675 676 4 7 8 1243 672 4 7 8 1242 END T 711 707 5 1245 PERKINS AD3 152 AG3 152 AD4 203 3 6 1219 AG4 212 A4 236 AG4 236 A6 354 A6 3541 ATC6 3541 AT6 354 AT6 3541 3 7 8 1223 Universal puller for wet type sleeves see following page The puller

179434 212CU SCHMIDT EQUIPMENT Page 1 PROVIDED BY

179434 212CU SCHMIDT EQUIPMENT Page 1 PROVIDED BY

Parts availability Shop capacity and tooling Specially trained technicians And a thorough understanding of your operation and the critical role each machine plays in it The 1050K Dozer introduction coincides with our recommit ment to this level of support Deere is increasing inventory of production class parts at regional depots We ve

DACx3401 10 Bit and 8 Bit Voltage Output Digital to

DACx3401 10 Bit and 8 Bit Voltage Output Digital to

voltage output digital to analog converters DACs These devices consume very low power and are available in a tiny 8 pin WSON package The feature set combined with the tiny package and low power make the DACx3401 an excellent choice for applications such as LED and general purpose bias point generation power supply control digitizers PWM signal generation and medical alarm tone

SigmaDSP Digital Audio Processor Data Sheet ADAU1462 ADAU1466

SigmaDSP Digital Audio Processor Data Sheet ADAU1462 ADAU1466

SigmaDSP Digital Audio Processor Data Sheet ADAU1462 ADAU1466 Rev C Document Feedback Information furnished by Analog Devices is believed to be accurate and reliable However no responsibility is assumed by Analog Devices for its use nor for any infringements of patents or other rights of third parties that may result from its use Specifications subject to change without notice No license

African Cultural Practices and Health Implications for

African Cultural Practices and Health Implications for

concludes illnesses diseases like malaria typhoid HIV AIDS cultural practices carried on by Africans makes the whole efforts a child s play Key Words Culture African Societies Health Implications and Rural Development Introduction African continent is one of the largest continents of the world and it s a multi ethnic society with its peculiar nature and diverse practices Ojua and

Understanding the Past Planning for the Future

Understanding the Past Planning for the Future

services which targeted the six childhood killer diseases at the time with the six available antigens then The Ministry of Health through KEPI addressed itself to the improvement expansion and intensification of immunization services in the country This was done by equipping more health facilities with cold chain refrigeration equipment in a phased approach re training of health workers

A Manual on Hygiene Promotion UNICEF

A Manual on Hygiene Promotion UNICEF

A manual on hygiene promotion 1999 United Nations Children s Fund 3 United Nations Plaza TA 26A New York N Y 10017 A publication of UNICEF Programme Division Water Environment and Sanitation Document No UNICEF PD WES 99 02 This manual on hygiene promotion is one of the Technical Guidelines Series prepared by the Water Environment and Sanitation Section Programme Division UNICEF It

Immune diseases and children WHO

Immune diseases and children WHO

Natural killer NK cells are another kind of lethal white cell with granules filled with potent chemicals NK cells recognize cells lacking self MHC histocomatibility molecules Thus NK cells have the potential to attack many types of foreign cells Phagocytes or macrophages are large white cells that can swallow and digest microbes and other foreign particles Monocytes are phagocytes

A Quick Guide To Common Childhood Diseases

A Quick Guide To Common Childhood Diseases

The purpose of the Quick Guide to Common Childhood Diseases is to provide general information about communicable diseases commonly experienced by young children It is a quick reference only and is intended to assist care providers with identifying common childhood diseases so that actions can be taken to decrease the spread of the illness or infestation to others Parents and caregivers who