Pengaruh Kerapatan Tumbuhan Terhadap Populasi Burung-Books Pdf

PENGARUH KERAPATAN TUMBUHAN TERHADAP POPULASI BURUNG
15 Feb 2020 | 17 views | 0 downloads | 21 Pages | 747.96 KB

Share Pdf : Pengaruh Kerapatan Tumbuhan Terhadap Populasi Burung

Download and Preview : Pengaruh Kerapatan Tumbuhan Terhadap Populasi Burung


Report CopyRight/DMCA Form For : Pengaruh Kerapatan Tumbuhan Terhadap Populasi Burung



Transcription

Vol VII No 2 193 213 2010, Namun ancaman perburuan liar yang seperti beragam jenis burung Menurut. terus meningkat menyebabkan beragam Conservation International Indonesia. jenis burung harus dilindungi karena po 2004 pada kawasan TNBG sedikitnya. pulasinya sudah dalam kondisi hampir teridentifikasi sekitar 247 jenis burung di. terancam punah near threatened sampai mana 47 jenis merupakan jenis burung. terancam punah endangered seperti je yang dilindungi di Indonesia tujuh jenis. nis dari famili Bucerotidae IUCN secara global terancam punah dan 12 je. 2004 Begitu pula aktivitas penebangan nis mendekati terancam punah Hasil ini. dan konversi hutan telah mengakibatkan menunjukkan bahwa kawasan TNBG te. jenis burung yang sensitif seperti jenis lah menjadi habitat dan koridor jenis je. burung pelatuk Picidae kepadatannya nis burung yang ada di Sumatera Untuk. semakin menurun Lambert 1992 dalam itu pelestarian kawasan TNBG menjadi. Partasasmita 2003 Beberapa penelitian sangat penting dalam mendukung upaya. menunjukkan bahwa perubahan struktur penyelamatan beragam jenis satwaliar. dan komposisi tumbuhan akibat pema langka endemik dan dilindungi khusus. nenan kayu merubah kelimpahan dan ke nya jenis jenis burung. ragaman jenis burung Welsh 1987 Penelitian ini bertujuan untuk menda. Thompson et al 1999 patkan informasi ilmiah mengenai penga. Untuk melindungi habitat burung pe ruh kerapatan tumbuhan terhadap keane. merintah Indonesia telah memperluas ka karagaman jenis dan kepadatan burung. wasan konservasi baik berupa kawasan Hasil penelitian ini diharapkan dapat. pelestarian alam kawasan suaka alam menjadi bagian bahan masukan dalam. maupun hutan lindung Pada tahun 2005 mengembangkan program pelestarian bu. luas kawasan konservasi di Indonesia ha rung dan kawasan TNBG pada umumnya. nya sekitar 15 75 juta ha Departemen secara komprehensif. Kehutanan 2005 dan meningkat pada ta,hun 2009 menjadi 20 12 juta ha Depar. temen Kehutanan 2009 Salah satu ka II BAHAN DAN METODE. wasan pelestarian alam yang ditunjuk, berdasarkan Keputusan Menteri Kehutan A Lokasi dan Waktu Penelitian. an No SK 126 Menhut II 2004 tentang, Perubahan Fungsi dan Penunjukan Hutan Secara administratif pemerintahan ka. Lindung Hutan Produksi Terbatas dan wasan TNBG masuk dalam wilayah Ka. Hutan Produksi Tetap sebagai Kawasan bupaten Madina Provinsi Sumatera Uta. Pelestarian Alam dengan fungsi taman ra yang meliputi 11 wilayah kecamatan. nasional di Kabupaten Mandailing Natal dan bersinggungan dengan 71 desa ter. Madina Provinsi Sumatera Utara adalah masuk enclave di Desa Batahan Secara. Taman Nasional Batang Gadis TNBG geografis TNBG terletak pada kisaran ke. Departemen Kehutanan 2004 yang lu tinggian 300 2 145 m dpl Topografi pada. asnya sekitar 108 000 ha atau 26 dari umumnya berupa perbukitan sampai pe. total luas Kabupaten Madina Secara geo gunungan dengan kemiringan rata rata le. grafis TNBG terletak di antara 99 12 45 bih dari 40 dan terletak di daerah vul. sampai dengan 99 47 10 Bujur Timur kanis aktif dengan kondisi geologis yang. dan 0 27 15 sampai dengan 1 01 57 labil Jenis tanah di kawasan TNBG dido. Lintang Utara Balai Konservasi Sumber minasi oleh jenis Andosol komplek Pod. daya Alam II Sumatera Utara 2005 solik Merah Kuning Latosol komplek. Kawasan TNBG meliputi hutan hujan Podsolik Coklat Podsolik Latosol dan. tropis dataran rendah sampai pegunungan Latosol Jenis tanah tersebut secara. dengan kandungan keanekaragaman ha umum peka erosi sehingga eksistensi. yati dan non hayati yang kaya dan unik TNBG semakin krusial untuk dilindungi. Pengaruh Komposisi Tumbuhan terhadap Populasi Burung W Kuswanda. dan dilestarikan guna terjaganya sistem vation International Indonesia 2004 ter. penyangga kehidupan terutama perannya dapat 240 jenis tumbuhan berpembuluh. sebagai pengatur tata air pengatur iklim vascular plant yang terdiri atas 47 suku. dan pencegah erosi Balai Konservasi atau sekitar 0 9 dari flora yang ada di. Sumberdaya Alam II Sumatera Utara Indonesia Distribusi kelas diameter tum. 2005 buhan mengikuti pola J terbalik atau, Kawasan TNBG masuk dalam Daerah distribusi eksponensial negatif yang men.
Aliran Sungai DAS Batang Gadis DAS jadi salah satu karakter di hutan alam tro. Batang Parlampungan DAS Batang Ba pika yang belum terganggu Kartawinata. tahan dan DAS Batang Natal DAS Ba et al 2004 Beberapa jenis tumbuhan. tang Gadis sendiri mempunyai luas ku langka di TNBG adalah bunga padma. rang lebih 386 455 ha atau 58 37 dari Raffesia sp Nepenthes sp Hopea nig. luas daratan kabupaten dan di DAS Ba ra Burck dan Shorea platyclados Sloot. tang Gadis mengalir 943 sungai dan ex Foxw, anak sungai Kawasan TNBG sendiri Menurut Balai KSDA II Sumut. menjadi sumber air dari sungai dan anak 2006 berdasarkan penilaian potensi ka. sungai yang jumlahnya 1 175 buah wasan TNBG maka disusun rencana per. Pola aliran sungai umumnya mengikuti untukan masih dalam tahap proses peng. pola paralel artinya pola aliran sungai usulan oleh pihak Balai TNBG zonasi di. bentuknya memanjang ke satu arah de dalam kawasan TNBG meliputi Gambar. ngan cabang cabang sungai kecil yang 1, datangnya dari arah lereng lereng bukit 1 Zona inti yang terdiri atas zona inti. kemudian menyatu di sungai utama yang