Optimasi Penjadwalan Pemasangan Instalasi Listrik Dan -Books Pdf

OPTIMASI PENJADWALAN PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK DAN
26 Mar 2020 | 60 views | 0 downloads | 18 Pages | 883.66 KB

Share Pdf : Optimasi Penjadwalan Pemasangan Instalasi Listrik Dan

Download and Preview : Optimasi Penjadwalan Pemasangan Instalasi Listrik Dan


Report CopyRight/DMCA Form For : Optimasi Penjadwalan Pemasangan Instalasi Listrik Dan



Transcription

Proses produksi yang efektif dan efisien adalah sesuatu yang ingin dicapai setiap perusahaan. manufaktur saat ini Biaya mutu dan waktu menjadi hal yang sangat berpengaruh dalam sebuah. produksi Pada manajemen proyek sebelum proyek dikerjakan perlu adanya tahap tahap. pengelolaan proyek yang meliputi tahap perencanaan tahap penjadwalan dan tahap. pengkoordinasian Dari ketiga tahapan ini tahap perencanaan dan penjadwalan adalah tahap. yang paling menentukan berhasil tidaknya suatu proyek karena penjadwalan adalah tahap. ketergantungan antar aktivitas yang membangun proyek secara keseluruhan Penjadwalan. sendiri harus disusun secara sistematis dengan penggunaan sumber daya secara efektif dan. efisien agar tujuan proyek bisa tercapai secara optimal Pemecahan masalah penjadwalan yang. baik dari suatu proyek merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam pelaksanaan proyek. untuk selesai tepat pada waktunya yang merupakan tujuan pokok baik bagi kontraktor maupun. pemiliknya Riza Arifudin 2012, Tahap perencanaan proyek kendala yang sering dihadapi adalah pada saat menentukan. waktu penyelesaian aktivitas suatu proyek Proyek disini sering mengalami kelebihan waktu. keterlambatan dan biaya yang diinginkan oleh owner pemilik tidak sesuai kontrak yang sudah. ditandatangani seharusnya suatu proyek harus diselesaikan dengan kontrak yang telah. disepakati antara pemilik dengan pelaksana Upaya upaya yang harus dilakukan adalah dengan. mempercepat penyelesaian aktivitas aktivitas tertentu dengan menggunakan manajemen proyek. masalah yang timbul pada saat pelaksanaan proyek dapat diatasi dengan adanya menajemen. proyek tersebut Upaya yang harus ditempuh adalah mempercepat penyelesaian aktivitas. aktivitas tertentu dengan salah satu alat atau tools yang bisa digunakan yaitu Project Crashing. Problem Imam Soeharto 1999 294 keterlambatan penyelesaian aktivitas sebelum waktu. pelaksanaan proyek secara keseluruhan selesai Pada Project Crashing Problem atau yang. disebut analisa waktu dan biaya yang berkenaan dengan trade off antara mempersingkat waktu. penyelesaian aktivitas dengan konsekuensinya akan terjadi kenaikan biaya langsung dan. penurunan biaya tidak langsung namun tidak mengorbankan kualitas. Kementerian Pertahanan telah bekerjasama dengan PT PAL Indonesia Persero karena. pemanfaatan produksi dalam negeri tidak kalah kualitasnya dengan produk industri dari luar. dengan menggunakan material dalam negeri Kerjasama itu dalam rangka membangun kapal. perang jenis Kapal Cepat Rudal 60 meter Viva co id news 2014. 2 Metodologi Penelitian, Metodologi penelitian menguraikan langkah langkah yang terencana dan sistematis yang. dilaksanakan agar proses pengerjaan penelitian dapat terstruktur dan dapat mencapai tujuan. yang ditetapkan sebelumnya dengan baik Dalam penelitian ini kegiatan dibagi dalam beberapa. tahap yaitu tahap identifikasi masalah tahap pengumpulan dan pengolahan data tahap analisa. dan pembahasan serta tahap kesimpulan dan saran Tahapan tersebut dapat dijelaskan sebagai. 