Penanganan Konflik Di Indonesia-Books Pdf

PENANGANAN KONFLIK DI INDONESIA
14 Jan 2020 | 9 views | 0 downloads | 17 Pages | 540.49 KB

Share Pdf : Penanganan Konflik Di Indonesia

Download and Preview : Penanganan Konflik Di Indonesia


Report CopyRight/DMCA Form For : Penanganan Konflik Di Indonesia



Transcription

Menangani Konflik Model Sosial Politik, Dalam menangani konflik Yash Ghai Profesor Hukum Publik Hongkong University. menyatakan ada prasyarat utama yang harus dipenuhi oleh segenap komponen masyarakat. yang bertikai iaitu kepemimpinan yang berwawasan ke depan dan keinginan kuat segenap. komponen masyarakat untuk menyudahi konflik yang terjadi 2 Keinginan masyarakat untuk. menyudahi konflik dapat dilihat dari berbagai indikator Social Capital yang meliputi. kesediaan mereka untuk saling mengerti tolong menolong menghormati hak orang lainnya. menerima perbezaan dan prulitas serta kesediaan untuk menjalankan kewajiban kewajiban. sosialnya Penanganan konflik dapat juga dilakukan dengan mengintensifkan mahupun. menekan konflik, Dalam menangani konflik terdapat beberapa andaian yang menopang teori integrasi. yang juga terlukis dalam teori struktural fungsional Parsons dan lainnya. o Setiap masyarakat yang secara relatif tetap struktur unsur unsurnya relatif stabil. o Setiap masyarakat tersusun dari unsur unsur yang terintegrasi secara baik. o Setiap unsur dalam masyarakat mempunyai fungsi yakni memberikan kontribusi. terhadap pemeliharaan keutuhannya sebagai sebuah sistem. o Setiap fungsi struktur sosial didasarkan atas konsensus terhadap nilai nilai di antara. anggota anggotanya 3, Tugas yang paling penting dalam menangani konflik adalah melakukan diagnosis dan. mengatasi konflik Teknik penyelesaian konflik antara lain problem solving tujuan tinggi. perluasan sumber daya penghindaran pengurangan konflik kompromi pemerintah yang. otoritet mengubah struktur variabel dan mengidentifikasikan musuh atau pesaing bersama. Dalam problem solving process meliputi identifikasi dan seleksi masalah analisis masalah. alternatif penyelesaian memilih dan merencanakan penyelesaian implementasi. penyelesaian dan evaluasi terhadap penyelesaian Menangani suatu konflik perlu berbagai. pendekatan yang hingga kini dikenal beberapa istilah 4. Pencegahan konflik secara umum mengacu pada strategi mengatasi konflik laten. dengan harapan dapat mencegah meningkatkannya kekerasan. Penyelesaian konflik mengacu pada upaya pengakhiran kekerasan melalui. persetujuan perdamaian, Pengelolaan konflik untuk membatasi dan menghindari kekerasan dengan. mendorong perubahan perilaku yang positif bagi para pihak yang terlibat. Resolusi konflik pada umumnya menangani akar persoalan dan berusaha. membangun hubungan baru lebih permanen di antara para pihak Pendekatan ini. bukan hanya untuk penyelesaian konflik tetapi juga mencapai resolusi dari berbagai. akar persoalan, Transformasi konflik sangat popular dan bersifat menyeluruh serta membutuhkan.
komitmen Pada umumnya mengatasi sumber sumber konflik sosial politik yang. lebih luas dan mengubah aspek aspek negatif menjadi aspek aspek positif. Untuk menangani konflik dan memudahkan proses analisis masalah Tim Pengkaji. Penguatan Kelembagaan Masyarakat Dalam Penanganan Kawasan Berpotensi Konflik di. Indonesia Polhukam 2005 menyusun model Sosial Politik dalam penanganan konflik seperti. dalam gambar 1,Penanganan Konflik Model Sosial Politik. Proses Penanganan Konflik,Diseminasi,APARAT Pengumpulan Proses Rancangan Informasi. Masyarakat data konflik Pengkajian Model Solusi,Manajerial Lingkungan Solusi terpilih. System Konflik, Data pendukung Data indikator Informasi Model Solusi. pemicu berbagai Informasi,Sistem Informasi konflik yang Pencegahan.
Penanganan Konflik terserap penanganan fase konflik. konflik Konflik,Data Keadaan,Sumberdaya Historis konflik Informasi. Fisik Penanganan,Penanganan Konflik,Daerah Konflik Lingkungan. Masyarakat,Menuju Konflik,KONFLIK KONFLIK KONFLIK, Sumber Laporan Kajian Penguatan Kelembagaan Masyarakat Dalam Penanganan Kawasan Berpotensi. Konflik di Indonesia 2005, Dari gambaran di atas upaya untuk menanggulangi konflik dapat dilakukan melalui. beberapa asumsi tindakan sebagai berikut, Diciptakan suatu kemandirian yang cukup tinggi dari individu dan kelompok dalam.
masyarakat terutama ketika berhadapan dengan negara. Diperlukan adanya ruang publik yang bebas yang berguna sebagai wahana bagi. keterlibatan politik secara aktif dari seluruh warga negara melalui wacana dan praktis. yang berkepentingan publik dan, Perlu diupayakan untuk membatasi kekuasaan negara agar tidak memiliki sifat. intervensi 5,DINAMIK PENANGANAN KONFLIK,Penanganan dan Layanan bagi Korban. Penanganan Korban Kerusuhan, Penanganan korban kerusuhan akibat konflik merupakan upaya penyelamatan. perlindungan serta pemulihan korban bencana yang meliputi kegiatan pemberian bantuan. darurat rehabilitasi rekonsiliasi penempatan semula dan pemberdayaan Tujuannya untuk. menciptakan kembali kesejahteraan bagi seluruh korban dan memastikan para korban. khususnya kelompok rentan memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh bantuan. fizik dan sosio psikologi dan membantu pembentukan kembali dan pengembangan struktur. masyarakat korban bencana yang dapat digunakan dalam pengurusan program pemberian. bantuan dan yang dapat mengurangi masalah ketergantungan jangka panjang. Dalam menangani korban kerusuhan antar etnik perlu difahami pemberian bantuan. jangan terkesan tidak adil seperti yang mencuat pada tindakan penegak hukum dalam. mengamankan konflik Madura Melayu Suku Melayu menganggap tindakan pihak keamanan. tidak adil Suku Melayu menganggap pihak Departemen Sosial tidak adil kerana yang. diberikan bantuan itu hanya warga Madura sedangkan warga Melayu yang juga menjadi. korban kerusuhan tidak diperhatikan Kegiatan utama yang dilakukan dapat dilihat pada. Jadual 1 berikut ini, Jadual 1 Kegiatan Utama dalam Penanganan Korban Kerusuhan. Penentuan Status Pada awal keadaan darurat apabila terjadi gelombang arus massa yang penting. dilakukan adalah bagaimana memperlakukan prinsip prinsip kemanusiaan Oleh. Korban Bencana karenanya kecepatan intervensi untuk memastikan perlindungan menjadi prioriti utama. Dalam keadaan demikian penentuan status sebagai korban bencana dapat dilakukan. atas dasar prima facie yakni penentuan secara berkelompok atau melalui penentuan. status secara perseorangan, Layanan dan layanan dan bantuan darurat dilakukan dengan memberikan pertolongan perlindungan.