bagian utara Mandailing dengan luas. mengalir di lembahnya Ismoyo 2004 20 250 ha dan zona inti bagian se. Ekosistem TNBG kemungkinan me latan Natal dengan luas 13 233 ha. rupakan zona hibridisasi pertemuan per 2 Zona rimba dengan luas keseluruhan. silangan dari jenis jenis satwa khas Su 65 947 ha, matera bagian selatan utara dan timur 3 Zona pemanfaatan penelitian dan pe. Jenis mamalia yang ditemukan di TNBG ngembangan litbang yang terdiri. sekitar 47 jenis di antaranya harimau su atas zona pemanfaatan litbang I de. matera Panthera tigris sumatrae tapir ngan luas 1 180 ha dan zona peman. Tapirus indicus beruang madu He faatan libang II dengan luas 2 616. larctos malayanus rusa Cervus unico ha zona pemanfaatan wisata alam de. lor empat jenis primata dan dua jenis ngan luas 1 777 ha. berang berang Balai Konservasi Sum 4 Zona pemanfaatan tradisional yang. berdaya Alam Sumatera Utara II 2005 terdiri atas zona pemanfaatan tradi. Selain itu ditemukan pula indikasi ada sional I dengan luas 931 ha dan zona. nya orangutan Pongo abelii berdasarkan pemanfaatan tradisional II dengan luas. hasil penemuan sarang patahan dahan 1 091 ha, bekas pakan dan jalur lintasan Kus 5 Zona pemanfaatan pemukiman tradi. wanda et al 2007 Beragam jenis bu sional enclave dan lainnya yang me. rung migran seperti cekakak cina Hal liputi tujuh lokasi dengan luas kese. cyon pileata kirik kirik laut Merops luruhan 2 022 ha. philippinus paok hijau Pitta sordida, raja udang erasia Alcedo atthis dan B Obyek dan Waktu Penelitian.
bentet loreng Lanius tigrinus telah dite Obyek dalam penelitian ini adalah. mukan di kawasan TNBG tumbuhan pada berbagai tingkat pertum. Jenis jenis tumbuhan di TNBG lebih buhan semai dan tumbuhan bawah pan. kaya daripada di hutan dataran rendah la cang dan pohon dan burung yang ter. in di Sumatera Utara Menurut Conser,Vol VII No 2 193 213 2010. dapat di kawasan TNBG Waktu pene oleh tipe hutan primer sebanyak dua plot. litian dilaksanakan selama kurun waktu b pada peruntukan zona rimba yang ter. dua tahun yaitu tahun 2006 sampai de diri dari tipe hutan primer hutan sekun. ngan 2007 der dan lahan kritis sebanyak empat plot. dan c pada peruntukan zona pemanfaat, C Pengumpulan Data an yang umumnya didominasi oleh hutan. 1 Lokasi Plot Penelitian sekunder sebanyak satu plot Secara ke. seluruhan plot penelitian tumbuhan pada, Penentuan lokasi plot penelitian dila tiga zonasi tersebut dibuat seluas 2 8 ha. kukan secara stratifikasi berdasarkan ren sedangkan untuk plot pengamatan burung. cana peruntukan zonasi dan tipe habitat dibuat seluas 35 ha Secara geografis plot. penutupan lahan Plot penelitian pada se penelitian selengkapnya disajikan pada. tiap zonasi dibuat pada setiap tipe penu Tabel 1,tupan lahan yang berbeda sehingga dapat. menggambarkan kondisi kerapatan tum 2 Komposisi Tumbuhan. buhan di kawasan TNBG yang cukup Pengumpulan data tumbuhan dilaku. bervariasi Berdasarkan hasil analisis peta kan melalui analisis vegetasi mengguna. peruntukan zonasi Balai Konservasi kan metode garis berpetak Ukuran plot. Sumberdaya Alam Sumut II 2006 yang pengamatan tumbuhan merujuk pada. dipaduserasikan dengan peta penutupan Kartawinata et al 1976 yaitu untuk. lahan kawasan TNBG Kuswanda et al tingkat pohon berukuran 20 m x 20 m. 2007 menggunakan program Arcview tingkat belta berukuran 5 m x 5 m ting. GIS 3 3 maka dipilih lokasi plot pene kat semai dan tumbuhan bawah berukur. litian sebagai berikut a pada peruntukan an 2 m x 2 m Plot analisis vegetasi seca. zona inti yang secara umum didominasi ra keseluruhan dibuat seluas 2 8 ha yang. PETA KETINGGIAN DAN,RENCANA ZONASI TNBG,Sistem Proyeksi UTM Zona 47N.
Keterangan,PEMANFAATAN LAIN,Peta Situasi,ZONA Kabupaten. INTI Madina,PEMANFAATAN,ZONA ENCLAVE,INTI Sumber,Peta Rupa Bumi Indonesia Skala 1 50 000. ZONA Interpretasi Peta Landsystem Skala 1 250 000, PEMANFAATAN Peta Rencana Zonasi TNBG Skala 1 250 000. LITBANG Balai Konservasi Sumberdaya Alam II,Sumatera Utara 2006. Dibuat oleh,Tim Peneliti TNBG,Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli.
Gambar Figure 1 Peta kelas ketinggian dan zonasi Taman Nasional Batang Gadis Map of elevation class. and zonation plan of Batang Gadis National Park, Pengaruh Komposisi Tumbuhan terhadap Populasi Burung W Kuswanda. Tabel Table 1 Lokasi penelitian pada setiap zona yang direncanakan di Taman Nasional Batang Gadis. Madina Sumatera Utara Research area on each zone planned in Batang Gadis National. Park North Sumatra, Lokasi penelitian Posisi secara geografis Ketinggian tempat. Research area Geographic position Altitude,Zona inti Sanctuary zone. Hutan primer sub pegunungan 00 54 16 6 LU dan 99 24 05 7 BT 985 m dpl. Sub montana primary forest, Hutan primer pegunungan Montana 00 38 46 7 LU dan 99 36 08 3 BT 1 574 m dpl. primary forest,Zona rimba Wilderness zone, Hutan primer sub pegunungan Sub 00 34 33 6 LU dan 99 38 04 9 BT 905 m dpl.
