Mutu Pelayanan Kesehatan Di Indonesia Sistem Regulasi -Books Pdf

MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA SISTEM REGULASI
23 Mar 2020 | 19 views | 0 downloads | 33 Pages | 384.84 KB

Share Pdf : Mutu Pelayanan Kesehatan Di Indonesia Sistem Regulasi

Download and Preview : Mutu Pelayanan Kesehatan Di Indonesia Sistem Regulasi


Report CopyRight/DMCA Form For : Mutu Pelayanan Kesehatan Di Indonesia Sistem Regulasi



Transcription

MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA,SISTEM REGULASI YANG RESPONSIF. UNIVERSITAS GADJAH MADA,Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar. pada Fakultas Kedokteran,Universitas Gadjah Mada, Disampaikan di Depan Rapat Terbuka Majelis Guru Besar. Universitas Gadjah Mada,pada Tanggal 25 Juli 2011,di Yogyakarta. Prof dr Adi Utarini MSc MPH PhD,Naskah pidato ini dipersembahkan.
untuk ayahanda Prof Drs M,Ramlan alm dan ibunda Harni. Ramlan alm serta didedikasikan,untuk meningkatkan mutu. pelayanan kesehatan bagi,masyarakat Indonesia,Assalaamu alaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh. Yang terhormat, Ketua Sekretaris dan Anggota Majelis Wali Amanat Universitas. Gadjah Mada, Ketua Sekretaris dan Anggota Majelis Guru Besar Universitas.
Gadjah Mada, Ketua Sekretaris dan Anggota Senat Akademik Universitas Gadjah. Rektor para Wakil Rektor Senior dan Wakil Rektor Universitas. Gadjah Mada, Dekan dan para Wakil Dekan di lingkungan Universitas Gadjah. Segenap Sivitas Akademika Universitas Gadjah Mada, Prof Dr dr Sudijanto Kamso SKM dari Universitas Indonesia. Prof Dr dr H Muhammad Alimin Maidin MPH dari Universitas. Hasanuddin, Prof Dr dr Herkutanto SpF K SH LLM FACLM dari Universitas. Prof dr Suhartono Darmosukarto SpOG K dari Universitas. Prof Dr dr Ahmad Arman Soebijanto MS dari Universitas Negeri. Sebelasmaret,Kementerian Kesehatan serta, Para Tamu Undangan Teman Sejawat Dosen Mahasiswa dan.
Sanak Keluarga yang saya cintai, Pertama tama perkenankanlah saya menyampaikan puji syukur. kehadirat Allah SWT yang telah senantiasa melimpahkan rahmat dan. karuniaNya sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul dalam. keadaan sehat walafiat untuk menghadiri Rapat Terbuka Majelis Guru. Besar Universitas Gadjah Mada Selanjutnya saya ingin menghaturkan. terima kasih yang tidak terhingga kepada Ketua dan Sekretaris Majelis. Guru Besar yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk. menyampaikan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar dalam Ilmu. Kesehatan Masyarakat dengan judul,Mutu Pelayanan Kesehatan di Indonesia. Sistem Regulasi yang Responsif, Judul ini dipilih sebagai sebuah refleksi perjalanan karir saya. dalam menimba ilmu menggali pengalaman dan, mendiseminasikannya agar bermanfaat bagi masyarakat Sistematika. pidato pengukuhan ini mencakup mutu pelayanan kesehatan masalah. mutu pelayanan dan keselamatan pasien serta kompleksitas sistem. regulasi pelayanan kesehatan Selanjutnya saya akan lebih. memfokuskan naskah pidato ini pada regulasi mutu pelayanan dan. keselamatan pasien Berbagai pembelajaran di negara lain digunakan. untuk mendiagnosis situasi di Indonesia dan memprediksi masa. Hadirin yang saya hormati,Mutu Pelayanan Kesehatan.