dan tempat penampungan sementara pencarian dan penyatuan kembali anggota. Bantuan Darurat keluarga yang terpisah bantuan pangan sandang ubat ubatan air bersih dan sanitasi. sesuai dengan ukuran keperluan minimum, Ketahanan dan Penanganan terhadap korban bencana yang mengalami tekanan sosio psiklogi dapat. berupa Ketahanan Development Projects yang lebih banyak menggunakan prinsip. Crisis Centre prinsip Pekerjaan Sosial mahupun Crisis Centre melalui Psycho social Projects yang. mengutamakan kan intervensi krisis atau intervensi mikro bernuansa psikologi. Pemulangan Korban Sebahagian besar keadaan darurat pengungsi dapat diselesaikan melalui pemulangan. secara sukarela Proses pemulangan tersebut harus berdasarkan pada prinsip non. Kerusuhan refoulement yakni bahawa mereka tidak dipulangkan secara paksa. Relokasi Korban Relokasi merupakan alternatif ketika korban kerusuhan tidak dapat kembali ke tempat. asal karena di tempat asalnya tersebut dinilai masih terdapat ancaman yang. membahayakan bagi keselamatan dan ancaman yang berkepanjangan Peran dan. tanggung jawab pemerintah daerah dalam pemilihan daerah untuk dijadikan tempat. relokasi sangat penting dan mendasar Para korban bencana itu harus dilibatkan seawal. mungkin dan secara seimbang sehubungan dengan rencana relokasi Dalam praktiknya. kesepakatan harus dicapai antara kebutuhan para korban bencana dengan faktor faktor. dari luar baik secara praktis mahupun secara politik. Pemulihan Kondisi kehidupan para korban bencana selama di tempat penampungan sementara dan. di tempat relokasi berada dalam kondisi tidak normal akibat terputusnya mata. Korban Kerusuhan pencarian dan habisnya sumber sumber bawaan Dalam hal ini pemerintah dan. lembaga lembaga donor lainnya dimungkinkan untuk memberikan bantuan dana untuk. usaha ekonomis produktif baik secara perorangan mahupun kelompok bagi kepala. kepala keluarga dari korban bencana dengan melibatkan tenaga tenaga pendamping. yang terdidik dalam pelaksanaan pemulihan tersebut. Rekonsiliasi Tugas pemerintah pusat daerah untuk melakukan rekonsiliasi perlu pendekatan sosial. budaya HAM dan hukum terhadap tokoh tokoh masyarakat pemuka agama dan tokoh. adat yang berpengaruh pada masing masing pihak untuk mengupayakan resolusi damai. sebagai upaya penyelesaian status korban bencana, Sumber Laporan Kajian Penguatan Kelembagaan Masyarakat Dalam Penanganan Kawasan Berpotensi Konflik di. Indonesia Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia 2005. Penanganan Bencana Konflik, Dalam penanganan bencana konflik dapat didasarkan pada tiga sistem yang dalam. praktiknya ketiga sistem ini saling terkait antara satu sama lainnya dan dapat pula. memberikan kekuatan makna dan perubahan yang bererti terhadap hasil yang dilakukan. melalui kerjasama semua pihak terkait,Jadual 2 Penanganan Bencana Konflik. Terdiri dari pihak pihak yang memiliki tanggung jawab utama dalam memberikan. Sistem pelaksana layanan layanan terhadap korban bencana Mereka bertanggung jawab mengambil. perubahan inisiatif untuk membuat senario penanganan ataupun layanan terhadap korban. bencana Pihak pihak yang seharusnya menjadi anggota sistem pelaksana perubahan. di antaranya Dinas Kesihatan Sosial Kementerian Pemukiman dan Prasraana. Wilayah Palang Merah Indonesia PMI Kepolisian dan kaki tangan keamanan. lainnya serta pekerja pekerja sosial, Terdiri dari para korban bencana yang mengungsi masyarakat lokal sekitar tempat.
Sistem Sasaran pengungsian dengan tokoh tokohnya LSM LSM yang relevan organisasi organisasi. lokal para pemberi dana dll Sistem ini perlu di motivasi agar terlibat dan merasa. berkepentingan dalam semua kegiatan penanganan bencana. Semua pihak atau hal hal yang sangat diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan. Sistem Pendukung penanganan layanan bagi korban bencana Sistem pendukung dapat terdiri dari kaki. Pelaksanaan tangan keamanan sukarelawan baik yang berasal dari masyarakat lokal mahupun. dari luar sumber sumber alam seperti sungai untuk MCK bangunan bangunan yang. dapat digunakan untuk penampungan para pengungsi dapur umum sarana air. bersih dll, Sumber Tumanggor Rusmin Jaenal Aripin Imam Soeyoeti 2004 Bappeda Provinsi Kalimantan Barat. 