2 1 Identifikasi Masalah, Menentukan permasalahan yang akan dibahas yaitu penyusunan jadwal waktu yang. merupakan salah satu masalah yang akan mempengaruhi kinerja pelaksanaan proyek. pemasangan Instalasi Listrik dan Navkom pada pembuatan Kapal Cepat Rudal 60 dimana. pelaksanaan proyek ini dilaksanakan oleh PT PAL Indonesia Persero Latar belakang menjadi. dasar dalam perumusan masalah agar penelitian ini dapat menjadi lebih fokus dan terarah. sehingga pemecahan masalah dapat dilakukan lebih baik. 2 2 Pengumpulan Data, Pada tahapan berikut ini memasukkan data proyek pemasangan Instalasi Listrik dan. Navkom pada kapal Data data proyek yang akan diperoleh tersebut meliputi struktur organisasi. perusahaan tersebut data waktu proses pelaksanaan proyek jumlah karyawan yang terlibat. serta pembiayaan penggunaan material dan biaya serta sumber daya lain yang dibutuhkan. 2 3 Pengolahan Data, Hasil pengumpulan data diolah berdasarkan dengan metode yang digunakan dalam.
penelitian ini metode yang digunakan metode Critical Path Methode CPM serta perhitungan. biaya proyek yang akan dikeluarkan baik kondisi awal dan percepatan sehingga menghasilkan. keuntungan yang diperoleh berikut dapat dilihat pada gambar 3 2 Flow Chart Pengolahan Data. Metode CPM langkah langkah dalam pengolahan data,2 4 Tahap Analisa data. Berikut tahap analisa data dengan melakukan beberapa analisis terhadap hasil penelitian. yang diperoleh dan memberikan pembahasan sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan. maka didapat beberapa data dari hasil analisis diantaranya adalah. a Analisis jalur kritis yang terjadi pada proyek, b Analisis pertambahan biaya saat waktu proses dipercepat. c Analisis pada keuntungan perusahaan,2 5 Tahap Penarikan kesimpulan dan Saran. Pada tahap ini merupakan tahap akhir dimana dilakukan penarikan kesimpulan dan saran. Kesimpulan akan menajawab tujuan penelitian yang telah dirumuskan diawal berdasarkan hasil. penelitina ini Sedangkan saran akan memberikan masukan untuk penelitian. 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data, Pada bagian ini akan disampaikan mengenai pengumpulan data yang kemudian hasilnya. akan diolah untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. 3 1 Deskripsi dan Durasi Pekerjaan, Perencanaan adalah penentuan syarat terhadap sumber sumber proyek urutan.
penggunaan dalam berbagai operasi yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran yang. diinginkan Namun perencanaan tidak lengkap bila disertai faktor waktu tapi waktu hendaknya. fleksibel terhadap pertimbangan financial sosial dan faktor lain dalam perencanaan Sedangkan. hubungan keterkaitan antara kegiatan dan durasi tiap kegiatan dapat dilihat pada tabel tabel. dibawah ini, Tabel 3 1 Uraian kegiatan Aktivitas Pendahulu Durasi Kegiatan. 