Evaluasi Program Pelatihan Umpwr Ac Id-Books Pdf

Evaluasi Program Pelatihan umpwr ac id
17 Feb 2020 | 29 views | 0 downloads | 17 Pages | 203.64 KB

Share Pdf : Evaluasi Program Pelatihan Umpwr Ac Id

Download and Preview : Evaluasi Program Pelatihan Umpwr Ac Id


Report CopyRight/DMCA Form For : Evaluasi Program Pelatihan Umpwr Ac Id



Transcription

instruktur iklim kelas sikap dan motivasi belajar atau berlatih para peserta pelatihan. Sedangkan penilaian pasca pelatihan bertujuan untuk mengetahui perubahan kinerja. peserta setelah kembali ke tempat kerjanya masing masing. B Tes pengukuran penilaian dan evaluasi, Ada tiga istilah yang sering digunakan dalam evaluasi yaitu tes pengukuran dan. penilaian test measurement and assessment Tes merupakan salah satu cara untuk. menaksir besarnya kemampuan seseorang secara tidak langsung yaitu melalui respons. seseorang terhadap stimulus atau pertanyaan Djemari Mardapi 1999 2 Tes. merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran yaitu alat untuk. mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek Objek ini bisa berupa kemampuan. peserta didik sikap minat maupun motivasi Respons peserta tes terhadap sejumlah. pertanyaan menggambarkan kemampuan dalam bidang tertentu Tes merupakan bagian. tersempit dari evaluasi, Pengukuran measurement dapat didefinisikan sebagai the process by which. information about the attributes or characteristics of thing are determinied and. differentiated Oriondo 1998 2 Guilford mendefinisi pengukuran dengan assigning. numbers to or quantifying things according to a set of rules Griffin Nix 1991 3. Pengukuran dinyatakan sebagai proses penetapan angka terhadap individu atau. karakteristiknya menurut aturan tertentu Ebel Frisbie 1986 14 Allen Yen. mendefinisikan pengukuran sebagai penetapan angka dengan cara yang sistematik. untuk menyatakan keadaan individu Djemari Mardapi 2000 1 Dengan demikian. esensi dari pengukuran adalah kuantifikasi atau penetapan angka tentang karakteristik. atau keadaan individu menurut aturan aturan tertentu Keadaan individu ini bisa berupa. kemampuan kognitif afektif dan psikomotor Pengukuran memiliki konsep yang lebih. luas dari pada tes Kita dapat mengukur karakateristik suatu objek tanpa menggunakan. tes misalnya dengan pengamatan skala rating atau cara lain untuk memperoleh. informasi dalam bentuk kuantitatif, Penilaian assessment memiliki makna yang berbeda dengan evaluasi The Task. Group on Assessment and Testing TGAT mendeskripsikan asesmen sebagai semua. cara yang digunakan untuk menilai unjuk kerja individu atau kelompok Griffin Nix. 1991 3 Popham 1995 3 mendefinisikan asesmen dalam konteks pendidikan sebagai. sebuah usaha secara formal untuk menentukan status siswa berkenaan dengan berbagai. kepentingan pendidikan Boyer Ewel mendefinisikan asesmen sebagai proses yang. menyediakan informasi tentang individu siswa tentang kurikulum atau program. tentang institusi atau segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem institusi processes. that provide information about individual students about curricula or programs about. institutions or about entire systems of institutions Stark Thomas 1994 46. Berdasarkan berbagai uraian di atas dapat disimpulkan bahwa assessment atau penilaian. dapat diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran. Evaluasi memiliki makna yang berbeda dengan penilaian pengukuran maupun. tes Stufflebeam dan Shinkfield 1985 159 menyatakan bahwa. Evaluation is the process of delineating obtaining and providing descriptive. and judgmental information about the worth and merit of some object s goals. design implementation and impact in order to guide decision making serve. needs for accountability and promote understanding of the involved. Evaluasi merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat dijadikan. sebagai pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa the worth and merit dari. tujuan yang dicapai desain implementasi dan dampak untuk membantu membuat. keputusan membantu pertanggung jawaban dan meningkatkan pemahaman terhadap. fenomena Menurut rumusan tersebut inti dari evaluasi adalah penyediaan informasi. yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Komite Studi Nasional tentang Evaluasi National Study Committee on. Evaluation dari UCLA Stark Thomas 1994 12 menyatakan bahwa. Evaluation is the process of ascertaining the decision of concern selecting. appropriate information and collecting and analyzing information in order to. report summary data useful to decision makers in selecting among. alternatives, Evaluasi merupakan suatu proses atau kegiatan pemilihan pengumpulan analisis. dan penyajian informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. serta penyusunan program selanjutnya selanjutnya Griffin Nix 1991 3 menyatakan. Measurement assessment and evaluation are hierarchial The comparison of. observation with the criteria is a measurement the interpretation and. description of the evidence is an assessment and the judgement of the value or. implication of the behavior is an evaluation, Pengukuran penilaian dan evaluasi bersifat hirarki Evaluasi didahului dengan.