Mutu merupakan istilah yang lazim diucapkan Dalam bahasa. percakapan mutu berarti sesuatu yang baik memuaskan dan. memperoleh pengakuan Mutu didambakan oleh setiap orang pada. setiap kesempatan tidak terkecuali ketika menggunakan pelayanan. Berbicara mengenai mutu pelayanan kesehatan melayangkan. ingatan pada bapak saya Dalam usia 80 tahun beliau menderita. penyakit tumor hati Dalam kondisi koma tubuhnya hanya. mengandalkan pada asupan cairan dan oksigen Tengah malam itu. kondisi bapak menurun drastis Bersyukur tim home care rumah sakit. dapat cepat dihubungi dan perawat pun meluncur dengan sigap di. tengah gelapnya malam Dalam keadaan hamil 7 bulan mengandung. anak pertama sang perawat tetap menampakkan keceriaannya saat. menyapa bapak Dengan terampil dan tenang ia memeriksa bapak. melakukan tindakan tepat atas saran dokter Spesialis yang menjadi. ketua tim homecare serta menenangkan keluarga Pukul 7 pagi. keesokan harinya seorang dokter Spesialis datang memeriksa. berbincang dengan keluarga serta memberikan penjelasan secara. gamblang menjelang hari hari terakhir bapak Kami menyadari bahwa. kemapanan teknologi untuk menyembuhkan tumor hati memang. belum tersedia di Indonesia pada saat itu Akan tetapi tim home care. telah menghadirkan sebuah pelayanan kesehatan yang bermutu. Apakah pelayanan yang bermutu ini berlaku untuk setiap orang. Secara konseptual setiap individu berhak mendapatkan pelayanan. kesehatan yang bermutu Mutu bukanlah sesuatu yang diperoleh. karena kedekatan jarak tempat tinggal kesamaan profesi kekuasaan. ataupun atribut pasien lainnya Mutu adalah hak setiap pasien tanpa. terkecuali Naskah ini berusaha membahas mutu dengan pendekatan. by design bukan kebetulan keberuntungan ataupun privilege. Konsep mutu pelayanan kesehatan telah lama dipelajari Sejak. tahun 1966 Avedis Donabedian mengembangkan suatu kerangka. evaluasi mutu pelayanan yang terdiri dari struktur proses dan. outcome Donabedian 2003 Struktur adalah kondisi yang harus. dipenuhi sebagai prasyarat untuk menyediakan pelayanan Proses. merupakan berbagai aktivitas dan prosedur yang dilakukan dalam. memberikan pelayanan kesehatan sedangkan outcome menunjukkan. hasil dari suatu upaya baik di tingkat individu ataupun populasi. Struktur yang memadai diperlukan untuk melakukan proses pelayanan. yang ideal agar menghasilkan outcome yang optimal Dengan. pemahaman ini mutu bukanlah suatu ketidaksengajaan. Pendekatan lain untuk menunjukkan pentingnya mutu pelayanan. kesehatan adalah dengan mencermati karakteristik pelayanan yang. buruk Ernest A Codman 1869 1940 seorang ahli bedah telah lama. menyadari bahwa manusia tidak mungkin lepas dari kesalahan Dari. 337 pasien yang ditanganinya pada kurun waktu lima tahun 1911. 1916 lebih dari sepertiganya 36 5 mengalami kejadian yang tidak. diharapkan KTD Neuhauser 2002 Evaluasi ini dilakukan Codman. secara sukarela dan hasilnya diinformasikan kepada khalayak luas. Sebuah kontemplasi yang kelak di kemudian hari baru dirasakan. manfaatnya oleh sesama,Hadirin yang saya muliakan, Mutu pelayanan dan keselamatan pasien rumah sakit Bukti. empirik yang mengejutkan, Setiap orang pasti ingin mendapat pelayanan kesehatan yang. bermutu dan bebas dari risiko Pertanyaannya adalah bagaimana. memilih pelayanan kesehatan yang bermutu Memilih pelayanan. rumah sakit dapat diibaratkan seperti memilih restoran Pada awalnya. kita mungkin tertarik untuk mencoba restoran tertentu oleh karena. dikunjungi banyak orang pelayan yang ramah makanan yang cepat. tersaji area parkir yang luas dan tempat yang nyaman Dimensi mutu. pelayanan tersebut tentu saja penting akan tetapi menjadi tidak berarti. apabila masakannya ternyata tidak enak apalagi bila setelah itu. mengakibatkan diare atau bahkan harus ditangani di rumah sakit. Memilih rumah sakit dapat dipengaruhi oleh banyak faktor saran. orang lain dokter yang terkenal reputasinya perawat yang ramah. pelayanan yang cepat serta bangunan fisik yang nyaman Paradigma. mutu pelayanan kesehatan juga bermula dari service excellence. pelayanan prima Dalam perkembangannya dimensi tersebut. tidaklah cukup Rumah sakit