2004 Laporan Kajian Penguatan Kelembagaan Masyarakat Dalam Penanganan Kawasan Berpotensi. Konflik di Indonesia Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik. Indonesia 2005 Dinas Sosial Kabupaten Sambas 2004,Metode dan Teknik Penanganan Korban Konflik. Metode dan teknik penanganan korban konflik adalah preskripsi yang terurus untuk. melakukan tindakan Dalam Social engineering model model yang relevan dan sering. digunakan dalam penanganan konflik antara lain Model Krisis preskripsi untuk. menyampaikan informasi untuk menenangkan korban bencana dan mengurangi perasaan. perasaan ketidakpastian Berpusat pada Tugas preskripsi yang berorientasi pada. pelaksanaan tugas tugas untuk mencapai tujuan tujuan yang telah ditetapkan dan. Pemulihan preskripsi untuk membantu korban konflik guna memperoleh kembali. daya kekuatan yang rosak karena konflik 6, Pendekatan yang relevan dengan masalah pengungsian akibat konflik adalah. pendekatan provisi sosial penyediaan pelbagai perkhidmatan yang diperlukan oleh para. korban bencana di tempat pengungsian seperti bahan makanan penampungan layanan. kesihatan MCK dan lain lain 7 Pendekatan sistem digunakan untuk mengelola pelayanan. dengan basis keluarga sehingga korban diupayakan agar bersatu dengan anggota anggota. keluarganya yang lain 8 Kesatuan keluarga di antara korban yang tinggal di pengungsian akan. menguatkan mental untuk dapat bertahan dalam kondisi sulit serta akan mengukuhkan. kekuatan mereka untuk mencari penyelesaian bersama Penyelesaian bersama inilah yang. dapat lebih efektif untuk keluar dari kondisi sulit kebersamaan adalah kekuatan dan. pendekatan behavioristik penanganan kelakuan yang bermasalah akibat situasi yang sangat. menekan karena situasi konflik Pendekatan ini didasarkan pada kultur korban 9. Metode dan teknik penanganan bencana yang digunakan di Kabupaten Sambas. prosesnya terdiri dari tahap tahap intake penilaian penyusunan rencana intervensi. pelaksanaan intervensi penilaian dan penyeliaan Alat yang digunakan dalam penanganan. korban konflik ini antaranya a alat alat untuk recording seperti tape recorder handy camp. photography camera b Filing cabinet untuk arkib pencatatan kasus c alat alat permainan. untuk anak anak seperti bola balon alat permainan untuk pendidikan puzzle dll d. makanan spesifik untuk anak anak dan e ruang kaunseling Indikator yang dijadikan. penilaian keberhasilan layanan beberapa di antaranya. a Kebutuhan gizi korban bencana terpenuhi, b Sistem pendukung tersedia saran MCK air bersih tenda untuk pengungsi untuk ruang. kesihatan untuk ruang kaunseling dapur umum,c Masalah masalah sosial ekonomi teratasi.
d Anak anak berkumpul dengan keluarganya, e Ada partisipasi dari korban bencana dan dari masyarakat lokal. f Kontinuiti pelayanan dapat dijaga dan lancar tidak terjadi statik. g Lingkungan pengungsian aman tidak terjadi kriminil tindak kekerasan dll. h Pasca bencana korban dapat kembali ke rumahnya atau mendapat tempat tinggal lain. serta dapat meneruskan kehidupannya secara normal 10. Pencegahan dan Penguatan Kapasiti Penanganan,Pencegahan Korban Konflik. Pencegahan korban Konflik adalah proses mencegah terjadinya konflik menghambat. perkembangan konflik agar tidak lebih luas serta menghindari terulangnya kembali. terjadinya konflik Pencegahan ini merupakan tindakan tindakan untuk menghambat. menghilangkan bahaya yang menyebabkan terjadinya konflik yang mempunyai akibat. rosaknya kehidupan masyarakat Secara lebih terperinci pencegahan ini untuk. Menghilangkan faktor faktor yang dapat menimbulkan konflik yang akan terjadi di. wilayah setempat, Mengurangi faktor faktor yang dapat menimbulkan konflik. Menghindari terulangnya kembali konflik,Menghambat perkembangan terjadinya konflik. Upaya yang dilakukan dalam pencegahan terjadinya konflik. lihat pada jadual 3,Pencegahan Konflik,Kategori Pencegahan Upaya Nyata.
Menghilangkan faktor faktor yang dapat Menguatkan ideologi nasionalis sebagai bangsa yang sama dan. menimbulkan konflik di suatu wilayah negara yang sama. Pembauran alami dan sistematis dalam pengawasan ketat. mempunyai kemudahan kesamaan kultur, Pembauran religi dan kekeluargaan dalam bentuk perkahwinan. Mengurangi faktor faktor yang dapat Melakukan penyuluhan sosial terhadap pendatang. menimbulkan bencana Membuat aturan yang jelas dalam semangat keadilan dalam. berusaha dan penguasaan sektor sektor tertentu misalnya. ekonomi politik, Menguatkuasakan aturan yang sama dalam penegakan hukum. Akulturasi budaya dalam kesepakatan aturan yang mengikat. berbagai pihak yang terlibat, Mempererat silaturahmi di antara tokoh masyarakat dan. anggota masyarakat, Menciptakan kegiatan kegiatan bersama yang dieksport dalam. media publikasi yang tersebar, Menghindari terulang kembali konflik Mengkaji ulang akar permasalahan konflik lalu untuk dijadikan.
pedoman pemersatuan, Menghindari kegiatan kegiatan yang dapat memicu kembali. Mengeksport berbagai kegiatan bernuansa perdamaian di. antara kedua belah pihak, Menjaga pendedahan berbagai peristiwa insiden kecil yang. melibatkan pihak pihak yang pernah bertikai,Penegakan hukum yang berkeadilan dan transparan. Menghambat perkembangan terjadinya Penempatan warga dalam kategori perbezaan etnik agama. konflik ideologi dsb, Menjaga sentuhan langsung bernuansa rawan kepentingan di. antara suku yang berbeza,Mempertinggi intensiti monitor dari pemerintah.
Penegakan hukum sedini dan secepat mungkin, Sumber Tumanggor Rusmin Jaenal Aripin Imam Soeyoeti 2004 Bappeda Provinsi Kalimantan Barat. 2004 Dinas Sosial Kabupaten Sambas 2004 Laporan Kajian Penguatan Kelembagaan Masyarakat. Dalam Penanganan Kawasan Berpotensi Konflik di Indonesia 2005. Penguatan Kapasiti dalam Pencegahan,Organisasi Pelaksana. Dalam pencegahan konflik perlu ditentukan suatu sistem atau organisasi pelaksana. sebagai upaya untuk memperkuat kapasiti dalam pencegahan konflik Upaya ini antara lain. terdiri dari Pemerintah Pusat dan Instansi Pusat terkait seperti Departemen Sosial. Departtemen Kesehatan Badan Kordinasi Nasional dsb Di tingkat provinsi dan kabupaten. kota terdiri dari instansi pemerintah daerah terkait seperti Gabenor Bupati Walikota. Satuan Kordinasi Pelaksana Satuan pelaksana dsb Selain itu dilibatkan juga organisasi sosial. kemasyarakatan dunia usaha perguruan tinggi dan lembaga lembaga nasional. internasional yang bergerak di bidang penanganan konflik. Dalam