penilaian assessment sedangkan penilaian didahului dengan pengukuran Pengukuran. diartikan sebagai kegiatan membandingkan hasil pengamatan dengan kriteria penilaian. assessment merupakan kegiatan menafsirkan dan mendeskripsikan hasil pengukuran. sedangkan evaluasi merupakan penetapan nilai atau implikasi perilaku. Brikerhoff 1986 ix menjelaskan bahwa evaluasi merupakan proses yang. menentukan sejauh mana tujuan pendidikan dapat dicapai Menurut Brikerhoff. 1986 ix dalam pelaksanaan evaluasi ada tujuh elemen yang harus dilakukan yaitu 1. penentuan fokus yang akan dievaluasi focusing the evaluation 2 penyusunan desain. evaluasi designing the evaluation 3 pengumpulan informasi collecting information. 4 analsis dan intepretasi informasi analyzing and interpreting 5 pembuatan laporang. reporting information 6 pengelolaan evaluasi managing evaluation dan 7 evaluasi. untuk evaluasi evaluating evaluation, Dalam pengertian tersebut menunjukkan bahwa dalam melakukan evaluasi. evaluator pada tahap awal harus menentukan focus yang akan dievaluasi dan desain. yang akan digunakan Hal ini berarti harus ada kejelasan apa yang akan dievaluasi yang. secara implisit menenkankan adanya tujuan evaluasi serta adanya perencanaan. bagaimana melaksanakan evaluasi Selanjutnya dilakukan pengumpulan data. menganalisis dan membuat intepretasi terhadap data yang terkumpul serta membuat. laporan Selain itu evaluator juga harus melakukan pengaturan terhadap evaluasi dan. mengevaluasi apa yang telah dilakukan dalam melaksanakan evaluasi secara. keseluruhan Weiss 1972 4 menyatakan bahwa tujuan evaluasi adalah. The purpose of evaluation research is to measure the effect of program. against the goals it set out accomplish as a means of contributing to. subsuquest decision making about the program and improving future. programming, Ada empat hal yang ditekankan pada rumusan tersebut yaitu 1 menunjuk pada. penggunaan metode penelitian 2 menekankan pada hasil suatu program 3. penggunaan kriteria untuk menilai dan 4 kontribusi terhadap pengambilan keputusan. dan perbaikan program di masa mendatang, Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan. proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan mendeskripsikan. mengintepretasikan dan menyajikan informasi untuk dapat digunakan sebagai dasar. membuat keputusan menyusun kebijakan maupun menyusun program selanjutnya. Adapun tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh informasi yang akurat dan objektif. tentang suatu program Informasi tersebut dapat berupa proses pelaksanaan program. dampak hasil yang dicapai efisiensi serta pemanfaatan hasil evaluasi yang difokuskan. untuk program itu sendiri yaitu untuk mengambil keputusan apakah dilanjutkan. diperbaiki atau dihentikan Selain itu juga dipergunakan untuk kepentingan penyusunan. program berikutnya maupun penyusunan kebijakan yang terkait dengan program. C Model model Evaluasi Program Pelatihan, Ada banyak model evaluasi yang dikembangkan oleh para ahli yang dapat. dipakai dalam mengevaluasi program pelatihan Kirkpatrick salah seorang ahli evaluasi. program training dalam bidang pengembangan SDM selain menawarkan model evaluasi. yang diberi nama Kirkpatrick s training evaluation model juga menunjuk model model. lain yang dapat dijadikan sebagai pilihan dalam mengadakan evaluasi terhadap sebuah. program training Model model yang ditunjuk tersebut di antaranya adalah. Five Level ROI Model Jack PhillPS,CIPP Model Daniel Stufflebeam s.
Responsive Evaluation Model Robert Stake s,Congruence Contingency Model Robert Stake s. Five Levels of Evaluation Kaufman s,CIRO Context Input Reaction Outcome. PERT Program Evaluation and Review Technique,Goal Free Evaluation Approach Michael Scriven s. Discrepancy Model Provus s,Illuminative Evaluation Model. http www businessballs com kirkpatricklearningevaluationmodel htm. diambil pada tanggal 23 Nopember 2005, Dari berbagai model tersebut di atas dalam tulisn ini hanya akan diuraikan.