dipilih oleh karena pelayanan klinisnya. yang prima clinical excellence serta mengutamakan keselamatan. pasien patient safety, Pada saat ini mutu pelayanan kesehatan telah memasuki era. keselamatan pasien Pengalaman buruk yang menimpa Willie King. pada tahun 1995 di Amerika menjadi pemicu yang efektif Pria. berusia 51 tahun ini diketahui menderita gangren luka membusuk. pada kaki kanannya akibat penyakit Diabetes Mellitus Untuk itu. direncanakan amputasi kaki kanannya untuk menyelamatkan. nyawanya Tragis bukannya kaki kanan yang diamputasi tetapi justru. kaki kirinya yang sehat Akibatnya kedua kakinya pun teramputasi. Sayangnya Willie King bukanlah satu satunya pasien yang. menjadi selebriti dalam gerakan keselamatan pasien Kasus kasus. selebriti lain bermunculan dengan spektrum yang beragam Operasi. pada sisi organ tubuh yang keliru operasi pada pasien yang keliru. diagnosis yang tidak tepat pemberian obat dengan dosis yang toksik. dan masih banyak lagi, Masalah mutu pelayanan dan keselamatan pasien semakin. berkembang menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Meskipun secara alamiah pasien telah memiliki risiko akibat penyakit. yang dideritanya risiko akibat KTD tentu akan semakin memperparah. kondisi pasien Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula Publikasi. terbaru di Amerika tahun 2011 menunjukkan bahwa 1 dari 3 pasien. yang dirawat di rumah sakit mengalami KTD Jenis yang tersering. adalah kesalahan pengobatan kesalahan operasi dan prosedur serta. infeksi nosokomial Classen et al 2011 Studi di 10 rumah sakit di. North Carolina menemukan hasil yang serupa Satu dari 4 pasien. rawat inap mengalami KTD 63 diantaranya sebenarnya dapat. dicegah Landrigan et al 2010 Frekuensi KTD ini hampir 10 kali. lebih tinggi daripada hasil penelitian pada periode tahun 1990 2005. Ternyata upaya penurunan KTD di negara maju berjalan lambat. Bagaimana halnya dengan di Indonesia Di Indonesia, keselamatan pasien telah menjadi perhatian serius Penelitian pertama.
dilakukan di rawat inap 15 rumah sakit dengan 4500 rekam medik. Utarini et al 2000 Hasilnya menunjukkan angka KTD yang sangat. bervariasi yaitu 8 0 hingga 98 2 untuk diagnostic error dan 4 1. hingga 91 6 untuk medication error Sejak itu bukti bukti tentang. keselamatan pasien di Indonesia pun semakin banyak. Mengingat masih tingginya angka KTD akibat tindakan medik. di rumah sakit slogan buy one get one free tidaklah terlalu keliru. Alih alih sembuh dari penyakit dan segera meninggalkan rumah sakit. beberapa pasien justru mendapat bonus KTD mulai dari yang ringan. hingga menimbulkan kecacatan dan kematian Studi mengenai infeksi. luka pasca operasi merupakan salah satu contoh slogan tersebut. Bukannya sembuh dan segera meninggalkan rumah sakit pasien harus. menjalani perawatan lebih lama akibat infeksi luka operasi Hasil. beberapa studi menunjukkan angka infeksi luka pascaoperasi di rumah. sakit di Indonesia berkisar antara 11 5 hingga 47 7 Manuaba. 2006 Priharto 2005 Yulianto 2007, Sejak dicanangkannya gerakan keselamatan pasien pada tahun. 2005 oleh Menteri Kesehatan RI telah dikembangkan pula sistem. pelaporan KTD secara sukarela di rumah sakit Meskipun angka. pelaporan KTD relatif masih rendah yaitu hanya sekitar 300 kasus. pada tahun 2009 hal ini cukup menggembirakan sebagai awal. tumbuhnya budaya organisasi rumah sakit yang berorientasi pada. keselamatan pasien,Hadirin yang berbahagia,Kompleksitas sistem regulasi pelayanan kesehatan. Rumah sakit merupakan lingkungan yang tidak aman Data. statistik menunjukkan risiko kematian akibat KTD di Amerika Serikat. mencapai 30 000 kali lebih tinggi dibanding dengan risiko