montana primary forest, Hutan primer pegunungan Montana 00 42 23 6 LU dan 99 31 19 9 BT 1 192 m dpl. primary forest, Hutan sekunder Secondary forest 00 50 58 9 LU dan 99 28 39 6 BT 624 m dpl. Lahan kritis Degraded land 00 52 36 5 LU dan 99 28 05 8 BT 825 m dpl. Zona Pemanfaatan Utilization zone, Hutan sekunder Secondary forest 00 43 04 7 LU dan 99 33 04 3 BT 1 428 m dpl. tersebar pada tujuh lokasi seperti pada yang terdapat di dalam plot pada waktu. Tabel 1 pada setiap lokasi ditetapkan se pengamatan baik secara langsung mau. banyak 10 plot dengan luas total 0 4 ha pun tidak langsung melalui identifikasi. Data yang dikumpulkan adalah nama je suara sarang bulu dan atau bekas ko. nis dan jumlah individu setiap jenis untuk toran Untuk menghindari penghitungan. tingkat semai dan tumbuhan bawah dan ulang double counting diamati pula pe. tingkat belta sedangkan untuk pohon rilaku dan arah pergerakan burung meng. adalah nama jenis jumlah individu setiap gunakan metode focal animal sampling. jenis dan diameter setinggi dada Semua Waktu penelitian dilakukan pada pagi ha. data hasil pengukuran dicatat dalam tally ri pukul 07 30 09 30 saat burung mulai. sheet pengamatan Semua jenis tumbuh ke luar dari sarang dan bergerak untuk. an terutama yang tidak teridentifikasi di mencari makan dan melakukan aktivitas. lapangan dikumpulkan contoh spesimen lainnya Gambaran plot untuk pengamat. nya untuk diidentifikasi nama ilmiahnya an burung disajikan pada Gambar 2. di Herbarium Botani Pusat Litbang Hu Data yang dikumpulan meliputi nama. tan dan Konservasi Alam di Bogor jenis dan jumlah individu per jenis Se. mua data dicatat dalam tally sheet peng,3 Populasi Burung. amatan Panduan identifikasi jenis burung, Pengamatan burung dilakukan pada nama lokal dan botanis menggunakan.
lokasi analisis tumbuhan dengan menggu buku Panduan Lapangan Burung burung. nakan metode variable circular plot di Sumatera Jawa Bali dan Kalimantan. method Reynold et al 1980 Plot peng MacKinnon et al 1999 dan buku The. amatan pada setiap lokasi dibuat seluas Complete Birds of the World Illustrated. 50 000 m2 5 ha yaitu lebar kiri kanan Edition Walters 1981. jalur sekitar 50 m dengan panjang jalur, 500 m dengan arah jalur memotong kon D Analisis Data. tur Pada sepanjang jalur dibuat titik 1 Komposisi Tumbuhan. pengamatan dengan jarak 100 m Penca, tatan data dilakukan di sepanjang jalur Variabel yang digunakan untuk kom. dan pada setiap titik pengamatan selama posisi tumbuhan dalam penelitian ini ada. 10 15 menit Burung yang dicatat adalah lah merupakan komponen komponen yang. Vol VII No 2 193 213 2010,jalur transect,50 m titik pengamatan points of observation. Gambar Figure 2 Desain plot pengamatan burung di kawasan Taman Nasional Batang Gadis Madina. Sumatera Utara Design of birds observation plots in Batang Gadis National Park. North Sumatra,biasa digunakan untuk menganalisis Nilai. 2 Indeks Keanekaragaman Jenis Bu,Penting tumbuhan Odum 1996 yaitu.
kerapatan frekuensi dan dominansi,Untuk mengetahui keanekaragaman je. Jumlah individu pada, a Kerapatan plot penelitian individu 1 nis burung menggunakan rumus Shannon. and Weaver 1949 dalam Ludwig dan,K Luas plot penelitian ha. Reynolds 1988 sebagai berikut,Kerapatan total pada. b setiap tingkat pertum 2,Jumlah plot ditemukan,Keterangan.
c Frekuensi nya suatu jenis plot 3,H Indeks keanekaragaman maksimal Shannon. F Jumlah seluruh plot,dan Weaver 1949,ni Jumlah individu jenis ke i yang ditemukan. Frekuensi pada plot penelitian individu, d F1 F2 F3 Fn 4 N Jumlah individu dari semua jenis yang di. temukan pada plot penelitian individu,Jumlah luas bidang. e Dominansi dasar ha 5 3 Indeks Kelimpahan Jenis Burung. D Luas plot penelitian,ha Kelimpahan jenis burung pada setiap.
lokasi penelitian dihitung menggunakan,Dominansi rumus Hill 1973 dalam Santosa 1993. f D1 D2 D3 Dn 6,Keterangan, n Jumlah jenis pada setiap tingkat pertum N1 e H 8. buhan pohon belta semai dan tumbuhan Keterangan,bawah N1 Indeks kelimpahan jenis. e Log normal bilangan Euler 2 718,Jumlah nilai kerapatan total dan fre. kuensi total pada setiap tingkat pertum 4 Kepadatan Burung. buhan pohon belta semai tumbuhan ba Analisis kepadatan burung menggu. wah serta nilai dominansi total tingkat nakan persamaan dalam Reynold et al. pohon pada setiap lokasi penelitian se 1980 dan Santosa 1993 dengan tahap. lanjutnya digunakan untuk menduga pe an sebagai berikut. ngaruh komposisi tumbuhan terhadap po,a Dugaan kepadatan jenis burung ke i.
pulasi burung di TNBG,pada tipe hutan ke j Di, Pengaruh Komposisi Tumbuhan terhadap Populasi Burung W Kuswanda. jumlah individu Jenis tumbuhan di kawasan TNBG, jenis ke i individu tercatat sebanyak 158 jenis yang teriden. luas total transek,penelitian pada tipe,tifikasi pada plot penelitian seluas 2 8 ha. hutan ke j sebanyak 154 jenis dan tidak teridenti,fikasi 4 jenis Lampiran 1 Komposisi. b Nilai dugaan rata rata kepadatan bu tumbuhan berdasarkan hasil analisis ve. rung pada tipe hutan ke j Dj getasi pada setiap lokasi penelitian disa. n jikan pada Tabel 2,Kerapatan total tumbuhan pada ting.
n kat pohon yang paling tinggi ditemukan,n Jumlah jenis burung yang ditemukan pada. pada hutan sub pegunungan di perun, tipe hutan ke j tukan zona inti sebesar 663 individu ha. pada tingkat belta ditemukan pada tipe, c Dugaan kepadatan rata rata populasi hutan pegunungan di peruntukan zona in. burung di Taman Nasional Batang Ga ti sebesar 2 590 individu ha dan pada. dis tingkat semai dan tumbuhan bawah dite,n mukan pada hutan primer sub pegunungan. j di peruntukan zona rimba 84 000 indivi,Dk 11 du ha Secara keseluruhan rata rata kera.
patan tumbuhan pada tingkat pohon di, nj Jumlah plot contoh penelitian TNBG adalah 453 individu ha tingkat. d Keragaman contoh pengamatan belta 2 114 3 individu ha dan pada ting. kat semai dan tumbuhan bawah 58 678 6,12 individu ha. Nilai frekuensi total pada tingkat po, e Nilai dugaan selang hon dan belta tertinggi ditemukan pada. hutan sub pegunungan di peruntukan zo, Dk t S x2 13 na inti masing masing sebesar 15 3 dan. 15 5 Untuk tingkat semai dan tumbuhan, dengan tingkat kepercayaan 95 bawah ditemukan pada hutan pegunungan.