secara singkat beberapa model,1 Evaluasi model CIPP. Konsep evaluasi model CIPP Context Input Prosess and Product. pertama kali ditawarkan oleh Stufflebeam pada tahun 1965 sebagai hasil usahanya. mengevaluasi ESEA the Elementary and Secondary Education Act Konsep. tersebut ditawarkan oleh Stufflebeam dengan pandangan bahwa tujuan penting. evaluasi adalah bukan membuktikan tetapi untuk memperbaiki The CIPP approach. is based on the view that the most important purpose of evaluation is not to prove. but to improve Madaus Scriven Stufflebeam 1993 118 Evaluasi model CIPP. dapat diterapkan dalam berbagai bidang seperti pendidikan manajemen. perusahaan sebagainya serta dalam berbagai jenjang baik itu proyek program. maupun institusi Dalam bidang pendidikan Stufflebeam menggolongkan sistem. pendidikan atas 4 dimensi yaitu context input process dan product sehingga. model evaluasi yang ditawarkan diberi nama CIPP model yang merupakan. singkatan ke empat dimensi tersebut Nana Sudjana Ibrahim 2004 246. menterjemahkan masing masing dimensi tersebut dengan makna sebagai berikut. 1 Context situasi atau latar belakang yang mempengaruhi jenis jenis tujuan. dan strategi pendidikan yang akan dikembangkan dalam sistem. yang bersangkutan seperti misalnya masalah pendidikan yang. dirasakan keadaan ekonomi negara pandangan hidup masyarakat. 2 Input sarana modal bahan dan rencana strategi yang ditetapkan untuk. mencapai tujuan tujuan pendidikan, 3 Process pelaksanaan strategi dan penggunaan sarana modal bahan di dalam. kegiatan nyata di lapangan, 4 Product hasil yang dicapai baik selama maupun pada akhir pengembangan. sistem pendidikan yang bersangkutan,2 Evaluasi model Brinkerhoff. Setiap desain evaluasi pada umumnya terdiri dari elemen elemen yang sama. ada banyak cara untuk menggabungkan elemen tersebut masing masing ahli. evaluasi atau evaluator mempunyai konsep yang berbeda dalam hal ini Brinkerhoff. CS mengemukakan tiga golongan evaluasi yang disusun berdasarkan. penggabungan elemen elemen yang sama seperti evaluator evaluator yang lain. namun dalam komposisi dan versi mereka sendiri sebagai berikut. a Fixed vs Emergent Evaluation Design, Desain evaluasi yang tetap fixed ditentukan dan direncanakan secara.
sistematik sebelum implementasi dikerjakan Desain dikembangkan berdasarkan. tujuan program disertai seperangkat pertanyaan yang akan dijawab dengan. informasi yang akan diperoleh dari sumber sumber tertentu Rencana analisis. dibuat sebelumnya di mana sipemakai akan menerima informasi seperti yang. telah ditentukan dalam tujuan Walaupun desain fixed ini lebih terstuktur. daripada desain emergent desain fixed juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. yang mungkin berubah Kebanyakan evaluasi formal yang dibuat secara. individu dibuat berdasarkan desain fixed karena tujuan program telah. ditentukan dengan jelas sebelumnya dibiayai dan melalui usulan atau proposal. b Formative vs Sumative Evaluation, Evaluasi formatif digunakan untuk memperoleh informasi yang dapat. membantu memperbaiki program Evaluasi formatif dilaksanakan pada saat. implementasi program sedang berjalan Fokus evaluasi berkisar pada kebutuhan. yang dirumuskan oleh karyawan atau orang orang program Evaluator sering. merupakan bagian dari pada program dan kerjasama dengan orang orang. program Strategi pengumpulan informasi mungkin juga dipakai tetapi. penekanan pada usaha memberikan informasi yang berguna secepatnya bagi. perbaikan program, Evaluasi sumatif dilaksanakan untuk menilai manfaat suatu program. sehingga dari hasil evaluasi akan dapat ditentukan suatu program tertentu akan. diteruskan atau dihentikan Pada evaluasi sumatif difokuskan pada variable. variabel yang dianggap penting bagi sponsor program maupun fihak pembuat. keputusan Evaluator luar atau tim reviu sering dipakai karena evaluator internal. dapat mempunyai kepentingan yang berbeda waktu pelaksanaan evaluasi. sumatif terletak pada akhir implementasi program Strategi pengumpulan. informasi akan memaksimalkan validitas eksternal dan internal yang mungkin. dikumpulkan dalam waktu yang cukup lama, c Experimental and Quasi experimental Design vs Naural Unotrusive. Beberapa evaluasi memakai metodologi penelitian klasik Dalam hal. seperti ini subyek penelitian diacak perlakuan diberikan dan pengukuran. dampak dilakukan Tujuan dari penelitian untuk menilai manfaat suatu program. yang dicobakan Apabila siswa atau program