3 2 Biaya Proyek, Perkiraan biaya proyek memegang peranan yang penting dalam penyelenggaraan suatu. proyek dengan penyelenggaraan kegiatan proyek mulai dari tahap perencanaan pelaksanaan. dan pengendalian akan dihitung dalam nilai uang Maka pengalaman dan ketelitian akan sangat. penting dalam perhitungan penyusunan perkiraan biaya proyek Soeharto 1997 Ada beberapa. jenis biaya yang berhubungan dengan pembiayaan suatu proyek konstruksi yaitu jenis biaya. langsung Direct Cost dan biaya tak langsung Indirect Cost. 3 3 Biaya Langsung DirectCost, Biaya langsung adalah semua biaya yang langsung berhubungan dengan pelaksanaan. pekerjaan konstruksi dilapangan Biaya langsung dapat diperoleh dengan mengalikan. volume kuantitas suatu pekerjaan dengan harga satuan unit cost pekerjaan tersebut Harga. satuan pekerjaan tersebut terdiri atas harga bahan upah buruh dan biaya peralatan Pada Tabel. 4 2 daftar harga material komponen yang digunakan oleh perusahaan untuk melaksanakan. pekerjaan perakitan dan pemasangan Instalasi Listrik dan Navkom pada Kapal Cepat Rudal 60. Tabel 3 2 Daftar Harga Material pada Instalasi Listrik dan Navkom. Sedangkan yang termasuk dalam biaya tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang. langsung berhubungan dengan kegiatan atau langsung bekerja di lapangan Tabel 4 3. menyajikan daftar upah tenaga kerja perhari untuk jam normal. Tabel 3 3 Upah Gaji Tenaga Kerja Hari, Upah lembur dihitung tiap hari kerja yang disesuaikan dengan jabatan pekerjaan pada tiap. pekerja Pekerjaan lembur dapat diadakan suatu waktu apabila memang diperlukan seperti untuk. mengejar waktu penyelesaian proyek apabila terjadi kemunduran Jam lembur dilakukan 2 jam. setiap harinya setelah jam bekerja normal Berikut Tabel 4 4 memberikan biaya upah lembur. perhari tiap jabatan pekerja,Tabel 3 4 Upah Lembur Perhari.
Dalam sehari ada 8 jam kerja normal yaitu 08 00 12 00 WIB jam 13 00 17 00 WIB dan 1. jam istirahat Apabila diadakan kerja lembur sehari maksimal 3 jam yaitu mulai jam 17 00 20 00. WIB Dalam 1 minggu ada 5 hari kerja hari sabtu dan minggu libur untuk hitungan pembayaran. lembur 1 173 x Upah Gaji Pokok Tarif ini sesusai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja. Nomor KEP 102 MEN VI 2004 pasal 11 apabila ada karyawan yang masuk dalam hari tersebut. maka dinyatakan lembur selama 6 jam dimulai dari jam pertama kecuali karyawan yang all in. 3 4 Biaya Tak Langsung Indirect Cost, Biaya tak langsung dapat dinyatakan keterikatannya dalam kegiatan antara lain eksploitasi. peralatan dan mesin pengeluaran supervisor administrasi lapangan biaya pengawasan dan. lain lain Soeharto 1997 biaya yang termasuk biaya tak langsung adalah. a Biaya yang termasuk dalam overhead adalah komponen biaya meliputi pengeluaran. operasi perusahaan yang dibebankan pada proyek, b Biaya tak terduga contingencies Kontingensi adalah cadangan biaya dari suatu. perkiraan biaya atau anggaran untuk dialokasikan pada butir butir yang belum ditentukan yang. menurut pengalaman dan statistik menunjukkan selalu diperlukan Makin jauh proyek berjalan. makin banyak masukan data dan informasi sehingga masalah yang belum menentu pun akan. banyak demikian halnya dengan kontingensi Pada umumnya biaya ini diperlukan antara 0 5. 5 dari total proyek,3 4 Alokasi Tenaga Kerja, Sistem pengalokasian dan jumlah tenaga kerja tiap aktivitas diperoleh dari perencanaan. awal jadwal proyek yang dibuat oleh Devisi Kapal Perang PT PAL Persero Indonesia pada. proyek Pemasangan dan perakitan Instalasi Listrik dan Navkom untuk KRI Kapal Cepat Rudal 60. ini Jadi kebutuhan tenaga kerja yang sudah dialokasikan telah ditetapkan sebelum proyek. tersebut dilaksanakan Alokasi tenaga kerja pada pemasangan dan perakitan Instalasi Listrik dan. Navkom untuk KRI Kapal Cepat Rudal 60 proyek selengkapnya disajikan dalam tabel tabel. dibawah ini yang dimulai pada tahap design material input inspeksi dan pekerjaan. penginstalasian,Tabel 3 5 Alokasi Tenaga Kerja Awal. 3 5 Pengolahan Data, Penelitian ini diasumsikan dalam pengerjaanya mengerjakan tiga bagian pekerjaan yaitu.