5 Uji Pengaruh di peruntukan zona rimba sebesar 17 0. Nilai dominansi tumbuhan pada tingkat, Untuk mengetahui pengaruh hubung pohon yang paling tinggi ditemukan pada. an nilai penting tumbuhan pada berbagai hutan sub pegunungan di peruntukan zo. tingkat pertumbuhan terhadap populasi na inti sebesar 4 97 x 10 3 dan yang teren. burung menggunakan analisa regresi lini dah pada tipe lahan kritis di peruntukan. er berganda dengan persamaan sebagai zona rimba hanya sebesar 1 29 x 10 3. berikut Walpole 1993 Beberapa jenis tumbuhan yang mendomi. Y a bKt ctFt dDp 14 nasi kawasan TNBG adalah meranti. Keterangan,Shorea gibbosa Brandis Damar Hopea, Y Parameter populasi burung keanekaragam beccariana Burck losa Cinnamomum. an jenis kelimpahan jenis dan kepadatan porectum Roxb Kosterm hoteng batu. Kt Nilai kerapatan total tumbuhan individu ha Quercus maingayi Bakh handis Gar. Ft Nilai frekuensi total tumbuhan cinia dioica Blume dan horsik Ilex. Dp Nilai dominansi total tingkat pohon,pleiobrachiata Loes Jenis jenis tum. buhan yang teridentifikasi pada plot pe, III HASIL DAN PEMBAHASAN nelitian selengkapnya disajikan pada. Lampiran 1,A Komposisi Tumbuhan,Vol VII No 2 193 213 2010.
Tabel Table 2 Komposisi tumbuhan pada lokasi penelitian di Taman Nasional Batang Gadis Madina. Sumatera Utara Plant composition on research areas in Batang Gadis National Park North. Komposisi tumbuhan Plant composition,Kerapatan individu ha Dominansi. Frekuensi Frequency,Density individual ha Dominancy. Semai dan Semai dan,Lokasi penelitian,tumbuhan tumbuhan. Research area Pohon,Pohon Belta bawah Pohon Belta bawah. Tree Sapling Seedling Tree Sapling Seedling,and under and under.
story story,Zona inti Sanctuary zone, Hutan primer sub pegunungan 663 2 540 65 250 15 3 15 5 15 0 49 7. Sub montana primary forest, Hutan primer pegunungan 455 2 590 68 750 10 9 12 9 14 6 31 0. Montana primary forest,Zona rimba Wilderness zone, Hutan primer sub pegunungan 498 2 330 84 000 13 8 8 2 11 4 39 1. Sub montana primary forest, Hutan primer pegunungan 550 1 720 53 750 12 6 12 1 17 0 37 2. Montana primary forest, Hutan sekunder 430 2 260 59 750 11 5 11 1 11 9 28 2.
Secondary forest,Lahan kritis 235 1 160 31 250 6 2 7 2 7 0 12 9. Degraded land,Zona pemanfaatan Utilization zone, Hutan sekunder 338 2 200 48 000 9 1 12 7 10 2 16 7. Secondary forest, B Populasi Burung Berdasarkan hasil analisis pada Tabel. 3 terlihat bahwa keanekaragaman jenis,1 Keanekaragaman dan Kelimpahan. H burung berbeda pada berbagai tipe,habitat Habitat hutan primer sub pegu.
Berbagai tipe hutan seperti hutan pri nungan pada peruntukan zona inti dan zo. mer hutan sekunder maupun lahan terbu na rimba memiliki H tertinggi yaitu se. ka semak belukar merupakan habitat bagi besar 3 9 dan 3 5 dan yang terendah ter. beragam jenis burung Beberapa jenis bu identifikasi di lahan kritis dengan H se. rung bahkan menggunakan berbagai tipe besar 2 9 Begitu pula untuk nilai kelim. habitat tersebut untuk mencari makan re pahan N yang tertinggi ditemukan pada. produksi dan menjaga kelangsungan hi tipe habitat hutan primer sub pegunungan. dupnya Dalam habitatnya burung me pada peruntukan zona inti sebesar 69 1. manfaatkan berbagai jenis tumbuhan se dan yang terendah ditemukan di tipe la. bagai sumber pakan tempat sarang serta han kritis hanya sekitar 27 2 Beragam je. tempat berlindung secara fisiologis Par nis burung sering ditemukan atau melim. tasasmita 1998 Menurut Welty dan pah pada tipe hutan primer sub pegu. Baptista 1988 penyebaran dan populasi nungan terutama di zona inti karena se. burung di suatu habitat dipengaruhi oleh cara rata rata memiliki kerapatan tum. faktor fisik lingkungan seperti tanah air buhan pohon belta semai dan tumbuh. temperatur cahaya matahari dan faktor an bawah tertinggi yaitu sebesar. biologis yang meliputi vegetasi dan satwa 28 942 5 individu ha dibandingkan d. lainnya Hasil analisis keanekaragaman engan tipe habitat lainnya Tabel 2 Me. jenis burung pada berbagai lokasi pene nurut Kwok dan Corlett 2000 kawasan. litian di kawasan TNBG seperti tertera hutan meskipun berupa hutan sekunder. pada Tabel 3 merupakan habitat yang lebih baik bagi. Pengaruh Komposisi Tumbuhan terhadap Populasi Burung W Kuswanda. Tabel Table 3 Keanekaragaman dan kelimpahan jenis burung di Taman Nasional Batang Gadis Madina. Sumatera Utara Bird species diversity and abundance indices in Batang Gadis National. Park North Sumatra, Lokasi penelitian Keanekaragaman jenis Kelimpahan jenis. Research area Species diversity H Species abundance N. Zona inti Sanctuary zone,Hutan primer sub pegunungan 3 9 69 1. Sub montana primary forest,Hutan primer pegunungan 3 1 32 3. Montana primary forest,Zona rimba Wilderness zone,Hutan primer sub pegunungan 3 5 45 7. Sub montana primary forest,Hutan primer pegunungan 3 2 34 4.
Montana primary forest,Hutan sekunder Secondary forest 3 4 42 6. Lahan kritis Degraded land 2 9 27 2,Zona pemanfaatan Utilization zone. Hutan sekunder Secondary forest 3 2 36 4, burung dibandingkan kawasan terdegra capai 108 000 ha akibat masih terbatas. dasi atau lahan perkebunan Keragaman nya waktu biaya sarana dan sulitnya ak. jenis burung dapat dipengaruhi oleh sesibilitas mencapai lokasi penelitian. kompleksitas tumbuh tumbuhan pada Namun demikian hasil penelitian ini te. suatu habitat Jenis jenis burung yang di lah memberikan informasi penyebaran. temukan pada waktu penelitian pada ber dan populasi burung pada setiap tipe ha. bagai tipe habitat selengkapnya disajikan bitat di kawasan TNBG yang dapat digu. pada Lampiran 2 nakan sebagai bagian informasi dalam. menyusun kriteria dan indikator dalam,2 Kepadatan Burung. penetapan dan pengelolaan zonasi TNBG, Kepadatan burung dihitung berdasar yang lebih komprehensif.