dipilih secara acak maka. generalisasi dibuat pada populasi yang agak lebih luas Dalam beberapa hal. intervensi tidak mungkin dilakukan atau tidak dikehendaki Apabila proses. sudah diperbaiki evaluator harus melihat dokumen dokumen seperti. mempelajari nilai tes atau menganalisis penelitian yang dilakukan dan. sebagainya strategi pengumpulan data terutama menggunakan instrument. formal seperti tes suvey kuesioner serta memakai metode penelitian yang. terstandar,3 Evaluasi model Kirkpatrick, Menurut Kirkpatrick evaluasi terhadap efektivitas program training. mencakup empat level evaluasi yaitu level 1 Reaction level 2 Learning level 3. Behavior level 4 Result,a Evaluating Reaction, Mengevaluasi terhadap reaksi peserta training berarti mengukur.
kepuasan peserta customer satisfaction Program training dianggap efektif. apabila proses training dirasa menyenangkan dan memuaskan bagi peserta. training sehingga mereka tertarik termotivasi untuk belajar dan berlatih Dengan. kata lain peserta training akan termotivasi apabila proses training berjalan secara. memuaskan bagi peserta yang pada akhirnya akan memunculkan reaksi dari. peserta yang menyenangkan Sebaliknya apabila peserta tidak merasa puas. terhadap proses training yang diikutinya maka mereka tidak akan termotivasi. untuk mengikuti training lebih lanjut Dengan demikian dapat dimaknai bahwa. keberhasilan proses kegiatan training tidak terlepas dari minat perhatian dan. motivasi peserta training dalam mengikuti jalannya kegiatan training Orang. akan belajar lebih baik manakala mereka memberi reaksi positif terhadap. lingkungan belajar, Kepuasan peserta training dapat dikaji dari beberapa aspek yaitu materi. yang diberikan fasilitas yang tersedia strategi penyampaian materi yang. digunakan oleh instruktur media pembelajaran yang tersedia jadwal kegiatan. sampai menu dan penyajian konsumsi yang disediakan. b Evaluating Learning, Menurut Kirkpatrick 1988 20 learning can be defined as the extend to. which participans change attitudes improving knowledge and or increase skill. as a result of attending the program Ada tiga hal yang dapat instruktur ajarkan. dalam program training yaitu pengetahuan sikap maupun ketrampilan Peserta. training dikatakan telah belajar apabila pada dirinya telah mengalamai. perubahan sikap perbaikan pengetahuan maupun peningkatan ketrampilan Oleh. karena itu untuk mengukur efektivitas program training maka ketiga aspek. tersebut perlu untuk diukur Tanpa adanya perubahan sikap peningkatan. pengetahuan maupun perbaikan ketrampilan pada peserta training maka. program dapat dikatakan gagal Penilaian evaluating learning ini ada yang. menyebut dengan penilaiah hasil output belajar Oleh karena itu dalam. pengukuran hasil belajar learning measurement berarti penentuan satu atau. lebih hal berikut a Pengetahuan apa yang telah dipelajari b Sikap apa yang. telah berubah c Ketrampilan apa yang telah dikembangkan atau diperbaiki. c Evaluating Behavior, Evaluasi pada level ke 3 evaluasi tingkah laku ini berbeda dengan. evaluasi terhadap sikap pada level ke 2 Penilaian sikap pada evaluasi level 2. difokuskan pada perubahan sikap yang terjadi pada saat kegiatan training. dilakukan sehingga lebih bersifat internal sedangkan penilaian tingkah laku. difokuskan pada perubahan tingkah laku setelah peserta kembali ke tempat. kerja Apakah perubahan sikap yang telah terjadi setelah mengikuti training juga. akan diimplementasikan setelah peserta kembali ke tempat kerja sehingga. penilaian tingkah laku ini lebih bersifat eksternal Perubahan perilaku apa yang. terjadi di tempat kerja setelah peserta mengikuti program training Dengan kata. lain yang perlu dinilai adalah apakah peserta merasa senang setelah mengikuti. training dan kembali ke tempat kerja Bagaimana peserta dapat mentrasfer. pengetahuan sikap dan ketrampilan yang diperoleh selama training untuk. diimplementasikan di tempat kerjanya Karena yang dinilai adalah perubahan. perilaku setelah kembali ke tempat kerja maka evaluasi level 3 ini dapat disebut. sebagai evaluasi terhadap outcomes dari kegiatan training. d Evaluating Result, Evaluasi hasil dalam level ke 4 ini difokuskan pada hasil akhir final. result yang terjadi karena peserta telah mengikuti suatu program Termasuk. dalam kategori hasil akhir dari suatu program training di antaranya adalah. kenaikan produksi peningkatan kualitas penurunan biaya penurunan kuantitas. terjadinya kecelakaan kerja penurunan turnover dan kenaikan keuntungan. Beberapa program mempunyai tujuan meningkatkan moral kerja maupun. membangun teamwork yang lebih baik Dengan kata lain adalah evaluasi. terhadap impact program,4 Evaluasi model Stake Model Countenance.