design material input inspeksi dan pemasangan jaringan listrik dan navkom pada Kapal Cepat. Rudal 60 pemecahan masalah penjadwalan pelaksanaan proyek yang akan dikerjakan terdiri. dari dua kondisi yang digunakan yaitu, a Kondisi awal Kondisi awal ini dilaksanakan dengan waktu penyelesaian proyek yang. dilaksanakan oleh perusahaan sesuai dengan selama hari kalender. b Kondisi percepatan Kondisi percepatan merupakan kondisi usulan pelaksanaan proyek. alur percepatan menjadi lebih singkat setelah diketahui jika jaringan kritis dari jaringan kerja awal. yang sudah terbentuk,3 6 Penjadwalan Pelaksaanan Kondisi Awal. a Network Diagram merupakan suatu gambar jaringan yang digunakan perencana dalam. penyelenggaraan proyek yang memberikan informasi tentang kegiatan kegiatan yang. digambarkan dalam sebuah jaringan network Dalam jaringan tersebut dapat dilihat. ketergantungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya dapat dilihat pada Gambar 3 2. Network Diagram Kondisi Awal Pemasangan Jaringan Listrik dan Navkom. b Gantt Chart menggambarkan informasi tentang ruang lingkup tugas awal yang harus. diselesaikan sebagai syarat penyelesaian tugas berikutnya Untuk proses pengolahannya maka. data yang diperhatikan adalah waktu lamanya tiap kegiatan dan ketergantungan antar aktivitas. Gantt Chart kondisi awal dari kegiatan proyek dapat dilihat pada Gambar 3 3 Gantt Chart Kondisi. Awal Pemasangan Jaringan Listrik dan Navkom,3 7 Perhitungan Waktu Proyek dengan Metode CPM. a Perhitungan Maju Foward Computation perhitungan dapat dilaksanakan dengan. menggunakan persamaan dengan rumus,ES i j TE j 0,EF i j ES i j t i j TE i t i j 2 4. ES Saat tercepat dimulainya aktivitas,TE Saat tercepat terjadinya event.
EF Saat tercepat diselesaikannya aktivitas,t Waktu yang diperlukan untuk suatu aktivitas. i Kejadian awal,j Kejadian tujuan, b Perhitungan Mundur Backward Computation perhitungan dapat dilaksanakan. dengan menggunakan persamaan dengan rumus,LS LF t 2 9. LF i j TL dimana TL TE 2 10,LS i j TL j t i j 2 11. LS Saat paling lambat dimulainya aktivitas,LF Saat paling lambat diselesaikannya aktivitas.
TL Saat paling lambat terjadinya event,t Waktu yang diperlukan untuk suatu aktivitas. i Kejadian awal,j Kejadian akhir,3 8 Penentuan Jalur Kritis. a Total Float dihitung dengan cara mencari selisih antara saat paling lambat dimulainya. aktivitas dengan saat paling cepat dimulainya aktivitas dihitung dengan persamaan. S LS ES 2 12,S Total float,LS Saat paling lambat dimulainya aktivitas. ES Saat tercepat dimulainya aktivitas, Pada gambar dibawah ini dapat dilihat jalur kritis pada jaringan CPM kondisi awal. 3 10 Biaya Tenaga Kerja Peraktifitas Melaksanakan perhitungan biaya tenaga kerja. dibutuhkan data seperti durasi kegiatan upah tenaga kerja perhari jumlah dan alokasi tenaga. kerja peraktifitas atau kegiatan Secara perhitungan biaya tenaga kerja pada kondisi awal ini. dapat dirumuskan sebagai berikut, Durasi Kegiatan hari x Upah atau Gaji Pekerja x Jumlah Pekerja.