kecelakaan. pesawat Oleh sebab itu diperlukan upaya pembenahan serius secara. sistematik agar tercipta tingkat keselamatan pasien yang tinggi Tanpa. itu semua mutu pelayanan dan keselamatan pasien hanyalah menjadi. sebuah impian, Sistem peningkatan mutu dan keselamatan pasien merupakan. suatu rantai tindakan yang kompleks dan terintegrasi Menurut. Berwick 2002 rantai upaya peningkatan mutu berawal dari. pengalaman pasien masyarakat sebagai pengguna proses pelayanan. klinis di tingkat sistem mikro konteks organisasi yang memfasilitasi. pelayanan klinis serta lingkungan eksternal yang mempengaruhi. organisasi Regulasi yang responsif akan mempercepat keberhasilan. intervensi mutu pelayanan dan keselamatan pasien, Mengapa mutu pelayanan kesehatan memerlukan regulasi. Dalam olah raga permainan yang menarik tidak hanya membutuhkan. pemain yang tangguh akan tetapi juga aturan yang jelas dan wasit. yang handal Tanpa wasit permainan dapat menjadi kacau Demikian. pula dalam pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan yang bermutu. membutuhkan pasien yang proaktif proses pelayanan klinis yang. terstandarisasi rumah sakit yang tertata serta sistem regulasi. pelayanan kesehatan yang responsif Sayangnya regulasi pelayanan. kesehatan tidak sesederhana peran wasit dalam cabang olah raga. Sistem regulasi pelayanan kesehatan bersifat kompleks Hal ini. disebabkan oleh beberapa faktor Field 2008 Pertama regulasi. pelayanan kesehatan mengatur profesi yang langsung berkaitan. dengan hidup dan mati manusia Sekalipun praktek kedokteran. berbasis bukti evidence based medicine telah disosialisasikan sejak. tahun 1990an kaidah medicine as an art yang bersifat. individualistis tampaknya masih sulit ditinggalkan Penerapan standar. dan prosedur dalam penanganan penyakit juga bukan hal yang mudah. Kedua pelayanan kesehatan mempunyai spektrum jenis. pelayanan yang sangat luas meliputi tradisional komplementer. hingga moderen Konsekuensinya jenis lembaga pelayanan kesehatan. yang harus diregulasi pun sangat banyak dan beragam Belum lagi. lembaga pelayanan kesehatan yang memberikan kombinasi pelayanan. east meets west Tenaga non kesehatan juga tak mau kalah Mereka. cenderung super kreatif dalam memberikan pelayanan kesehatan. dengan slogan yang bombastis menyembuhkan katarak tanpa operasi. mengatasi patah tulang dalam 5 menit menyembuhkan kanker tanpa. rasa sakit dan lainnya, Faktor ketiga adalah jumlah penyedia pelayanan kesehatan yang.
tidak seimbang dengan kapasitas regulator Data terkini menunjukkan. bahwa Indonesia memiliki 8 000 Puskesmas 22 000 Puskesmas. pembantu 1 671 rumah sakit pemerintah dan swasta Belum lagi. klinik balai pengobatan dan praktik swasta yang tidak terhitung. jumlahnya Tenaga dokter yang lebih dari 72 ribu dan perawat bidan. serta tenaga lainnya yang mendekati angka 400 ribu juga. membutuhkan sistem regulasi yang baik agar tercipta tingkat mutu. dan keselamatan pasien yang diharapkan Rokx et al 2010 World. Bank 2009 Trisnantoro et al 2010, Terakhir regulasi pelayanan kesehatan semakin kompleks. karena peran rangkap pemain sekaligus wasit dianggap lumrah Di. samping itu kapasitas pemerintah dalam menjalankan fungsi regulasi. juga terbatas Lagomarsino et al 2009 Utarini et al 2009 Sebagai. ilustrasi pada tahun 2005 propinsi DIY memiliki lebih dari 7 000. fasilitas pelayanan kesehatan dan hanya 10 15 orang regulator dari. Dinas Kesehatan dengan kualifikasi pendidikan yang bervariasi dari. SMA hingga S2 kesehatan Minimnya jumlah regulator dan. terbatasnya infrastruktur regulasi tak sebanding dengan peningkatan. jumlah dan jenis pelayanan kesehatan yang seperti deret ukur. Hadirin yang saya