Stake menekankan adanya dua dasar kegiatan dalam evaluasi yaitu. description dan judgement dan membedakan adanya tiga tahap dalam program. pelatihan yaitu antecedent context transaction process dan outcomes Stake. mengatakan bahwa apabila kita menilai suatu program pelatihan kita melakukan. perbandingan yang relatif antara program dengan program yang lain atau. perbandingan yang absolut yaitu membandingkan suatu program dengan standar. tertentu Penekanan yang umum atau hal yang penting dalam model ini adalah. bahwa evaluator yang membuat penilaian tentang program yang dievaluasi Stake. mengatakan bahwa description di satu pihak berbeda dengan judgement di lain. fihak Dalam model ini antecendent masukan transaction proses dan outcomes. hasil data di bandingkan tidak hanya untuk menentukan apakah ada perbedaan. antara tujuan dengan keadaan yang sebenarnya tetapi juga dibandingkan dengan. standar yang absolut untuk menilai manfaat program Farida Yusuf Tayibnapis. D Langkah langkah Evaluasi Program Pelatihan, Dalam mengadakan evaluasi terhadap program pelatihan secara sistematis pada. umumnya menempuh 4 langkah yaitu 1 penyusunan desain evaluasi 2. pengembangan instrument pengumpulan data 3 pengumpulan data assessment. menafsirkan dan membuat judgement serta 4 menyusun laporan hasil evaluasi. Purwanto dan Atwi Suparman 1999 73,1 Menyusunan Desain Evaluasi. Langkah pertama dalam evaluasi adalah menyusun rencana evaluasi yang. menghasilkan desain evaluasi Pada langkah ini evaluator mempersiapkan segala. sesuatu sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi mulai menentukan. tujuan evaluasi model yang akan digunakan informasi yang akan dicari serta. metode pengumpulan dan analaisis data Apabila langkah pertama dapat. menghasilkan desin evaluasi yang cukup komprehensif dan rinci maka sudah dapat. dijadikan sebagai acuan kegiatan evaluasi yang akan dilaksanakan Rancangan atau. desain evaluasi biasanya disusun oleh evaluator setelah melakukan diskusi dan ada. kesepakatan dengan pihak yang akan membiayai kegiatan evaluasi atau sponsor. Namun adakalanya rancaranga disusun oleh evaluator untuk dijadikan bahan. mengadakan negoisasi dengan sponsor,2 Mengembangkan Instrumen Pengumpulan Data. Setelah metode pengumpulan data ditentukan langkah selanjutnya adalah. menentukan bentuk instrument yang akan digunakan serta kepada siapa instrumen. tersebut ditujukan responden Kemudian setelah itu perlu dikembangkan butir. butir dalam instrument Berbagai pertimbangan mengenai berapa banyak informasi. yang akan dikumpulkan instrument dikembangkan sendiri mengadopsi ataupun. menggunakan instrument baku dari instrument yang sudah ada sebelumnya Untuk. memperoleh data yang valid maka instrument yang digunakan harus memperhatikan. masalah validitas dan reliabilitas Selain hal tersebut masalah efisiensi dan. efektivitas harus tetap diperhatikan Jenis jenis instrument yang paling sering. digunakan untuk mengumpulkan data dalam evaluasi program pelatihan adalah. dalam bentuk tes angket ceklis pengamatan wawancara atau evaluator sendiri. sebagai instrument,3 Mengumpulkan Data Analisis dan Judgement. Langkah ketiga merupakan tahapan pelaksanaan dari apa yang telah. dirancang pada langkah pertama dan kedua Pada langkah ketiga ini evaluator terjun. ke lapangan untuk mengimplementasikan desain yang telah dibuat mulai dari. mengumpulkan dan menganalisis data menginterpretasikan dan menyajikan dalam. bentuk yang mudah untuk dipahami dan komunikatif Pengumpulan data dapat dari. populasi maupun dengan menggunakan sampel Apabila menggunakan sampel. maka harus representatif mewakili populasi oleh karena harus memperhatikan. tekhnik sampling yang baik Berdasarkan data yang dikumpulkan kemudian. dianalisis dan dibuat judgement berdasarkan kriteria maupun standar yang telah. ditetapkan sebelumnya Dari hasil judgement kemudian disusun rekomendasi. kepada penyelenggara kegiatan pelatihan maupun fihak fihak lain yang mempunyai. kepentingan dengan kegiatan pelatihan, Langkah ketiga ini merupakan proses esensial dari kegiatan evaluasi.