Untuk lebih lengkapnya perhitungan biaya tenaga kerja pada kondisi awal ini dapat. dihitung dengan memperhatikan durasi kegiatan upah sesuai dengan jabatan pekerja dan. jumlah tenaga kerjanya, Hasil dari perhitungan biaya tenaga kerja peraktifitas diatas dapat dituangkan dalam. bentuk tabel dapat dilihat pada Tabel 3 9 Biaya Tenaga Kerja Peraktifitas Pada Kondisi Awal. Tabel 3 9 Biaya Tenaga Kerja Peraktifitas Pada Kondisi Awal. 3 11 Penjadwalan Kondisi Usulan atau Percepatan Kondisi awal proyek dapat selesai. dalam kurun waktu 683 hari dengan biaya Rp 1 963 108 000 Dalam kondisi usulan ini akan. digunakan crash program untuk mempercepat waktu pelaksanaan proyek Crash program pada. penelitian ini dilakukan dengan memberlakukan jam lembur sedangkan crash program yang. digunakan adalah crash program dengan batasan waktu maksimal yaitu penyelesaian proyek. dengan batasan waktu maksimal yang ditetapkan oleh pemilik proyek Karena keterlambatan. pelaksanaan proyek maka diusulkan suatu penjadwalan dengan melakukan percepatan waktu. penyelesaian proyek menjadi lebih singkat yaitu 550 hari Adapun pemberlakuan kerja lembur. untuk aktifitas proyek yang dapat dilihat pada Tabel 3 10 Adapun asumsi asumsi yang. digunakan dalam crash program antara lain adalah, a Kegiatan yang dilaksanakan dapat dipotong atau dipercepat pelaksanaannya. b Dengan adanya jumlah sumber daya yang tersedia tidak merupakan suatu kendala dalam. pelaksaan proyek, c Jika dalam penyelesaian proyek diinginkan waktu penyelesain lebih cepat dengan lingkup. yang sama maka kebutuhan sumber daya akan bertambah. Tabel 3 10 Durasi Pekerjaan dari Percepatan, Diagram dibawah merupakan diagram waktu pekerjaan dipercepat. 3 12 Perhitungan Jalur Kritis Kondisi Percepatan, Hasil dari perhitungan biaya tenaga kerja peraktifitas yang dipercepat dapat dicari slope.
aktifitas yang berguna mengetahui perbandingan untuk memilih aktifitas kritis mana yang akan. diperpendek semakin kecil biaya untuk memperpendek priode waktu dari aktivitas tersebut. demikian sebaliknya Biaya perunit waktu atau slope untuk sembarang aktivitas dihitung dengan. Tabel 3 14 Tambulasi Biaya Normal Dipercepat dan,Slope Biaya. Tabel 4 15 Durasi Aktivitas Biaya Proyek Kondisi Awal dan Dipercepat. 3 13 Perubahan Biaya Tenaga Kerja dan Analisa Ekonomi Proyek Perubahan Biaya. Tenaga Kerja Setelah mengalami Crash Program maka terdapat perubahan biaya upah tenaga. kerja dikarenakan adanya kerja lembur atau percepatan durasi pekerjaan sebesar. Rp 2 075 214 406 Rp 1 963 108 000 Rp 112 106 406 dengan adanya percepatan. penyelesaian proyek tersebut adanya peningkatan biaya yang terjadi yaitu sebesar Rp. 112 106 406 selama 550 hari atau sekitar Rp 203 829 perhari. Analisa Ekonomi Proyek Data data yang dibutuhkan dalam melakukan analisa ekonomi. proyek untuk kedua kondisi data biaya langsung biaya tidak langsung dan nilai proyek. 1 Biaya Bahan Baku, Untuk mengetahui biaya bahan baku atau material yang disebut dengan biaya langsung. dapat dilihat pada data data seperti harga material proyek Tabel 4 2 untuk perincian perhitungan. biaya bahan baku atau material langsung yakni Rp 15 190 022 609. 2 Biaya Tenaga Kerja Langsung, Perhitungan biaya tenaga kerja langsung diperoleh dari total biaya untuk upah pada Tabel. 