menentukan kegiatan utama dalam pencegahan antara lain dilakukan. penyuluhan sosial tentang bencana akibat konflik dimaksudkan untuk meningkatkan. kesedaran masyarakat terhadap bencana konflik serta bagaimana upaya untuk. mengatasinya Dari kegiatan ini diharapkan terjadi perubahan perilaku dari masyarakat. antara lain dapat dilakukan melalui kampanye tentang bencana akibat konflik. mengupayakan penyedaran serta penggalang partisipasi masyarakat dalam setiap. permasalahan bencana konflik sekali gus memantapkan ketahanan sosial masyarakat. dengan mengupayakan dan memperkuat organisasi ataupun kelompok yang ada di tengah. masyarakat dengan segala potensi yang dimilikinya, Sistem Sasaran dan Pendukung Pelaksanaan dalam Pencegahan. Individu individu di daerah rawan konflik,Keluarga keluarga di daerah rawan konflik. Kelompok organisasi kemasyarakatan di daerah rawan konflik. Sumber daya alam dan potensi wilayah, Lembaga lain yang tidak terkait langsung dengan permasalahan konflik.
Kepedulian masyarakat pada masalah konflik11,Teknologi Layanan dalam Pencegahan. Model yang digunakan untuk mencegah konflik di antaranya Locality development. Social planning dan Social action dengan pendekatan Casework Groupwork Community. Organization dan atau Community Development Berdasarkan model pendekatan tersebut. teknik yang digunakan antara lain penyuluhan perencanaan sosial penyelidikan advokat. dan recording Strategi yang digunakan berbasis individu keluarga dan masyarakat Proses. yang dilakukan pada masing masing tahapan dilengkapi dengan kegiatan yang berstruktur. dan terencana dengan alat atau perlengkapan yang digunakan adalah diskusi wawancara. dan pembimbingan dengan penilaian pemberian motivasi dan tindak lanjut Ukuran. Keberhasilan layanan dalam pencegahan terulangnya konflik antara lain hilangnya faktor. faktor yang menimbulkan konflik berkurangnya faktor faktor yang menimbulkan konflik. tidak terulangnya kembali konflik terhambatnya perkembangan konflik adanya persiapan. dari masyarakat untuk menghadapi terulangnya konflik. Pengembangan Pasca Penanganan Korban konflik, Pengembangan pasca penanganan korban bencana konflik merupakan kegiatan. penguatan melalui memulihkan korban bencana setelah mereka mengalami pengungsian. baik yang kembali ke tempat asal berbaur dengan masyarakat lokal di mana mereka. mengungsi atau di relokasi Kegiatan ini secara umum bertujuan untuk. a Meningkatkan kondisi ekonomi korban bencana, b Meningkatkan integrasi sosial solidariti sosial dan toleransi sosial antar korban. bencana dengan masyarakat asal atau masyarakat lokal. Organisasi Pelaksana, Organisasi pelaksana dalam upaya pengembangan pasca penanganan korban. bencana konflik seperti ini perlu melibatkan unsur unsur Dinas Sosial atau kesejahteraan. sosial kota kabupaten atau dinas lain yang melaksanakan fungsi usaha kesejahteraan sosial. Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat kota kabupaten atau badan lain yang. melaksanakan fungsi perlindungan masyarakat Lembaga Swadaya Masyarakat LSM baik. lokal mahupun regional forum warga iaitu suatu wadah kegiatan masyarakat yang di. dalamnya terdiri dari berbagai unsur dan lapisan warga masyarakat dan Instansi lain yang. melaksanakan upaya penanganan korban bencana tingkat kabupaten dan kota Beberapa hal. yang penting dalam pengembangan pasca penanganan korban konflik diarahkan pada. kegiatan kegiatan, a Peningkatan ekonomi korban bencana antar warga masyarakat.
b Peningkatan integrasi dan solidariti sosial toleransi sosial antar warga masyarakat. Sistem pelaksanaan dalam pengembangan pasca penanganan korban konflik ini. adalah masyarakat melalui Forum Warga Forum dalam sistem pelaksana perubahan ini. berfungsi untuk,a Melakukan pertemuan rutin,b Menyusun rencana dan aksi bersama. c Memelihara keberhasilan yang telah dicapai, d Melakukan pemantauan dan penilaian kegiatan yang berlangsung. e Menyempurnakan kegiatan 12, Selain itu pihak lain yang terlibat adalah Dinas sosial atau kesejahteraan sosial. kota kabupaten Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat kota kabupaten atau. badan lain yang melaksanakan fungsi perlindungan masyarakat Lembaga swadaya. masyarakat LSM baik lokal mahupun regional l Instansi lain yang melaksanakan upaya. penanganan korban bencana tingkat kota kabupaten yang selayaknya hanya bertindak. sebagai fasilitator, Dalam menentukan kegiatan utama dalam pencegahan antara lain dilakukan. penyuluhan sosial tentang bencana akibat konflik dimaksudkan untuk meningkatkan. kesedaran masyarakat terhadap bencana konflik serta bagaimana upaya untuk. mengatasinya Dari kegiatan ini diharapkan terjadi perubahan perilaku masyarakat antara. lain dapat dilakukan melalui kampanye tentang bencana akibat konflik mengupayakan. penyedaran serta penggalang partisipasi masyarakat dalam setiap permasalahan konflik. sekali gus memantapkan ketahanan sosial masyarakat dengan mengupayakan dan. memperkuat organisasi ataupun kelompok yang ada di tengah masyarakat dengan segala. potensi yang dimilikinya,Sistem Sasaran dan Pendukung Pelaksanaan.
Para korban bencana kerusuhan dan masyarakat asal atau masyarakat lokal meliputi. para tokoh masyarakat para kepala keluarga para ibu rumah tangga dan para. Tenaga fasilitator yang memiliki keahlian khusus yang dibutuhkan oleh masyarakat. sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh masyarakat melalui forum warga. Stimulus baik berupa dana sarana dan prasarana sesuai dengan kegiatan yang akan. dilaksanakan oleh masyarakat melalui forum warga, Penyeliaan supervisi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. melalui forum warga, Teknik Pengembangan Pasca Penanganan Korban Konflik. Pemetaan Sosial, Sasaran kegiatan ini adalah tersedianya informasi tentang masalah dan kebutuhan. masyarakat korban bencana termasuk di dalamnya nilai nilai budaya lokal institusi lokal. serta organisasi organisasi lain yang ada di wilayah tempat tinggal mereka Penggunaan. teknik Pemetaan sosial ini bertujuan untuk menganalisis masalah dan potensi yang dimiliki. masyarakat Langkah langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut. Pendefinisian konsep, Untuk menyamakan persepsi tentang masalah kebutuhan dan potensi perlu dilakukan diskusi kelompok. terfokus yang melibatkan kelompok terkait,Menemu kenali masalah.