program pelatihan di mana terjadi dialog antara evaluator dengan obyek evaluasi. Hal yang harus diperhatikan oleh evaluator pada tahap ini adalah masalah etika dan. penguasaan setting atau latar di mana evaluasi dilaksanakan. 4 Menyusun Laporan Hasil Evaluasi, Menyusun laporan merupakan langkah terakhir kegiatan evaluasi program. pelatihan Laporan disusun sesuai dengan kesepakatan kontrak yang ditandatangani. Misalnya dalam kontrak disepakati bahwa laporan dibuat dua jenis laporan dengan. sasaran atau penerima laporan yang berbeda dapat disepakati pula bahwa. penyampaian laporan secara tertulis dan ada kesempatan presentasi Langkah. terakhir ini erat kaitannya dengan tujuan diadakannya evaluasi Oleh karena itu gaya. dan format penyampaian laporan harus disesuaikan dengan penerima laporan. E Evaluator Program Pelatihan, Keberhasilan kegiatan evaluasi program pelatihan akan sangat ditentukan oleh. siapa yang melakukan evaluasi atau evaluator Evaluator adalah orang yang dipercaya. oleh pemilik program dan orang orang yang berkepentingan dengan program. stakeholder untuk melaksanakan evaluasi Penentuan siapa yang akan menjadi. evaluator ini sangat tergantung kepada pemilik program Berikut ini disajikan hal hal. yang berkaitan dengan alternatif evaluator pertimbangan penentuan dan kompetensi. 1 Alternatif Penentuan Evaluator, Penentuan tentang siapa yang akan berperan sebagai evaluator sangat. penting dan menentukan dalam kegiatan evaluasi Membuat keputusan tentang siapa. yang akan mengambil bagian sebagai evaluator terkadang mengandung konflik. pilihan yang dilematis Pertanyaan pertanyaan yang muncul ketika memikirkan. siapa yang akan berperan sebagai evaluato adalah Apakah evaluator berasal dari. dalam atau dari luar organisasi Apakah evaluator merupakan sebuah tim atau. individu Apakah evaluator merupakan tenaga paruh waktu part time atau. bekerja penuh full time Apakah evaluator merupakan tenaga professional atau. amatir Jawaban atas setiap pertanyaan tersebut mengarah kepada pemilihan dan. penentuan evaluator,2 Pertimbangan dalam Penentuan Evaluator. Berikut ini berbagai pertimbangan yang dapat dijadikan pedoman sebelum. menentukan evaluator Pertimbangan ini berkaitan dengan masalah keuntungan dan. kerugian atau kelebihan dan kekurangannya, a Pertimbangan antara evaluator orang dalam dan orang luar.
Orang dalam adalah orang yang berasal dari bagian atau institusi. penyelenggaran program pelatihan dan biasanya mereka telah ikut dalam proses. pengembangan dan pelaksanaan program pelatihan Sedangkan yang dimaksud. dengan orang luar adalah mereka yang berperan sebagai evaluator berasal dari. luar bagian atau institusi penyelenggara program pelatihan Kelebihan orang. dalam adalah mereka sudah mengetahui organisasi dengan baik dapat. mengetahui reputasi status dan kredibilitas organisasi tempatnya bekerja Ia. memiliki hubungan yang baik dengan staf memahami saluran komunikasi. dalam organisasi Kelemahan orang dari dalam adalah terjadinya bias karena. konflik kepentingan mungkin evaluator tidak memiliki ketrampilan evaluasi. atau pekerjaan evaluasi yang dilaksanakannya terganggu oleh tugas lain dan. akibatnya ia tidak dapat menepati waktu Sebaliknya apabila evaluator. ditentukan dari orang luar maka kelebihannya mereka dapat bersikap netral. dapat bertindak sebagai pengamat independent obyektif sebagai pengamat dan. lebih kompeten dalam teknik evaluasi Kekurangan evaluator dari luar adalah. mereka kurang akrab dengan kebiasaan organisasi tidak mengenal tatacara yang. ada di organisasi yang dimasuki dan tidak menutup kemungkinan pemilihannya. hanya berdasarkan rekomendasi, b Pertimbangan antara evaluator tim dan individual. Kelebihan evaluator individual atau perorangan adalah adanya kejelasan. tentang siapa yang harus bertanggungjawab sedangkan kekurangannya adalah. keberhasilan atau kegagalan evaluasi tergantung pada satu orang Sebenarnya. hampir mustahil pekerjaan evaluasi program pelatihan hanya diselesaikan oleh. satu orang tanpa bantuan orang lain Apabila evaluator ditentukan oleh tim maka. kelebihannya adalah adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas. Evaluator terdiri atas gabungan orang dengan berbagai keahlian sehingga bisa. saling melengkapi Kelemahan evaluator tim adalah perlu waktu untuk. pembentukan tim membutuhkan biaya yang tidak sedikit. c Pertimbangan antara evaluator parti time dan full time. Evaluator parti time dan full time masing masing memiliki kelebihan dan. kelemahan Kelebihan apabila evaluator bekerja penuh waktu full time adalah. pekerjaan terorganisir dengan baik ketepatan dan arus informasi tidak. tergantung pada evaluator sedangkan kelemahannya adalah biaya relatif lebih. mahal mengurangi kesempatan partisipasi dalam kegiatan evaluasi Apabila. evaluator bekerja paruh waktu part time