kan jumlah individu setiap jenis burung Berdasarkan Tabel 4 di setiap lokasi. dibagi jumlah luasan plot contoh pada penelitian diperoleh jumlah jenis dan ke. masing masing tipe hutan individu ha padatan burung yang berbeda beda Na. Selanjutnya untuk mengetahui kepadatan mun terdapat pula beberapa jenis burung. burung di kawasan TNBG dianalisis ber yang ditemukan atau penyebarannya pada. dasarkan nilai rata rata kepadatan burung 4 5 tipe hutan di antaranya yaitu elang. pada setiap tipe habitat dibagi jumlah unit hitam Ictinaetus malayensis Temminck. habitat yang menjadi contoh penelitian rangkong gading Buceros vigil Forster. Hasil analisis kepadatan burung pada lo srigunting Dicrurus remifer Temminck. kasi penelitian disajikan dalam Tabel 4 dan sepah hutan Pericrocotus flammeus. Nilai dugaan rata rata kepadatan bu Forster Menurut Alikodra 1990 kepa. rung di kawasan TNBG sebesar 1 06 in datan populasi satwaliar akan bervariasi. dividu ha atau dalam dugaan selang anta menurut wilayah dan tipe habitat terma. ra 0 4 1 73 individu ha Nilai dugaan ter suk klas burung Faktor faktor yang da. sebut masih merupakan nilai dugaan ka pat mempengaruhi ukuran dan kepadatan. sar karena memiliki bias error penelitian populasi adalah kondisi iklim kemam. di atas 20 Hal ini karena dimungkin puan adaptasi suatu jenis satwaliar in. kan masih sedikitnya plot penelitian se teraksi antar individu maupun antar jenis. luas 35 ha atau sekitar 0 03 bila diban dan penyakit Lambert 1992 dalam Par. dingkan luas kawasan TNBG yang men tasasmita 2003 menambahkan bahwa. Vol VII No 2 193 213 2010, Tabel Table 4 Nilai kepadatan populasi burung di Taman Nasional Batang Gadis Madina Sumatera. Utara Value of bird population densities in Batang Gadis National Park North Sumatra. Lokasi penelitian Jumlah jenis Species number Kepadatan Density. Research area Spesies Species Individual ha,Zona Inti Sanctuary zone. Hutan primer sub pegunungan 65 0 54,Sub Montana primary forest. Hutan primer pegunungan 29 1 10,Montana primary forest. Zona Rimba Wilderness zone,Hutan primer sub pegunungan 42 1 27.
Sub Montana primary forest,Hutan primer pegunungan 31 1 39. Montana primary forest,Hutan sekunder Secondary forest 39 0 96. Lahan kritis Degraded land 24 1 03,Zona Pemanfaatan Utilization zone. Hutan sekunder Secondary forest 33 1 13, perubahan vegetasi dalam suatu habitat 0 000058 Kr 0 123 Fr 0 0163 Dp. dapat mempengaruhi burung burung dimana Kr nilai kerapatan total tum. yang hidup di dalamnya baik mengenai buhan Fr nilai frekuensi total tumbuh. komposisi komunitas maupun kebiasan an dan Dp nilai dominansi pada tingkat. hidupnya Hal serupa ditemukan pula pohon Nilai korelasi r dari persamaan. oleh Hadiprayitno 1999 yang menyata tersebut adalah sebesar 90 4 Hal ini. kan pada habitat pinus yang berbeda usia berarti bahwa komposisi tumbuhan pada. serta hutan campuran menunjukkan per suatu tipe habitat di kawasan TNBG akan. bedaan jumlah jenis serta kepadatan in mempengaruhi 90 4 keanekaragaman. dividu burungnya Laiolo et al 2003 jenis burungnya Hasil ini menyatakan. menyatakan juga bahwa perubahan bahwa keragaman jenis burung sangat. struktur hutan dapat mempengaruhi per dipengaruhi oleh potensi tumbuhan yang. ubahan pemanfaatan ruang relung eko terdapat dalam habitatnya terutama tum. logi oleh burung baik secara vertikal buhan yang dapat menjadi sumber pakan. maupun horizontal seperti dalam penca Wiens 1992 menyatakan bahwa keter. rian makan dan substrat sediaan pakan dalam suatu tipe habitat. merupakan salah satu faktor utama bagi, C Pengaruh Komposisi Tumbuhan kehadiran populasi burung Hal ini juga.
terhadap Populasi Burung berkaitan dengan adanya kemampuan bu. rung untuk memilih habitat yang sesuai,Berdasarkan hasil analisis regresi li. dengan ketersediaan sumberdaya untuk,nier berganda diperoleh persamaan yang. kebutuhan hidupnya,menunjukkan nilai pengaruh antara kom. posisi tumbuhan terhadap populasi bu 2 Pengaruh Komposisi Tumbuhan. rung di kawasan TNBG sebagai berikut terhadap Kelimpahan Jenis N. 1 Pengaruh Komposisi Tumbuhan Persamaan yang menyatakan penga. terhadap Keanekaragaman Jenis ruh komposisi tumbuhan terhadap nilai N. H di kawasan TNBG adalah N 8 37,0 00302 Kr 6 48 Fr 0 597 Dp dengan. Persamaan yang menyatakan penga,nilai r sebesar 94 3 Hal ini berarti bah.
ruh komposisi tumbuhan terhadap H di,wa komposisi tumbuhan pada suatu tipe. kawasan TNBG adalah H 2 55,habitat di kawasan TNBG akan. Pengaruh Komposisi Tumbuhan terhadap Populasi Burung W Kuswanda. mempengaruhi 94 3 kelimpahan jenis burung Pada saat persediaaan buah me. burungnya Hasil ini menyatakan bahwa nurun burung pemakan buah dapat ber. daerah yang memiliki kekayaan jenis henti berkembangbiak dan menghabis. tumbuhannya tinggi maka kelimpahan kan waktu untuk mengumpulkan makan. burungnya cenderung tinggi pula Potensi an dan memakan lebih banyak serangga. tumbuhan seperti ketersediaan pakan dan Worthington 1982 dalam Partasasmita. pohon untuk sarang di habitat yang di 2003 Burung juga dapat bergerak se. tempatinya sangat berkaitan dengan ke panjang hutan untuk mencari tempat di. mampuan burung untuk berkembangbiak mana terdapat buah yang melimpah Se. Suatu jenis burung dapat melimpah pada lain itu ada atau tidak ditemukannya su. suatu habitat tertentu karena bergantung atu jenis burung pada suatu habitat dapat. pada sekelompok jenis tumbuhan terten dipengaruhi oleh beberapa faktor di an. tu seperti jenis burung Zosterops palpe taranya yaitu kecocokan habitat perilaku. brosus Temminck yang cukup mendomi seleksi habitat kehadiran jenis hewan. nasi pada habitat hutan pinus Ewu lain predator parasit dan pesaing dan. sie 1990 Wiens 1992 dan Hadiprayitno faktor kimia fisika lingkungan yang ada. 1999 di luar kisaran toleransi jenis burung,yang bersangkutan. 3 Pengaruh Komposisi Tumbuhan,terhadap Kepadatan D. Persamaan yang menyatakan penga IV KESIMPULAN DAN SARAN. ruh komposisi tumbuhan terhadap D di,kawasan TNBG adalah D 1 51 A Kesimpulan.