muliakan,Regulasi Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien. Regulasi praktek keselamatan di pelayanan kesehatan sangat. kontras dengan di sektor penerbangan Penggunaan sabuk pengaman. merupakan contoh regulasi penerbangan yang standar berlaku. universal konsisten dan dipatuhi semua orang Prosedur keselamatan. penumpang selalu dibacakan dan didemonstrasikan sebelum pesawat. tinggal landas baik di kelas ekonomi maupun bisnis Keselamatan. tidak memandang status frequent flyer Tidak ada diskriminasi. maupun pengistimewaan Setiap 3 6 bulan kapten penerbang wajib. dicek status kesehatannya oleh Balai Kesehatan Penerbang Direktorat. Jenderal Perhubungan Udara sebagai regulator Sertifikat kesehatan. dan hasil uji kompetensi berbasis keterampilan merupakan persyaratan. wajib dalam lisensi terbang Tanpa itu semua kapten tak diijinkan. terbang Semua pesawat pun menjalani cek pemeliharaan dan. keamanan yang akan divalidasi oleh pemerintah sebagai regulator. Proses ini dilakukan dengan sangat cermat oleh karena pemerintah. dan asosiasi penerbangan internasional dapat memberikan sangsi yang. tegas berupa larangan terbang grounded, Di Indonesia mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. telah mempunyai landasan hukum yang kuat Undang undang UU. Kesehatan no 36 2009 mengamanatkan bahwa pelayanan kesehatan. yang aman bermutu dan terjangkau merupakan tanggungjawab. pemerintah dan hak setiap orang pasal 5 dan 19 Demikian pula UU. Praktik Kedokteran UUPK no 29 2004 dan UU Rumah Sakit. UURS no 44 2009 tegas menyatakan bahwa mutu pelayanan dan. keselamatan pasien merupakan dasar dan tujuan praktik kedokteran. dan penyelenggaraan rumah sakit, Kegiatan peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. disebutkan secara eksplisit dalam UUPK antara lain melalui uji. kompetensi dokter pasal 6 kendali mutu pelayanan sesuai standar. dan audit medis pasal 49 51 72 74 Sedangkan UURS, mencantumkan perizinan pasal 25 28 audit kinerja dan audit medis.
pasal 39 akreditasi pasal 40 keselamatan pasien pasal 43 serta. pembinaan dan pengawasan internal oleh Dewan Pengawas Rumah. Sakit dan eksternal oleh Badan Pengawas Rumah Sakit pasal 54. dan 55 Secara khusus Kementerian Kesehatan membentuk Komite. Keselamatan Pasien Rumah Sakit pada tahun 2006 Di tingkat. pemerintah daerah aturan mengenai mutu pelayanan kesehatan dan. keselamatan pasien telah pula disusun Propinsi Kalimantan Timur. merupakan salah satu propinsi yang memiliki peraturan daerah khusus. mengenai mutu Tidak berlebihan apabila disimpulkan bahwa hukum. sudah baik Akan tetapi bagaimana implementasinya,Hadirin yang berbahagia. Kebutuhan akan strategi dalam sistem regulasi, Istilah regulasi mempunyai pemahaman yang luas Regulasi. tidak hanya terbatas pada produk hukum seperti UU peraturan. pemerintah pemerintah daerah serta sistem untuk memantau. kepatuhannya Regulasi merupakan fungsi dari tata pamong. governance yang melibatkan berbagai aktor pemerintah maupun. non pemerintah Menurut Healy 2011 regulasi merupakan. serangkaian strategi yang bertujuan untuk mengarahkan steering. pada suatu rantai kegiatan atau perilaku tertentu yang diharapkan. Contoh perilaku tersebut adalah pemberian informasi kepada pasien. untuk setiap tindakan medik yang akan dilakukan penerapan prosedur. operasi secara ketat atau pemberian terapi sesuai standar Dengan. demikian regulasi bukan merupakan tujuan akhir yang ingin dicapai. melainkan suatu cara untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi regulasi dibutuhkan untuk mengantisipasi dan. mengelola perilaku yang bervariasi Tengok saja beberapa fenomena. berikut Apotek dapat menjual antibiotika