adalah dapat melibatkan berbagai. keahlian dalam waktu yang tidak terlalu lama dan dimungkinkan penggunaan. tenaga ahli dari luar sementara kelemahannya adalah waktu kunjungan singkat. tidak memungkinkan untuk mempelajari permasalahan secara menyeluruah dan. perlu biaya dan peralatan yang banyak untuk penjadwalan. d Pertimbangan antara evaluator amatir dan professional. Pengertian evaluator professional di sini adalah mereka yang menjadikan. pekerjaan evaluasi atau penelitian sebagai pekerjaan pokok sehari hari dan telah. menekuni pekerjaan evaluasi dalam waktu yang lama Orang orang di luar. kriteria tersebut dianggap sebagai amatir Kelebihan evaluator amatir terutama. yang sudah berpengalaman meskipun amatir evaluator biasanya dapat. memahami isi dan obyek evaluasi dengan baik dan dapat memilih berbagai. ketrampilan evaluasi berdasarkan pengalaman Kelemahan evaluator amatir. adalah karena kurangnya pengetahuan tentang evaluasi akibatnya dapat. menurunkan obyektivitas evaluasi kemampuan evaluasinya terbatas dan mereka. memiliki keterbatasan dalam pilihan rancangan evaluasi Kelebihan evaluator. professional adalah evaluator dapat melaksanakan evaluasinya berdasarkan. pengalaman dan pengetahuan teknis dan evaluator memiliki berbagai pilihan. model evaluasi berdasarkan pengetahuan maupun pengalamannya Kelemahan. evaluator professional biasanya orang luar tidak selamanya dapat diterima. oleh orang dalam kecenderungan menggunakan metode tertentu dan. menghalangi pemilihan metode atau rancangan orang lain. 3 Kompetensi Evaluator, Evaluator haruslah dipilih dari orang yang benar benar memiliki kompetensi. di bidangnya Ketidakbebasan dalam penentuan evaluator harus dihindari sebab hal. itu akan berpengaruh negatif terhadap hasil evaluasi Ketidakbebasan karena konflik. kepentingan atau conflict of interest lebih besar pengaruhnya terhadap hasil. ketimbang ketidakmampuan dalam bidang teknis Kompetensi evaluator dapat. dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu kompetensi manajemerial kompetensi. teknis kompetensi koseptual dan kompetensi bidang studi Purwanto dan Atwi. Suparman 1999 55, a Kompetensi Manajerial Kompetensi manajerial magerial skill merupakan. ketrampilan dalam mengelola dan mengendalikan seluruh kegiatan evaluasi. sehingga dapat berlangsung dengan baik Ketrampilan manajerial ini meliputi. ketrampilan mengorganisir memimpin mengkoordinir mengarahkan. mengawasi ketrampilan berkomunikasi ketrampilan interpersonal analsis. system membuat perjanjian atau kontrak menjelaskan wawasan politik. ketrampilan menerapkan etika profesi dan sebagainya. b Ketrampilan Teknis Kompetensi ketrampilan Teknis yakni ketrampilan. melakukan kegiatan evaluasi langkah demi langkah dari perencanaan sampai. pembuatan laporan evaluasi secara tuntas Termasuk ketrampilan teknis ini di. antaranya adalah ketrampilan mengembangkan instrument melaksanakan tes. dan pengukuran melakukan analisis statistik menguasai berbagi metode. pengumpulan data menguasai aplikasi komputer menguasai berbagai soft ware. seperti excel SPSS Amos Lisrel dan berbagai soft ware dalam bidang statistik. lainnya menerapkan metodolgi penelitian evaluasi membuat interpretasi. membuat rekomendasi dan menulis laporan serta mempresentasikan laporan. c Kompetensi Konseptual yaitu ketrampilan tingkat tinggi yang berkaitan dengan. kemampuan menganalisis dan pemecahan masalah Ketrampilan konspetual. conceptual skill yang harus dikuasasi evaluator di antaranya adalah. kemampuan menentukan pilihan alternative menyusun rencana awal. mengklasifikasikan dan menganalisis masalah melihat dan menunjukkan. hubungan antar variabel dan membuat kesimpulan, d Kompetensi bidang studi yaitu kemampuan di bidang disiplin ilmu yang terkait. dengan kegiatan evaluasi Keahlian ini meliputi pengalaman kerja di bidang. evaluasi berpengatahuan tentang sumber literatur yang berkaitan dengan obyek. yang dievaluasi menguasai konsep konsep maupun model model evaluasi. Kegiatan penilaian dalam evaluasi program pelatihan tidak hanya dilaksanakan. pada akhir kegiatan program tetapi sebaiknya dilakukan sejak awal yaitu dari. penyusunan rancangnan program pelatihan pelaksanaan program pelatahan dan hasil. dari pelatihan Penilaian hasil pelatihan tidak cukup hanya pada hasil jangka pendek. output tetapi dapat menjangkau hasil dalam jangka panjang outcome and impact. program Ada berbagai macam model evaluasi program yang dapat dipilih untuk. mengevaluasi program pelatihan Model mana yang akan digunakan tergantung pada.