Kegiatan adalah memberi kemudahan kepada masyarakat dalam mengidentifikasikan kondisi situasi dan. masalah sosial di sekitar mereka serta upaya upaya apa yang telah dilakukan dan hambatan hambatan apa. yang dihadapi,Menemu kenali potensi, Kegiatan ini adalah memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mengidentifikasikan potensi yang. dimiliki sehingga dapat menjadi bahan masukan untuk menyusun rencana pemecahan masalah Potensi. potensi yang harus diketahui antara lain adalah,Local knowledge. Pengetahuan masyarakat tentang alam spiritual dan sebagainya yang dapat meningkatkan kesedaran. mereka terhadap kekayaan yang mereka miliki,Local skill. Keterampilan yang dimiliki masyarakat Dengan memahami keterampilan masyarakat diharapkan mereka. dapat mengatasi masalah sesuai dengan tingkat kemampuannya. Local culture, Mengenali adat istiadat nilai nilai kebiasaan kebiasaan yang berkembang dan dianuti oleh masyarakat. yang dapat dijadikan sumber kekuatan bagi pemecahan masalah. Local process, Mengidentifikasikan bagaimana masyarakat melakukan diskusi pertemuan pertemuan mengambil.
keputusan untuk kepentingan bersama melakukan kegiatan bersama dan sebagainya. Local power, Mengidentifikasikan sumber sumber kekuatan yang dapat mempersatukan masyarakat karena karismatik. seperti kedudukan terhormat kesultanan tempat keramat dan lain lain. Local institution, Mengidentifikasikan berbagai institusi lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal seperti kelompok. pemuda kelompok kekerabatan kelompok arisan kelompok pengajian dan sebagainya. Menyusun Rencana Aksi Secara Partisipatif, Menyusun rencana aksi secara partisipasif merupakan teknik yang efektif guna. menggerakkan kelompok untuk membuat rancangan tindak yang nyata dalam kurun waktu. disertai dengan tugas dan tanggung jawab yang diuraikan secara rinci Pelaksanaan kegiatan. Rencana Aksi ini meliputi tujuh langkah kegiatan dapat dilihat seperti Jadual 4 di bawah. Jadual 4 Tahap Kegiatan Rencana Aksi Secara Partisipatif. Tahap Kontak Menjelaskan aktiviti yang akan direncanakan. Menjelaskan proses yang akan dilakukan dan hasil yang diharapkan. Menjelaskan rentang waktu untuk aktiviti yang akan dijalankan. Pancing partisipasi peserta, Tahap lingkaran Menanyakan pada kelompok tentang kondisi yang ingin dicapai ketika aktiviti selesai. serta apa yang ingin dirasakan dilihat atau didengar dari orang lain ketika aktiviti. sukses selesai, Membuat daftar respons yang didapati dari diskusi Sebut ini LINGKARAN SUKSES.
Tahap Kondisi Menanyakan pada kelompok tentang kekuatan dan kelemahan kelompok saat ini. serta kemungkinan keuntungan dan kerugian yang akan dialami kelompok sebagai. Objektif akibat dari rencana yang akan dijalankan, Membuat daftar respons yang didapati dari diskusi sebut KONDISI OBYEKTIF. Tahap Workshop Melakukan workshop untuk menemu kenali semua Agenda Tindakan seperti metode. workshop yang dilakukan sebelumnya, Membentuk beberapa Kelompok Kecil sesuai Agenda Tindakan yang diperoleh. Meminta setiap kelompok kecil untuk melakukan pemeriksaan ulang atas ide ide. kegiatan yang dihasilkan workshop, Meminta setiap kelompok kecil untuk memperbaiki atau memilih ide ide kegiatan. tersebut sehingga setiap ide kegiatan menjadi masuk akal untuk dikerjakan. Meminta kelompok kecil menyusun rencana tindakan berdasarkan ide ide kegiatan. menjadi rencana kegiatan yang tersusun secara logis dan kronologis. Meminta kelompok kecil mengklasifikasikan rencana tindakan tersebut dalam. kategori kategori Agenda Tindakan Aktiviti per Periode dan tentukan pula Indikator. Keberhasilan lihat di tabel kegiatan, Hasil dari kerja kelompok kecil adalah RINCIAN TUGAS. Tahap Membuat tabel kalender kegiatan, Meminta peserta menyusun kartu kartu ide tersebut dalam tabel kalender kegiatan.
Penjadualan dan Meminta seorang perwakilan dari setiap kelompok kecil menjelaskan setiap kegiatan. Penugasan yang ditempelkan di kalender, Meminta kepada forum untuk menilai secara kritis kegiatan apa yang diperlukan. tetapi belum dibahaskan tambahkan kegiatan yang diperlukan tersebut pada tabel. Tahap Refleksi Menanyakan kepada seluruh peserta apakah ada yang masih perlu disempurnakan. dari hasil yang dicapai,Menegakkan komitmen yang telah disepakati peserta. Sumber Tumanggor Rusmin Jaenal Aripin Imam Soeyoeti 2004 Bappeda Provinsi Kalimantan Barat. 