0 000079 Kr 0 182 Fr 0 0023 Dp,1 Komposisi tumbuhan di kawasan Ta. dengan nilai r sebesar 67 3 Hal ini,man Nasional Batang Gadis TNBG. berarti bahwa komposisi tumbuhan pada,mempengaruhi sebesar 90 4 terha. suatu tipe habitat di kawasan TNBG akan,dap keanekaragaman jenis burungnya. mempengaruhi 67 3 kepadatan suatu,94 3 terhadap kelimpahan jenis bu.
jenis burung Hasil ini menyatakan bah,rungnya dan hanya 67 3 terhadap. wa kepadatan suatu jenis burung pada su,kepadatan suatu jenis burung. atu habitat hanya dipengaruhi oleh 67 3,2 Jenis tumbuhan di kawasan TNBG. komposisi tumbuhannya atau dengan kata,yang teridentifikasi pada plot peneli. lain bahwa komposisi tumbuhan tidak se,tian seluas 2 8 ha sebanyak 158 jenis.
cara signifikan berpengaruh terhadap ke,Nilai kerapatan total seperti pada. padatan jenis burung Hal tersebut relatif,tingkat pohon adalah sebesar 453 in. sama dengan hasil penelitian Partasasmita,dividu ha nilai frekuensi total dan do. 1998 yang menyatakan bahwa kepadat,minansi total tertinggi ditemukan pa. an burung lebih dipengaruhi oleh penye,da hutan sub pegunungan di perun.
baran dan ketersedian pohon pakan,tukan zona inti masing masing sebe. Meskipun kerapatan jenis tumbuhan ting,sar 15 3 dan 4 97 x 10 3 Jenis jenis. gi belum tentu memiliki kepadatan jenis,tumbuhan yang mendominasi di anta. burung yang tinggi apabila ketersediaan,ranya meranti Shorea gibbosa Bran. sumber pakan cukup rendah,dis hoteng batu Quercus maingayi.
Menurut Levey 1988 dalam Parta,Bakh handis Garcinia dioica Blu. sasmita 2003 kepadatan burung frugi,me dan horsik Ilex pleiobrachiata. vora pemakan buah buahan dan perge,rakannya sering dihubungkan secara de. 3 Keanekaragaman jenis burung maksi,kat dengan kelimpahan buah buahan lo. mal H pada berbagai tipe hutan di,kal Perubahan musiman dalam persedia.
TNBG cukup besar antara 2 9 3 9,an buah buahan mempengaruhi aktivitas. Vol VII No 2 193 213 2010, Kelimpahan jenis burung N yang Provinsi Sumatera Utara 2006. tertinggi ditemukan pada tipe habitat 2025 Direktorat Jenderal Perlin. hutan primer sub pegunungan pada dungan Hutan dan Konservasi. peruntukan zona inti sebesar 69 1 dan Alam Departemen Kehutanan. yang terendah ditemukan di tipe lahan Medan, kritis hanya sekitar 27 2 Balai Konservasi Sumberdaya Alam II. 4 Nilai dugaan rata rata kepadatan bu Sumatera Utara 2006 Zonasi Ta. rung di kawasan TNBG sebesar 1 06 man Nasional Batang Gadis Direk. individu ha atau dalam dugaan selang torat Jenderal Perlindungan Hutan. antara 0 4 1 73 individu ha dan Konservasi Alam Departemen. Kehutanan Medan,B Saran Conservation International Indonesia. 2004 Keanekaragaman Jenis Ma,1 Pihak Balai TNBG diharapkan terus.
malia dan Burung di Kawasan Ta,mengembangkan program inventari. man Nasional Batang Gadis La,sasi dan monitoring populasi burung. poran Teknik Northern Sumatra,untuk mengetahui dinamika populasi. Corridor Program Medan,dan habitatnya sebagai bagian dalam. Departemen Kehutanan 2004 Keputusan,upaya mengembangkan program pe.
Menteri Kehutanan No 126,lestarian satwaliar di kawasan TNBG. Menhut II 2004 tentang Penunjukan,2 Perlu penelitian lanjutan untuk meng. Taman Nasional Batang Gadis di,analisis penyebaran dan kepadatan. Kabupaten Mandailing Natal tang,populasi jenis jenis burung langka. gal 29 April 2004 Departemen Ke,seperti dari famili Bucerotidae dan.
hutanan Jakarta,migran untuk menjadi bahan masukan. Departemen Kehutanan 2005 Luas Ka,lebih komprehensif dalam re evaluasi. wasan Hutan di Indonesia www,peruntukan zonasi di kawasan TNBG. dephut go id Diakses tanggal 19,November 2007,Ucapan Terimakasih. Departemen Kehutanan 2009 Perkem, Ucapan terimakasih disampaikan ke bangan Penetapan Kawasan Kon.
pada Kepala Balai Taman Nasional Ba servasi sampai dengan Tahun 2009. tang Gadis beserta stafnya atas saran dan http siaphut dephut go id Diakses. bantuannya dalam pengambilan data di 8 Januari 2010. lapangan Bapak Nasir Siregar dan ma Ewusie J Y 1990 Pengantar Ekologi. syarakat lokal yang telah menjadi peman Tropika Membicarakan Alam Eko. du sehingga terlaksananya kegiatan pene logi Tropika Afrika Asia Pasifik. litian ini dan Dunia Baru Terjemahan Us,man Tabuwidjaja Institut Teknolo. gi Bandung Bandung,DAFTAR PUSTAKA Hadiprayitno G 1999 Penggunaan Ha. Alikodra H S 1990 Pengelolaan Sat bitat oleh Berbagai Jenis Burung. waliar Departemen Pendidikan yang Berada di Kawasan Hutan. dan Kebudayaan Direktorat Jen Gunung Tangkuban Perahu Jawa. deral Pendidikan Tinggi Pusat An Barat Program Pascasarjana ITB. tar Universitas Ilmu Hayati Insti Bandung Tidak dipublikasikan. tut Pertanian Bogor Bogor Ismoyo B 2004 Kebijakan Konservasi. Balai Konservasi Sumberdaya Alam II Pengelolaan Hutan di Daerah Prak. Sumatera Utara 2005 Rencana Pe tek Mewujudkan Kawasan Konser. ngelolaan Taman Nasional Batang vasi Baru Taman Nasional Batang. Gadis Kabupaten Mandailing Natal Gadis Kertas Kerja dalam Dies. Pengaruh Komposisi Tumbuhan terhadap Populasi Burung W Kuswanda. Natalis Universitas Gajah Mada Ti Biologi LIPI dan BirldLife Indo. dak dipublikasikan nesia Bogor, IUCN 2004 2004 IUCN Red List of Odum E P 1996 Dasar dasar Ekologi. Threatened Species http www Terjemahan Tjahjono Samingan. redlist org Diakses tanggal 17 No Gadjah Mada University Press. vember 2006 Yogyakarta, Kartawinata K J J Afriastini M He Partasasmita R 1998 Ekologi Makan. riyanto and I Samsoedin 2004 A Burung Betet Psittacula alexandri. Tree Species Inventory in A One L di Kawasan Kampus IPB Dar. Hectare Plot at the Batang Gadis maga Bogor, National Park North Sumatra In Partasasmita R 2003 Ekologi Burung.