Related Books

Arba Minch University Institute of ... - Spate Irrigation

Arba Minch University Institute of Spate Irrigation

Institute of Technology Water Resources and Irrigation Engineering Depatment Training Module on Flood- Based farming - Spate Irrigation System March, 2012 Arba Minch, Ethiopia. I Table of contents Pages 1 INTRODUCTION..... 1 1.1 Introduction to flood based farming..... 1 1.2 Definition and Concepts..... 1 1.2.1 Flood Recession Farming ..... 1 1.2.2 Spate Irrigation ..... 4 1.3 Extent and ...

Engaging Men and Boys for Gender Equality Series: Lessons ...

Engaging Men and Boys for Gender Equality Series Lessons

2014 : Brief 2 - Engaging Men and Boys for Gender Equality Series - Lessons Learnt 5 experiences in the face of gender pressures, while balancing these reflections with others around broader issues of gender equity. Projects sometimes fall short of the potential impact of this work when men are only engaged to mitigate risks to

CHAPTER 13 STATEMENT OF CASH FLOWS - Solutions Manual

CHAPTER 13 STATEMENT OF CASH FLOWS Solutions Manual

It is costly to accumulate the data needed and to prepare the statement of cash flows. 2. It focuses on the differences between net income and cash flows from operating activities, and the data needed are generally more readily available and less costly to obtain than is the case for the direct method. 3. In a separate schedule of noncash investing and financing activities accompanying the ...

An analysis of Ge ez language heritage potential ...

An analysis of Ge ez language heritage potential

Ge'ez literature is dominated by the Bible and it comprises the Deutero-canonical books. There are also many medieval and early modern original texts in this language. The majority of the important works are correspondingly the literature of the Ethiopian Orthodox Tewahido Church. These works include Christian Orthodox liturgy (service books, prayers, hymns), hagiographies, and a range of ...

The Names of the Holy Spirit - Virtual Theological

The Names of the Holy Spirit Virtual Theological

of the Holy Spirit with God the Father and God the Son they all have the same nature, attributes and character. Second, this book separates the personality of the ...

Competitiveness in context Competitiveness and social ...

Competitiveness in context Competitiveness and social

Competitiveness in context Competitiveness and social disparities A contribution toward the debate Dr Jose Caballero Senior Economist May 2016. 2 Competitiveness in context - Abstract Abstract The objective of this essay is to trace the dynamics between competitiveness and social disparities particularly within the IMD World Competitiveness Yearbook data. A review of the relevant academic ...

URANIUM MINING AND THE NAVAJO NATION-LEGAL INJUSTICE

URANIUM MINING AND THE NAVAJO NATION LEGAL INJUSTICE

URANIUM MINING AND THE NAVAJO NATION-LEGAL INJUSTICE ALICE SEGAL* I. INTRODUCTION The question this Note attempts to answer is how to best resolve the injustice experienced by the Navajo people resulting from a history of exposure to uranium mining. The Navajo people have been left with un-reclaimed radioactive contamination from past uranium mines and are unsuccessfully attempting to prevent ...

Tell It Again! Read-Aloud Anthology Fables and Stories

Tell It Again Read Aloud Anthology Fables and Stories

Read-Aloud Anthology Fables and Stories ... Lesson 11 The Classic Tales of Brer Rabbit: Brer Fox, ... familiar with the key elements and parts of a story, and acquire

Chapter 14 - Chemical Kinetics

Chapter 14 Chemical Kinetics

Microsoft PowerPoint - Chapter 14 - Chemical Kinetics.pptx Author: spuds Created Date: 9/24/2018 7:04:40 AM ...

CHAPTER 1 SECTION 1 Characteristics of the Atmosphere

CHAPTER 1 SECTION 1 Characteristics of the Atmosphere

Interactive Textbook Answer Key 55 Weather and Climate I Weather and Climate Answer Key Chapter 1 The Atmosphere SECTION 1 CHARACTERISTICS OF THE ATMOSPHERE 1. nitrogen and oxygen 2. about 11/50 3. water vapor, carbon dioxide 4. the pressure produced by the air above a surface 5. The air pressure is higher around the tree than around the plane. 6.