2004 Dinas Sosial Kabupaten Sambas 2004 Laporan Kajian Penguatan Kelembagaan Masyarakat. Dalam Penanganan Kawasan Berpotensi Konflik di Indonesia 2005. Kegiatan di atas bertujuan untuk mendorong masyarakat memberikan sumbang. saran dan pemikiran serta berpatisipasi dalam merumuskan perencanaan yang jelas. memberikan kemudahan pada masyarakat untuk mendefinisikan berbagai variasi tugas. masing masing anggota masyarakat yang terperinci dalam perencanaan kerja memberi. kemudahan kepada masyarakat agar dapat menyusun dan menyepakati pembahagian tugas. masing masing anggota masyarakat dengan kesedarannya sendiri membantu masyarakat. menentukan sasaran dan sumber atau potensi yang dapat dimobilisasikan guna menunjang. kegiatan dalam perencanaan dan meningkatkan kesedaran masyarakat dalam menuju. kesepakatan bersama 13,Masalah dalam Penanganan Konflik. Masalah atau kendala yang dihadapi dalam penanganan konflik di Kabupaten Sambas. melalui berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh pemerintah baik pusat sampai daerah. memiliki karakter tertentu,Sosialisasi Perjanjian Damai dan Rawan Keamanan. Dalam upaya untuk mempertahankan hasil perjanjian damai di Sambas yang telah. ditandatangani oleh tokoh tokoh masyarakat dari kedua belah pihak yang bertikai selalu. mengalami kegagalan karena kerusuhan masih tetap terjadi Hal ini antara lain disebabkan. terbatasnya jumlah personel yang berperan dalam sosialisasi hasil perjanjian damai serta. kurangnya tenaga keamanan untuk menjaga pelaksanaan perjanjian damai tersebut Kendala. di bidang keamanan masih ada sebahagian warga masyarakat yang menyembunyikan. senjata rakitan sehingga tindak kejahatan masih sering terjadi Kerawanan dalam bidang. keamanan ini disebabkan masih lekatnya perasaan permusuhan antar kelompok yang terlibat. konflik Selain terbatasnya jumlah aparat keamanan jika dibandingkan dengan luasnya. wilayah konflik merupakan kendala tersendiri dalam upaya pemulihan keamanan Masalah. lain yang menjadi kendala adanya pihak pihak tertentu provokator yang tidak. menginginkan daerah daerah konflik tersebut menjadi aman. Selain itu karakter suku Melayu yang kurang menerima sistem perwakilan Segala. kesepakatan perdamaian hasil kebersamaan para tokoh suku atau yang dianggap tokoh baik. dari suku Madura mahupun Melayu tidak dapat mengikat perilaku suku Melayu Suku. Melayu memiliki karakter bahawa berbagai kesepakatan apa pun bentuknya baik. kesepakatan damai atau gencatan senjata harus melibatkan semua anggota masyarakat. Hal itu dibuktikan tebalnya dokumen kesepakatan yang ditandatangani semua anggota. masyarakat Melayu di Sambas 14,Perbaikan Kondisi Sosial Ekonomi Rakyat.
Kondisi politik dan keamanan lokal yang belum pulih mengakibatkan pula belum. pulihnya kondisi sosial ekonomi rakyat seperti aset ekonomi berupa lahan lahan pertanian. yang terlantar di wilayah konflik Kendala dalam mengatasi masalah sosial adalah kuatnya. prasangka sosial dan stereotaip dari satu pihak kepada yang lain Pada sisi lain kemampuan. pemerintah daerah setempat sangat terbatas untuk mengatasi masalah sosial dan sekali gus. mendanai perbaikan berbagai sarana dan prasarana ekonomi rakyat dan kemudahan umum. lainnya Begitu pula dana pemulihan bagi korban kerusuhan hanya berlangsung untuk. beberapa waktu,Keterbatasan Anggaran dan Tenaga Profesional. Terbatasnya anggaran pemerintah untuk membangun kembali berbagai kemudahan. umum terutama pendidikan merupakan kendala yang dialami oleh daerah konflik di. Kabupaten Sambas ini di samping terbatasnya kemampuan orang tua untuk menyekolahkan. anaknya akibat kerusuhan Selain itu banyak tenaga kependidikan yang enggan untuk. kembali mengajar di daerah konflik karena khawatir kerusuhan terjadi lagi. Kekurangan tenaga perubatan untuk ditempatkan di wilayah konflik mahupun. memberikan pelayanan kesihatan di lokasi pengungsian dan terbatasnya anggaran untuk. menanggulangi masalah kesihatan menjadi kendala yang sulit diatasi dalam upaya. penanganan kesihatan bagi korban kerusuhan Umumnya di daerah daerah konflik juga. kekurangan tenaga ahli untuk melakukan penyembuhan mental bagi warga masyarakat yang. mengalami trauma akibat kerusuhan ini,Kesimpulan dan Saranan. Konflik Sambas di Kalimantan Barat Indonesia merupakan kerusuhan komunal disebut. juga konflik horizontal Kerusuhan ini menimbulkan masalah politik keamanan sosial. ekonomi dan psikologi bagi pihak pihak yang bertikai khususnya keluarga dan anak anak. Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya korban meninggal dunia akibat. kerusuhan telah menimbulkan masalah masalah post traumatic stress disorder Konflik akibat. kerusuhan horizontal ini telah mengakibatkan segregasi fizik dan perpecahan pada. kelompok kelompok masyarakat yang bertikai Konflik suku Madura Melayu ini masih. menyisakan dendam tetapi berpotensi untuk rujuk kembali Dendam dimanifestasikan. dengan belum diterimanya suku Madura untuk kembali ke Sambas sehingga upaya. rekonsiliasi selalu gagal Potensi rujuk masih besar karena hubungan mereka menyisakan. kedekatan emosi dalam kenangan hidup bertetangga dan dalam ikatan pernikahan silang. Pola penanganan konflik sebahagian besar telah dapat dilaksanakan dengan baik walaupun. baru pada tingkatan tertentu Namun setidak tidaknya telah dilakukan untuk meredam. situasi konflik walaupun masih bersifat sementara melalui upaya penanganan rekonsiliasi. mahupun upaya upaya lainnya seperti penempatan semula masih berada di luar locus baik. dari pihak pemerintah mahupun non pemerintah Masih sedikit perubahan perubahan yang. berasal dari masyarakat lokal change from below Korban kerusuhan mengharapkan. kepada pemerintah agar tetap ada jaminan keamanan dan terwujudnya rekonsiliasi dan. kemudahan umum di tempat penempatan semula Terhadap masyarakat lokal korban. kerusuhan terhadap masyarakat tidak mudah terprovokasi menjaga agar tidak timbul. kembali kerusuhan melalui kerjasama antar masyarakat Bagi masyarakat di luar lokasi. kerusuhan agar dapat memberikan bantuan, Menstimulasi perubahan dari bawah change from below Upaya ini memerlukan. change agent profesional yang memiliki kelayakan seperti community development worker. CD worker yang bekerja bersama institusi institusi lain dan masyarakat membentuk sebuah. tim bekerja secara simultan melakukan berbagai aktiviti dari mulai perencanaan. pelaksanaan dan penilaian terkait pada berbagai dimensi kehidupan masyarakat sosial. ekonomi