4 15 durasi aktivitas biaya tenaga kerja proyek kondisi awal dan dipercepat adapun kondisi total. biaya langsung kedua kondisi adalah, a Total biaya tenaga kerja langsung pada kondisi awal normal Rp 1 963 108 000. b Total biaya tenaga kerja langsung pada kondisi percepatan Rp 2 075 214 406. Perbedaan biaya tenaga kerja langsung pada kondisi awal normal dengan kondisi. percepatan terdapat selisih sekitar Rp 112 106 406. Untuk biaya tenaga kerja langsung pada kondisi percepatan mengalami perubahan biaya. Adanya penambahan biaya disebabkan karena adanya penambahan biaya tenaga kerja lembur. Sehingga hal ini merupakan konsekuensi diadakan percepatan dengan kerja lembur yang. dikarenakan keterlambatan pelaksanaan proyek waktu awal. 3 Biaya Tidak Langsung, Biaya tidak langsung yang terdapat pada proyek pemasangan instalasi listrik dan navkom.
ini antara lain adalah menyangkut biaya pemeliharaan fasilitas pengadaan barang administrasi. dan inspeksi lapangan besarnya biaya tidak langsung ini adalah 5 dari total biaya tenaga kerja. langsung dan biaya kelangsungan besarnya biaya tak langsung adalah. a Biaya tak langsung kondisi awal dengan waktu bekerja 683 hari. Rp 857 656 530 45 Rp 857 656 530 45, b Biaya tak langsung kondisi percepatan dengan waktu bekerja 550 hari Rp. 863 261 850 75, Dari perhitungan di atas bahwa biaya tak langsung proyek untuk kondisi percepatan. Rp 863 261 850 75 lebih besar dibandingkan dengan biaya tak langsung untuk kondisi awal. Rp 857 656 530 45 hal ini dikarenakan perusahaan harus memberi biaya additional tambahan. biaya kepada karyawan,a Kondisi awal dengan waktu bekerja 683 hari. Total biaya proyek I,Rp 18 110 787 139 45,b Kondisi percepat dengan waktu bekerja 550 hari. Total biaya proyek II,Rp 18 128 498 865 00, Untuk nilai proyek yang pemasangan instalasi listrik dan navkom senilai Rp.
18 957 000 000 Dari kondisi awal pengerjaan 683 memungkinkan terjadi potensial cost yaitu. penalty yang diberikan oleh client dimana penalty diberikan jika terjadi keterlambatan pengerjaan. dari waktu yang sudah ditentukan di dalam SPK Surat Perjanjian Kontrak 550 hari kerja untuk. pengerjaan instalasi tersebut besar penalty yang disepakati oleh perusahan dan client 10 dari. nilai proyek Sementara dengan kondisi percepatan yang mana lebih cepat 133 hari maka potensi. keterlambatan dikatakan 0 Akibatnya potensi kerugian serta keuntungan kondisi awal dan. kondisi percepatan dapat dihitung sebagai berikut,Kondisi Awal. Kontrak Proyek Proyek I Penalty 10, Rp18 957 000 000 Rp18 110 787 139 45 Rp 1 895 700 000. Rp 1 049 487 139 45,Kondisi Percepatan,Kontrak Proyek Proyek II. Rp 18 957 000 000 Rp 18 128 498 865 00,Rp 828 501 135 00. Dari perhitungan diatas terlihat bahwa keuntungan menggunakan percepatan terhindar. dari penalty client yang dimana nilainya cukup significant yakni sebesar Rp 828 501 135 00 dan. ditambah dengan kerugian 1 049 487 139 yang mana hal tersebut dapat mengurangi. berkurangnya kepuasan client dan meruginya perusahaan. 4 1 Analisa Critical Path Method CPM Kondisi Awal, Kondisi awal pada pelaksanaan proyek memerlukan waktu 683 hari untuk pengerjaan.
pemasangan instalasi dari perhitungan maju dan mundur seperti pada Tabel 3 6 dan Tabel 3 7. terdapat 16 kegiatan kitis yaitu suatu kegiatan dengan tabel float 0 dan ini berarti kegiatan. tersebut harus dilakukan dan tidak bisa ditunda dan apabila terjadi penundaan atau.