tanpa resep dokter Hadi et. al 2010 Regulasi bukannya tidak ada tetapi implementasinya. lemah Contoh lain adalah obat TB disediakan gratis akan tetapi. tingkat penjualan obat TB di sektor swasta jumlahnya cukup untuk. mengobati sejumlah 1 tahun pasien TB di Indonesia Wells et al. 2011 International Standard for TB Care dan strategi DOTS. Directly Observed Treatment Shortcourse chemotherapy telah. didiseminasikan ke rumah sakit akan tetapi baru 40 rumah sakit. yang menerapkannya dengan mutu yang bervariasi Probandari et al. Implementasi regulasi yang efektif membutuhkan peran banyak. pelaku multiactors dan banyak strategi multistrategies Sebagai. contoh bagaimana agar setiap dokter termasuk dokter praktik swasta. dapat melaksanakan audit medis seperti yang diwajibkan dalam. UUPK Tak jelas siapa yang seharusnya memfasilitasi melatih. menyusun pedoman apalagi memantau pelaksanaannya Banyak. pelaku yang perlu terlibat agar audit medis tidak menjadi status quo. Yang jelas tanpa strategi regulasi maka peraturan hanyalah sebuah. dokumen belaka, Pengalaman di negara maju pun menggarisbawahi pentingnya. banyak pelaku dan banyak strategi dalam sistem regulasi yang efektif. There is no such a single magic bullet Akreditasi saja tidak dapat. meningkatkan mutu pelayanan klinis di rumah sakit Kementerian. Kesehatan juga bukan pelaku tunggal yang melaksanakan regulasi. pelayanan kesehatan Demikian pula advokasi dan pelatihan kepada. dokter dan rumah sakit juga tidak memadai untuk menerapkan praktek. penanganan TB sesuai standar Pengembangan strategi regulasi yang. tepat sangat dibutuhkan di Indonesia,Hadirin yang saya muliakan. Macam strategi regulasi model piramida, Keselamatan pasien dan mutu pelayanan merupakan sebuah.
tujuan yang dapat dicapai melalui strategi regulasi Healy 2011. mengadaptasi hirarki piramida dalam strategi regulasi dimulai dari. pendekatan yang paling lunak di lapis piramida terbawah hingga. semakin tegas menuju ke puncak piramida Strategi terlunak. mengandalkan pada sifat sukarela dan informatif Sedangkan strategi. yang paling tegas bersifat wajib dan mempunyai implikasi legal. Secara bertingkat mulai dari piramida terbawah strategi regulasi dapat. berupa 1 strategi sukarela 2 mekanisme pasar 3 strategi. manajemen 4 regulasi mandiri self regulation 5 ko regulasi 6. metaregulasi dan 7 strategi kontrol perintah Bagaimana penerapan. strategi tersebut di Indonesia, Strategi sukarela diterapkan oleh individu atau organisasi tanpa. ada unsur paksaan Penerapannya dapat melalui diseminasi informasi. dan advokasi ke berbagai pihak serta kolaborasi penelitian untuk. menghasilkan informasi mengenai keselamatan pasien dan mutu. pelayanan Sebagai ilustrasi advokasi strategi DOTS ke praktisi. swasta di propinsi DIY dan Bali dilakukan agar praktisi swasta dapat. menangani TB sesuai standar Indonesia menduduki peringkat kelima. dunia dalam jumlah penderita TB dengan estimasi kejadian 430 000. kasus baru dan 61 000 kematian per tahun Ini setara dengan satu. pesawat Boeing 737 yang jatuh setiap dua hari dan menewaskan. seluruh penumpangnya Dengan mengadvokasi 1 300 praktisi swasta. dalam waktu 1 tahun jumlah kasus TB baru yang ditemukan hanya. 