psikologi dan budaya Penguatan pada keluarga keluarga strengthening families. dalam berbagai aspek kehidupan sosial ekonomi psikologis budaya sehingga memiliki. ketahanan dalam aspek aspek tersebut Pada suatu saat penguatan terhadap keluarga dapat. mengakibatkan ketahanan dalam masyarakat seperti pengembangan nilai trust dalam. masyarakat dan mempublisitikan kegiatan bersama di antara suku Madura dan Melayu. dalam berbagai program pembangunan dengan suasana kekeluargaan yang damai melalui. media cetak dan elektronik Menghidupkan kembali karakter karismatik yang dapat dijadikan. acuan perilaku bagi kedua suku Madura Melayu seperti penobatan Sultan Sambas perlu. dikembangkan dan diberi kesempatan untuk menyatukan kembali suku yang bertikai dalam. koridor silaturahmi tidak dalam pendekatan formal rekayasa pemerintah Penyelesaian. masalah re evakuasi pengungsi baik melalui penempatan semula mahupun rekonsiliasi bila. mungkin sebab penyelesaian masalah pengungsi terkait dengan penyelesaian masalah. masalah lainnya seperti kegiatan kegiatan ekonomi memfungsikan kembali pasar. pertokoan dan lain lain perbaikan sarana dan prasarana pendidikan termasuk kegiatan. belajar mengajar perbaikan sarana dan prasarana kesihatan rekonstruksi tata kota dan lain. lain Upaya berencana dan sistematis untuk meningkatkan kesedaran berbangsa dan. bernegara karena persoalan bangsa belum selesai Upaya ini dapat dilakukan melalui. berbagai kegiatan baik sektor mahupun lintas sektor. Secara keseluruhannya menangani konflik tidak sederhana karena harus didasari. pada falsafah paradigma pendekatan model yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. masyarakat Rekomendasi perlu kajian dari tingkatan falsafah dan prinsip prinsip kerja. pendekatan saintifik akademik sampai memilih dan menentukan penggunaan teknologi yang. sesuai dengan kebutuhan di tingkat operasional Hal ini akan efektif dalam spektrum yang. luas bila dibangunkan atas asas transparensi dan akauntabiliti hingga mampu memulihkan. masyarakat bersama instansi pemerintah daerah antara pemerintah daerah dengan aparat. keamanan mahupun antar instansi aparat keamanan sendiri Koordinasi tersebut dapat. terjadi secara vertikal mahupun horizontal, Azra Azyumardi Ed Agama dalam Keragaman Etnik di Indonesia Jakarta Badan Penelitian. dan Pengembangan Agama Departemen Agama RI 1998, Bohm RP C J Fatlolon Dkn Costan Fr Pr eds Lintasan Peristiwa Kerusuhan Maluku tahun.
1999 2002 Ambon Keuskupan Amboina 2002, Campbell Tom Tujuh Teori Sosial Sketsa Penilaian dan Perbandingan Jakarta Kanisius. Chambersa Robert Rural Development Putting the Last First London Longman Inc 1983. Departemen Kominfo Dokumen elektronik Sisfonas 2010 sebagai tulang punggung. Aplikasi e Government www depkominfo go id 2002, Ecip S Sinansari Darwis Waru Alip Yog Kunandar Rusuh Poso Rujuk Malino Jakarta. Cahaya Timur 2002, Edi Patebang Eri Sutrisno Konflik Etnis Di Sambas Jakarta Institut Studi Arus Informasi. Fath Zakaria Mozaik Budaya Orang Mataram Mataram Sumurmas Al Hamidy 1998. Fisher S dkk Mengelola Konflik Ketrampilan Dan Strategi Untuk Bertindak Jakarta The. British Council 2000, Fukuyama Francis The Great Disruption New York Touchtone Ltd 1999. Germani Gino ed Modernization Urbanization and the Urban Crisis Boston Little Brown. and Company 1973, Giddens Anthony David Held Perdebatan Klasik dan Kontemporer Mengenai Kelompok.
Kekuasaan Kelompok dan Konflik Teori Sosial Kontemporer Jakarta CV Rajawali. Hartono Harry S Kerusuhan Antaretnis Penyebab dan Dampaknya Terhadap Guru dan Siswa. Kasus Kerusuhan di Kab Sambas Kalimantan Barat Jakarta Depdiknas RI. www depdiknas go id, Ignas Kleden John Julaman Timur dan Barat di Indonesia Perspektif Integrasi Baru Jakarta. The Go East Institute 2000, Jim Ife Community Development Community Based Alternatives In An Age Of Globalization. Australia Cath Godfery 2002, Koentjaraningrat Pengantar Ilmu Antropologi Jakarta Penerbit Aksara Baru 1980. Lambang Triono Keluar Dari Kemelut Maluku Yogyakarta Pustaka Pelajar 2001. Pengungsi Sambas Menyerbu Kantor Bappeda Kalbar Laporan Daerah Liputan 6 SCTV. 2004 www sctv co id, Ma arif Jaimun Manual Advokasi Resolusi Konflik antara etnik dan agama Kartasura Solo. Ciscore 1999, Musa Pabali H Sejarah Kesultanan Sambas Kalimantan Barat Kajian Naskah Raja Raja dan.
Silsilah Raja Sambas Pontianak STAIN Pontianak Press 2003. Naskah Inpres No 6 tahun 2003 www ri go id, Pemerintah Kabupaten Sambas Kabupaten Sambas Dalam Angka Sambas Regency in. Figures Sambas Terbitan Badan Pusat Statistik BPS Kabupaten Sambas 2002. Penanganan Pengungsi Sambas Butuh Waktu Lama Kompas 25 April 2001. Ratna Megawangi Membiarkan Berbeda Bandung Mizan 1999. Ribuan Pengungsi di Kalbar Terancam Tak Ikut Pemilu 2004 Kompas 07 April 2003. Saad Munawar M Sejarah Konflik Antar Suku di Kabupaten Sambas Pontianak Kalimantan. Persada Press 2003, Santoso Budi Tragedi Sambas Menurut Antropolog dan Sosiolog Kompas 1988. Sinansari ecip S Darwis Waru Alip Yog Kunandar Rusuh Poso Rujuk Malino Jakarta. Cahaya Timur 2002, BATHO PELE putting people first dalam South Africa Government Online www gov. za index html, Tadjoeddin Muhammad Zulfan Anatomy of Social Violence In The Context of Transition. Jakarta UNSFIR 2002, Taufiq A Tuhana Konflik Maluku Yogyakarta Gama Global Media 2000.
Tumanggor Rusmin Jaenal Aripin Imam Soeyoeti Konflik dan Modal Kedamaian Sosial. dalam Konsepsi Kalangan Masyarakat di tanah Air Jakarta LEMLIT dan LPM UIN. Syarif Hidayatullah bekerja sama dengan BALATBANGSOS Depsos RI 2004. Wallace A Ruth Alison Wolf Contemporary Sosiological Theory Continuing The Classical. Tradition Prentice Hall Inc Englewood Cliffs New Jersey 1986.