Related Books

User Manual - GEFOS Leica

User Manual GEFOS Leica

Intended as a quick reference field guide. The RoadRunner application program is described in a separate manual. xx Technical Reference Manual Overall comprehensive guide to the product and program functions. Included are detailed descrip- tions of special software/hardware settings and software/hardware functions intended for tech-nical specialists.-x. Table of Contents GPS1200+ 6 Table of ...

Polaris Sportsman 500 Atv 2009 Factory Repair Manual

Polaris Sportsman 500 Atv 2009 Factory Repair Manual

service specifications or troubleshooting procedure.Dwonload Service Repair Manual for Polaris Sportsman 500 Atv 2009 This is the complete service repair manual for the 2009 Polaris Sportsman 500 Atv. This is what your dealer will use to fix your ATV. It covers all the topics like: Engine, General

Trustmark Accident Insurance - explainmybenefits.com

Trustmark Accident Insurance explainmybenefits com

Trustmark Accident insurance pays cash directly to you for treatment for covered accidents. The plan pays regardless of other coverage you have, and there are no restrictions on how you may use the money. With Accident insurance, you can worry less about your bills, and focus on recovering.

REPORT: DIGITAL TRUSTMARKS

REPORT DIGITAL TRUSTMARKS

trustmark could act as the overarching brand that consumers recognise as a sign of trustworthiness across all internet tools and technologies. This would have the benefit of giving consumers the same experience across the internet, making the trustmark simple, easy to understand, and widely-recognised.

Pacific Fleet & All Navy (West) Rifle and Pistol ...

Pacific Fleet amp All Navy West Rifle and Pistol

1 Pacific Fleet & All Navy (West) Rifle and Pistol Championships 1-10 May 2015 www.usnmt.org (New Website) www.usnst.org

PDC 1117 DoDAAC Authority Code and TAC Rules - dla.mil

PDC 1117 DoDAAC Authority Code and TAC Rules dla mil

Non-DLA Logistics Management Standards Publications: NAVSEAINST 8370.2D, Small Arms and Weapons Management Policy and Guidance Manual; MCO 8300.1D,

GAMBARAN PERSEPSI PASIEN BPJS DAN NON BPJS TENTANG ...

GAMBARAN PERSEPSI PASIEN BPJS DAN NON BPJS TENTANG

GAMBARAN PERSEPSI PASIEN BPJS DAN NON BPJS TENTANG KOMUNIKASI INTERPERSONAL PETUGAS KESEHATAN DI. PUSKESMAS KECAMATAN CINANGKA . SERANG BANTEN . Skripsi . Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan . Memperoleh Gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep) O. LEH: PUTRI VIDIA TAMARA . NIM : 111310400004. 1. PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN . FAKULTAS KEDOKT. E. RAN ...

Culture and point of view - PNAS

Culture and point of view PNAS

Culture and point of view ... Western art renders less of the ?eld and empha-sizes individual objects and people. Psychologists and philosophers have long assumed that basic processes of cognition and perception are universal, that inductive and deductive inference, attention, memory, catego-rization, and causal analysis are the same for everyone in every culture. Historians and philosophers ...

Computer-based multimodal composing activities, self ...

Computer based multimodal composing activities self

Computer-based multimodal composing activities, self-revision, and L2 acquisition through writing Richmond Dzekoe, Miami University, Oxford Ohio Abstract This study investigated how 22 advanced-low proficiency ESL students used computer-based multimodal composing activities (CBMCAs) to facilitate self-revision and learn English through academic writing in the USA. The CBMCAs involved a ...

POPULAR MUSIC FROM THE HISTORIC MORAVIAN COLLECTION

POPULAR MUSIC FROM THE HISTORIC MORAVIAN COLLECTION

FROM THE HISTORIC MORAVIAN COLLECTION Music for Harp, Voice, & Piano edition by NOLA REED KNOUSE harp arrangement by JACQUELYN BARTLETT LYON & HEALY PUBLICATIONS. LYON & HEALY PUBLICATIONS NOTICE Purchasers of the musical le are entitled to use it for their personal enjoyment and musical fulllment. However, any duplication, adaptations, arranging and/or tran-smission of this copyrighte