donesia Reinwardtia 12 2 145 Pemakan Buah dan Peranannya Se. Kartawinata K S Soenarko I G M bagai Penyebar Biji Makalah Fal. Tantra dan T Samingan 1976 Pe safah Sains Program Pasca Sarjana. doman Inventarisasi Flora dan Eko Institut Pertanian Bogor Bogor. sistem Direktorat Jenderal Perlin Primack R B J Supriatna M Indrawan. dungan Hutan dan Pelstarian Alam dan P Kramadibrata 1998 Biologi. Bogor Konservasi Yayasan Obor Indone,Kuswanda W R T Kwatrina B S An sia Jakarta. toko dan A D Sunandar 2007 Reynold T T J M Scott and R A. Teknik Penetapan Zonasi dan Pe Nussbaum 1980 A Variable Cir. ngelolaan Taman Nasional Batang cular plot Method for Estimating. Gadis Laporan Akhir Penelitian Bird Numbers The Cooper Orni. Tahun 2007 Balai Penelitian Kehu thological Society Condor 82 309. tanan Aek Nauli Pematang Siantar 313, Tidak diterbitkan Santosa Y 1993 Strategi Kuantitatif. Kwok H K and R T Corlett 2000 untuk Pendugaan Beberapa Parame. The Bird Communities of a Natural ter Demografi dan Pemanenan Po. Secondary Forest and a Lophos pulasi Satwaliar berdasarkan Pende. temon Confertus Plantation in katan Ekologi Perilaku Studi Kasus. Hong Kong South China Forest terhadap Populasi Kera Ekor Pan. Ecology and Management 130 jang Macaca fascicularis Reffles. 227 234 Institut Pertanian Bogor Bogor, Laiolo P E Caprio and A Rolando Thompson I D H A Hogan and W A. 2003 Effects of Logging and Non Montevecchi 1999 Avian Commu. native tree Proliferation on the nities of Mature Balsam Fir Forests. Birds Overwintering in the Upland in Newfoundland Age Dependence. Forests of North western Italy Fo and Implications for Timber Har. rest Ecology and Management 179 vesting The Condor 101 311 323. 441 454 Walpole R E 1993 Pengantar Statistik, Ludwig J A and J F Reynolds 1988 PT Gramedia Pustaka Utama Ja. Statistical Ecology A Primer on karta, Method and Computing A Wiley Walters M 1981 The Complete Birds.
Inter Science Publication John Wi of the World Illustrated edition. ley and Sons Inc New York Printed in the United State of Ame. MacKinnon J K Philipps dan B van rica America, Balen 1999 Burung burung di Su Welsh D A 1987 The Influence of Fo. matera Jawa Bali dan Kalimantan rest Harvesting on Mixed Coni. Termasuk Sabah Sarawak dan ferous Deciduous Boreal Bird. Brunei Darussalam Puslitbang,Vol VII No 2 193 213 2010. Communities in Ontario Acta Wiens J A 1992 The Ecology of Bird. Oecol 8 247 252 Communities I 241 374 Founda, Welty J C and L Baptista 1988 The tions and Patterns Cambridge. Life of Bird Sounders College University Press,Publishing New York. Pengaruh Komposisi Tumbuhan terhadap Populasi Burung W Kuswanda. Lampiran Appendix 1 Jenis jenis tumbuhan yang terdapat pada plot penelitian di Taman Nasional Batang. Gadis Madina Sumatera Utara List of plant species on research areas in Batang. Gadis National Park North Sumatra,Nama ilmiah Famili Nama lokal.
Scientific name Family Local name,1 Achasma foetens Valeton Zingiberaceae Siala TB. 2 Adinandra dasyantha Choisy Theaceae Api api,3 Aglaia argentea Blume Meliaceae Balik angin. 4 Alseodaphne peduncularis Wall ex Nees Lauraceae Medang hitam. 5 Alstonia angustiloba Miq Apocynaceae Pulai, 6 Alstonia macrophylla Wall ex G Don Apocynaceae Randuk kambing. 7 Anisoptera laevis Ridl Dipterocarpaceae Sampean, 8 Aquilaria malaccensis Lamk Thymelaeaceae Songgak. 9 Arthocephalus chinensis Lam A Rich ex Rubiaceae Lempayan. 10 Artocarpus elasticus Reinw ex Blume Moraceae Teurep. 11 Artocarpus rigidus Blume Moraceae Hatopul, 12 Baccauera dulcis Jack Muell Arg Euphorbiaceae Goring goring.
13 Baeckea frutescens Linn Myrtacea Game game, 14 Begonia isoptera Dry and ex J E Smith Begoniaceae Sanduduk TB. 15 Bhesa paniculata Arn Celastraceae Kelat, 16 Bischoffia javanica Blume Euphorbiaceae Singkam. 17 Calamus caesius Blume Arecaceae Rotan tali,18 Calamus manan Miq Arecaceae Rotan. 19 Calophyllum karoeense Beum Guttaceae Pokir, 20 Campnosperma auriculatum Blume Anacardiaceae Tumbus. 21 Castanopsis tungurrut Blume A DC Fagaceae Andihit. 22 Choriophyllum malayanum Benth Euphorbiaceae Tonggi tonggi. 23 Cinnamomum porectum Roxb Kosterm Lauraceae Losa. 24 Cinnamomum subavenium Miq Lauraceae Medang siak. 25 Coelogyne sp Orchidaceae Anggrek tanah TB, 26 Colocasia esculenta L Schott Araceae Talas hutan TB.
27 Commersonia bartramia L Merr Sterculiaceae Longa longa. 28 Costus sp Zingiberaceae Tabar tabar TB, 29 Cratoxylon arborescens Vahl Blume Hypericaceae Garunggang. 30 Cryptocarya nitens Blume Koord Val Lauraceae Rambutan hutan. 31 Cryptocarya tomentosa Blume Lauraceae Medang gaja. 32 Ctenelophon parvifolium Oliv Linnaceae Api api TB. 33 Dacryodes laxa Benn Lam Burseraceae Andalhe batu. 34 Dacryodes rostrata Blume Lam Burseraceae Simalang. 35 Diplazium esculentum Swartz Connaraceae Pakis raja TB. 36 Diplazium proliferum Thouash Connaraceae Pakis hutan TB. 37 Dipterocarpus gracilis Blume Dipterocarpaceae Lajo lajo. 38 Dipterocarpus kunstleri King Dipterocarpaceae Lagan. 39 Dipterocarpus palembanicus V Sloot Dipterocarpaceae Lagan torop. 40 Donax canniformis K Schum Marantaceae Banban TB. 41 Dracontomelon dao Blanco Merr Rolfe Anacardiaceae Asam hing. 42 Durio zibethinus Murr Bombacaceae Durian hutan,43 Dyera costulata Miq Hook F Apocynaceae Gapuk. 44 Elaeocarpus floribundus Blume Elaeocarpaceae Jungjung bukit. 45 Endospemum diadenum Miq Airy Shaw Euphorbiaceae Poga poga. 46 Eurea acuminata A P DC Theaceae Tambiski, 47 Exbucklandia populnea R W Brown Hamamediaceae Hapas hapas. 48 Ficus benjamina Linn Moraceae Beringin,49 Ficus drupacea Thunberg Moraceae Rao. 50 Ficus glandulifera Wall Moraceae Andarasi,51 Ficus indicus Linn Moraceae Gambir.