Related Books

ESTIMATION AND MAPPING OF SOIL ORGANIC CARBON STOCKS IN ...

ESTIMATION AND MAPPING OF SOIL ORGANIC CARBON STOCKS IN

Professor S.KOppong [KNUST] Dr. AlfredDuker [KNUST] THESIS ASSESSMENT BOARD: Prof. Dr.Ing.W.Verhoef(Chair), ITC, The Netherlands F.K. Mensah M.Phil.(External examiner),CERGIS, University of Ghana ESTIMATION AND MAPPING OF SOIL ORGANIC CARBON STOCKS IN CROPLANDS OF THE BECHEM FOREST DISTRICT, GHANA DIVINE MAKAFUI YAO AGBOADOH

Laporan Praktikum Alkalimetri - Nahri Azizah

Laporan Praktikum Alkalimetri Nahri Azizah

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan kadar CH 3 ... dan dalam lingkungan alkali anionnya ... walaupun kelarutan NaOH

Best Practice Guide for the Treatment of Nightmare ...

Best Practice Guide for the Treatment of Nightmare

Practice Guide for the Treatment of Nightmare Disorder toms using standard questions and behaviorally anchored rating scales, including for nightmares associated with PTSD. Several versions of CAPS have been used over the years10: CAPS-DX (formerly CAPS-1), a diagnostic version to assess PTSD symp-

RAMPS User Manual

RAMPS User Manual

User Manual for the Activity Planning Module Energy and Performance Information Center (EPIC) U.S. Department of Housing and Urban Development

Privacy-Preserving Machine Learning for Speech Processing

Privacy Preserving Machine Learning for Speech Processing

CONTENTS i introduction 1 1 thesis overview 2 1.1 Motivation 2 1.2 ThesisStatement 2 1.3 SummaryofContributions 4 1.4 ThesisOrganization 5 2 speech processing background 6

Adaptive Laplace Mechanism: Differential Privacy ...

Adaptive Laplace Mechanism Differential Privacy

It is signi?cant and timely to combine differential privacy and deep learning, i.e., the two state-of-the-art techniques in privacy preserving and machine learning. However, this is a challenging task, and only a few scienti?c studies have been conducted. In [9], Shokri and Shmatikov proposed a dis-

2018 Epic User Manual

2018 Epic User Manual

1 1. INTRODUCTION This user manual is specific to your Specialized Epic bicycle. It contains important safety, performance and technical information, which you should ...

Epik User Manual - isp.ncifcrf.gov

Epik User Manual isp ncifcrf gov

Chapter 1 Epik 2.0 User Manual 1 Epik User Manual Chapter 1: Introduction Epik is a program for the prediction of the pK a values of the ionizable groups in ligands, and

ePIC user manual for Industry - Europa

ePIC user manual for Industry Europa

Version Changes Date 1.5 Changes to section 6.1 of the export notification form Enhanced search for chemicals SDS language Clarification on importer details

SECTION 1: Example Exercise Outcomes SECTION 2 ...

SECTION 1 Example Exercise Outcomes SECTION 2

Free E -Tray Exercise Ainswell Consulting Partners - Questions Instructions Please read the instructions on this page, then turn over the page to begin the exercise. There are 4 e-mails requiring your response, each appear just as you would use in an office environment. Some of these items may appear to describe isolated issues, while others link