237 Utarini et al 2006 Hal ini merupakan sebuah bukti bahwa. strategi sukarela dapat bermanfaat akan tetapi lambat dalam. menghasilkan pelayanan yang bermutu bagi pasien, Di Indonesia sosialisasi dan pelatihan mutu dan keselamatan. pasien telah dilakukan secara aktif oleh pemerintah dan institusi. lainnya sejak 2005 Setelah lima tahun profesi kesehatan dan rumah. sakit mulai terbuka dan menyadari pentingnya mutu dan keselamatan. pasien Istilah medical errors KTD tidak lagi menimbulkan resistensi. Secara sporadis rumah sakit mulai menerapkan praktek keselamatan. pasien Penelitian mengenai keselamatan pasien dan mutu pelayanan. kesehatan semakin banyak dilakukan meskipun dengan protokol yang. bervariasi Sayangnya hasil tersebut belum dapat diekstrapolasi ke. tingkat nasional Akibatnya data nasional pun belum kita miliki. Strategi kedua yaitu mekanisme pasar merupakan strategi yang. melibatkan kekuatan pasien keluarga serta insentif sangsi pembiayaan. bagi penyedia pelayanan Healy Dugdale 2009 Di Indonesia 70. masyarakat masih membayar sendiri pelayanan kesehatannya. Kementerian Kesehatan 2010 Informasi kesehatan semakin mudah. diakses dan masyarakat pun semakin kritis dalam mengemukakan. keluhannya terhadap pelayanan kesehatan Akan tetapi informasi. mengenai kinerja fasilitas pelayanan kesehatan ke khalayak luas masih. Di beberapa negara maju mekanisme pay for performance. memberikan insentif finansial bila dokter menerapkan standar. prosedur berbasis bukti untuk mencapai outcome klinis tertentu. Rosenthal 2008 Apakah hal ini mungkin diterapkan di Indonesia. Mekanisme pay for performance hanya dapat diterapkan dengan. sistem mutu pelayanan kesehatan yang lebih mapan Selain. memerlukan pengukuran dan pelaporan mutu dari fasilitas kesehatan. yang terstandarisasi ketersediaan data klinis mutlak diperlukan. Penerapan standar pedoman berbasis bukti serta ketersediaan. informasi mutu pelayanan bagi pasien juga harus dikembangkan. Demikian pula database klinis yang tersedia di lembaga jaminan dan. asuransi kesehatan dapat diumpanbalikkan untuk meningkatkan mutu. penyedia pelayanan yang dikontrak Di Indonesia belum tersedianya. berbagai prasyarat tersebut merupakan realita yang tidak terbantahkan. Insentif kepada profesi kesehatan juga tidak mencerminkan. mutu dan keselamatan pasien Yang paling tragis dokter dibayar sama. tanpa memandang tingkat mutu pelayanan yang diberikan Penetapan. insentif seksio sesarea misalnya belum mempertimbangkan outcome. dan berbagai risiko yang dapat terjadi sekalipun ini menyangkut. hidup dan mati dua orang sekaligus yaitu ibu dan bayinya Insentif. ditetapkan berbasis volume pelayanan dan klas perawatan Tidaklah. mengherankan apabila evaluasi mutu pelayanan klinis seringkali. justru kurang menyentuh klas perawatan VIP atau pasien pribadi. Sebaliknya disinsentif juga tidak diterapkan jika misalnya terjadi. infeksi luka pasca operasi atau KTD lainnya Alhasil mutu pelayanan. kesehatan bak barang mewah, Sistem manajemen mutu merupakan strategi regulasi ketiga. Beberapa rumah sakit di Indonesia menerapkan sistem manajemen. mutu baik yang khusus dikembangkan untuk rumah sakit misalnya. akreditasi Joint Comission International maupun yang diadopsi dari. industri lain seperti halnya sertifikasi ISO Tidak jarang rumah sakit. menerapkan lebih dari satu sistem manajemen mutu sekaligus untuk. menunjukkan komitmennya terhadap mutu Pertanyaannya adalah. apakah secara empirik dan operasional sistem manajemen mutu. tersebut benar benar dapat menghasilkan mutu pelayanan dan. keselamatan pasien ataukah sekedar untuk publisitas rumah sakit. Secara internasional efektivitas sistem manajemen mutu untuk. meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit. belum cukup meyakinkan Sistem manajemen mutu mempunyai fokus. yang berbeda dengan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien. Dugdale Healy 2009 Heuvel et al 2005 misalnya, menunjukkan bahwa pencapaian keselamatan pasien tidak berbeda. pada rumah sakit yang menerapkan ataupun tidak menerapkan sistem. manajemen mutu Selain itu kontinuitas sistem manajemen mutu juga.