Related Books

CONTOH FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP)

CONTOH FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN RMP

Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya. COntoh ruang kerja/rapat dsb; 7.5. Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan). 8. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN : Proses kegiatan SATKER selama 1 tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan. Bila mneggunakan bagan alir, tahapan ...

Study Guide for Exam Questions

Study Guide for Exam Questions

note: Answer selections may be presented in a different order on the actual FCC exam.) 2 Study Guide for Exam Questions T4C04 ... 8 Study Guide for Exam Questions

VIC SKEPTICS CROSSWORD October 2013

VIC SKEPTICS CROSSWORD October 2013

19. Observations or statistics used for reference or analysis [4] 21. Prevarication [3] 22. & 59 down: a Logical Fallacy in which there is an attempt to either endorse or to disqualify a claim because of the origin or irrelevant history of the claim; Example: The Nazis developed the VW Beetle. Therefore, you should not buy one. (Two words, [7 ...

Quality in Frozen Food - ebenvantonder.files.wordpress.com

Quality in Frozen Food ebenvantonder files wordpress com

A frozen food starts to degrade once it is produced (Figure 19.1). The rate and the degree of degradation depends on both the composition and the environmental conditions during storage and distribution. In general, the loss of food quality or shelf life is evaluated by measuring a characteristic quality index, "A". The change of quality

Art Portfolio - ww3.ducks.ca

Art Portfolio ww3 ducks ca

and serenity in nature, ... a quiet lake reflects the beautiful mountains surrounding it during ... artist Dan Smith captures an amazing Arctic moment

Blue Mountains Conservation Society Inc. HUT NEWS October ...

Blue Mountains Conservation Society Inc HUT NEWS October

Blue Mountains Conservation Society Inc. HUT NEWS Issue No. 308 ... an amazing online data base of flora and fauna. ... Blue Mountains Conservation Society Inc.

Skeleton with Flowers - Banff Centre

Skeleton with Flowers Banff Centre

Skeleton with Flowers Jaime Trento, Banff, ... my favourite photo of the trip was ... truly amazing to see that much equipment getting ready to go on a "wilderness ...

British Columbia 2016-2017 WINTER VACATIONS

British Columbia 2016 2017 WINTER VACATIONS

2002 - 2017 Interactive Broadcasting Corporation winter resorts, lodges and activity providers DIGITAL TRAVEL CATALOG British Columbia 2016-2017

Rubric for Measuring Psychomotor and Affective Learning Domain

Rubric for Measuring Psychomotor and Affective Learning Domain

of the psychomotor learning domain for each criterion. The rubric for end product evaluation measured the dominant level of learning, P5, and two supplement level of learning, Guided Response (P3) and Mechanism (P4). Table 2 Level of learning and its criteria for the Psychomotor learning domain Criteria Level Generic i. Follow objectives of ...

LGPC Bulletin 156 March 2017 - lgpslibrary.org

LGPC Bulletin 156 March 2017 lgpslibrary org

2 LGPS England and Wales The application of the underpin The underpin guide has been updated to make it clearer when the underpin protection applies to a member who ...