Related Books

RBC Review list

RBC Review list

RBC Prescription Drug Plan - Drug Review List Date: October 2017 Name

iSee: Interactive Scenario Explorer for Online Tournament ...

iSee Interactive Scenario Explorer for Online Tournament

iSee: Interactive Scenario Explorer for Online Tournament Games Greg Smith, Desney Tan, Bongshin Lee Microsoft Research One Microsoft Way Redmond, Washington 98052, USA {gregsmi,desney,bongshin}@microsoft.com ABSTRACT Fantasy games, in which players compete to correctly predict real-world outcomes in sports, entertainment, and politics, have grown in popularity and now represent a significant ...

Basic concepts of anatomy 1 - Elsevier

Basic concepts of anatomy 1 Elsevier

Basic concepts of anatomy 1 3 Such anatomical planes are frequently used in computer tomography (CT) scans and magnetic resonance imaging (MRI), to visualize muscle, bone, lung and other soft tissues as well as pathologies, for example pancreatic cancer or a brain abscess. Terms of position The terms of position commonly used in clinical practice and anatomy are illustrated in Figure 1.3 ...

standard - polito.it

standard polito it

is currently adopted in the design courses of most Italian universities (E. Chirone, S. Tornincasa, Industrial Engineering Design, Volumes I and II, ed. Il capitello Torino). Professor Tornincasa has conducted training courses on GD&T in many of the main manufacturing companies in Italy, and it is from this activity that he has derived his skill and experience in functional design. His other .

Products for Nuclear Power Applications

Products for Nuclear Power Applications

CCI Thermal also designers and manufactures power delivery and control equipment to provide complete process heating solutions. Electric Heater Applications Pressurizer heaters, degasser condenser heaters, regeneration heaters, emergency generator fuel conditioning heaters, duct heaters for Balance of Plant (BOP) applications.

2012 Annual Report

2012 Annual Report

2012 Annual Report [Innovation, Growth, Leadership] ... introduced the Whirlpool brand Ice Collection, appliance suites with advanced innovation and design elements that were created based on the ways consumers intuitively use their appliances and expect them to fit in easily with their busy lifestyles. These investments will position us well to succeed on a level competitive playing field ...

NEGARA BRUNEI DARUSSALAM DAN PERATURAN-PERATURAN ...

NEGARA BRUNEI DARUSSALAM DAN PERATURAN PERATURAN

telah mendapat gred A atau 8 dalam salah satu kertas peperiksaan GO atau FR sebelum Surat Keliling ini dikuatkuasakan, bolehlah menduduki kertas peperiksaan yang berkenaan bagi memberi peluang untuk mendapatkan insentif yang baru ini. 7.5 Bagi pegawai yang berhasrat untuk menaiktaraf keputusan peperiksaan yang

Collecting and Shooting the Military Surplus Rifle (2006 ...

Collecting and Shooting the Military Surplus Rifle 2006

Scabbard Terminology (Brazilian M1908 Knife Bayonet) Bayonet Identification Collecting and Shooting the Military Surplus Rifle (2006) -Sur plusrifle.com Page 3 of 7

The Cook Islands Local Defence Force ... - New Zealand History

The Cook Islands Local Defence Force New Zealand History

They were proclaimed a British Protectorate in 1888 and in June 1901 they were annexed by New Zealand and since 1903 the islands have had their own island administration department as part of the New Zealand Government in Wellington. The main island of Rarotonga had the main government administration and resident commissioner at Avarua with each island having a subordinate resident agent. In ...

31 Days to a Happy Husband - Harvest House

31 Days to a Happy Husband Harvest House

Cover design by Left Coast Design, Portland, ... Day 30: Uns tuck ... James was listening to radio-show host Dennis Prager as he talked