Ekonomi Informal Perkotaan Sebuah Kasus Tentang Pedagang-Books Pdf

EKONOMI INFORMAL PERKOTAAN SEBUAH KASUS TENTANG PEDAGANG
13 Feb 2020 | 65 views | 0 downloads | 40 Pages | 372.05 KB

Share Pdf : Ekonomi Informal Perkotaan Sebuah Kasus Tentang Pedagang

Download and Preview : Ekonomi Informal Perkotaan Sebuah Kasus Tentang Pedagang


Report CopyRight/DMCA Form For : Ekonomi Informal Perkotaan Sebuah Kasus Tentang Pedagang



Transcription

Peningkatan migrasi desa kota yang tidak diimbangi dengan perluasan. lapangan kerja formal ditambah dengan maraknya praktek korupsi dan birokrasi. pemerintah yang berbelit belit serta perubahan tatanan ekonomi global yang. mendorong praktek tenaga kerja fleksibel atau tenaga kerja informal berkontribusi. terhadap berkembangnya kegiatan ekonomi informal perkotaan Breman 2001. Castells dan Portes 1989 Rachbini dan Hamid 1994 Tenaga kerja kota lokal dan. pendatang baik secara terpaksa atau sukarela terjun ke dalam kegiatan ekonomi. informal yang relatif mudah dimasuki oleh siapa pun. Di Indonesia dalam tiga dekade terakhir jumlah pekerja informal terus. menunjukkan peningkatan mulai dari kisaran 25 persen 1971 menjadi 36 persen. dan 42 persen 1980 dan 1990 2 Paska krisis moneter jumlahnya melonjak hingga. melebihi 60 persen 1999 dan terus meningkat hingga 70 persen pada tahun 20073. Kecenderungan serupa juga terjadi di Jawa Barat dalam tiga tahun terakhir jumlah. pekerja informal di provinsi ini terus bertambah dari 63 8 persen 2005 64 3 persen. 2006 dan 65 4 persen 2007 4, Sebagian besar pekerja informal khususnya di perkotaan terserap ke dalam. sektor perdagangan di antaranya perdagangan jalanan atau kaki lima5. Perdagangan jalanan telah menjadi sebuah alternatif pekerjaan yang cukup populer. terutama di kalangan kelompok miskin kota Hal ini terkait dengan cirinya yang. fleksibel mudah keluar masuk modal yang dibutuhkan relatif kecil dan tidak. memerlukan prosedur yang berbelit belit Bahkan kegiatan ekonomi informal. 2 Dikutip dari laporan Bappenas yang berjudul Studi Profil Pekerja di Sektor Informal dan Arah. Kebijakan ke Depan Direktorat Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi 2003. 3 Diolah dari data BPS 2003 dan 2008, 4 Diolah dari Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat No 03 01 32 Th X 2 Januari 2008. 5 Pedagang kaki lima adalah sebuah istilah yang diambil dari peraturan Belanda mengenai lebar. trotoar di depan pertokoan yang setidaknya harus memiliki luas 5 kaki Peraturan ini dibuat untuk. menjamin keamanan dan kenyamanan para pejalan kaki Sidharta 2006 dalam Dimas 2008. semacam ini dianggap sebagai kantung penyelamat selama masa krisis ekonomi. 1997 1998 Priyono 2002 Handayani akan datang Kegiatan ini juga merupakan. bagian penting dalam sistem perekonomian kota karena terbukti mampu. memberikan dukungan kepada masyarakat luas terutama kelompok miskin melalui. penyediaan produk produk murah lihat Kusakabe 2006 Rachbini dan Hamid 1994. Terlepas dari potensi ekonomi kegiatan perdagangan kaki lima keberadaan. pedagang kaki lima PKL kerap dianggap ilegal karena menempati ruang publik dan. tidak sesuai dengan visi kota yang sebagian besar menekankan aspek kebersihan. keindahan dan kerapihan kota Oleh karena itu PKL seringkali menjadi target utama. kebijakan kebijakan pemerintah kota seperti penggusuran dan relokasi Namun. berbagai kebijakan tersebut terbukti kurang efektif karena banyak PKL yang kembali. beroperasi di jalanan meskipun pernah digusur atau direlokasi Hal ini menekankan. bahwa fenomena ekonomi informal khususnya PKL di area perkotaan sulit. diselesaikan secara parsial terbatas pada kebijakan kota tapi juga menyangkut. persoalan struktural Dengan kata lain kebijakan penanganan PKL yang bersifat. jangka pendek sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pembenahan jangka. panjang terhadap berbagai persoalan mendasar,1 1 Masalah penelitian. Berbagai kebijakan penanganan PKL yang dilakukan oleh pemerintah Kota. Bandung baik yang bersifat exclusion penggusuran maupun inclusion. tendanisasi terbukti masih belum efektif mengatasi maraknya kegiatan. perdagangan jalanan Bahkan strategi yang dipilih terutama penggusuran seringkali. memunculkan persoalan lain yaitu kerusuhan dan penurunan kualitas hidup. Ketidakefektifan tersebut salah satunya terkait dengan persoalan praktis yaitu. keterbatasan pemahaman pemerintah akan karakteristik dan tipologi PKL serta. ketiadaan dokumentasi sistematis mengenai PKL Sehingga berbagai kebijakan. yang dibuat seringkali tidak didasari atas pemahaman yang tepat terhadap PKL dan. cenderung mengabaikan kompleksitas permasalahan dan keterlibatan banyak aktor. dalam kegiatan perdagangan kaki lima, Penelitian ini berupaya memberikan pemahaman tentang kebijakan. penanganan PKL karakteristik dan tipologi PKL serta organisasi PKL di Kota. Bandung seperti yang diuraikan dalam pertanyaan penelitian berikut ini. 1 Bagaimana arah kebijakan penanganan PKL di Kota Bandung dan. dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan sosial PKL, 2 Apa karakteristik dan tipologi pedagang kaki lima di Kota Bandung.
Bagaimana karakteristik ini mempengaruhi kebijakan penanganan PKL. 3 Bagaimana organisasi PKL berperan dalam menghadapi berbagai. persoalan yang kerap dihadapi PKL baik yang terkait dengan aparat. pemerintah preman dsb,1 2 Metode penelitian, Penelitian ini dilakukan di Kota Bandung atas berbagai pertimbangan 1. Kota Bandung merupakan salah satu tujuan PKL dari berbagai daerah di Indonesia. 2 PKL di Kota Bandung memiliki latar belakang yang beragam sehingga. permasalahan yang dihadapi menjadi lebih kompleks Penelitian mengenai PKL ini. menerapkan pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data. wawancara semi terstruktur dan wawancara sambil lalu serta pengamatan langsung. Proses wawancara dan pengamatan dilakukan di 10 konsentrasi PKL di Kota. Bandung Pemilihan kesepuluh konsentrasi PKL tersebut didasarkan pada suvey. yang dilakukan oleh Satuan polisi pamong praja Satpol PP pada tahun 2004. Selain itu pengamatan dan wawancara juga dilakukan di beberapa pasar kaget. seperti pasar Minggu Gasibu pasar Jum at Salman dan Pus dai pasar Minggu. Samsat dan pasar kaget di sebuah pabrik di Kiaracondong. Penelitian yang dilakukan selama 1 bulan dari Juli Agustus 2008 ini berhasil. mewawancarai 107 pedagang kaki lima Untuk melengkapi gambaran mengenai. organisasi PKL tim peneliti juga melakukan wawancara dengan beberapa pengurus. organisasi PKL di Kota Bandung Selain pengumpulan data primer penelitian ini. juga dilengkapi dengan pengumpulan data sekunder terhadap hasil hasil studi. terdahulu mengenai ekonomi informal perkotaan khususnya PKL dan penelusuran. terhadap dokumen pemerintah, Di awal penelitian tim peneliti menemukan kendala yang terkait dengan. keleluasan dalam melakukan wawancara Proses wawancara yang berlangsung di. lokasi berjualan yang ramai ternyata cukup menyulitkan tim peneliti Wawancara. kerap terhenti oleh transaksi jual beli atau kebisingan lalu lintas Untuk mensiasati. kendala tersebut tim peneliti berupaya melakukan wawancara saat sedang sepi. pengunjung Sedangkan saat ramai tim peneliti memilih untuk melakukan. pengamatan langsung,2 Bandung Kota Tujuan PKL, Kota Bandung yang memiliki jumlah penduduk 2 296 848 jiwa6 telah dikenal. sebagai salah satu kota tujuan pendatang yang berasal dari berbagai daerah di. pulau Jawa maupun non Jawa Kota Bandung juga telah menjadi pusat kegiatan. 6Penduduk perempuan 1 135 548 jiwa dan penduduk laki laki 1 160 300 jiwa BPS Kota Bandung. bukan hanya bagi penduduk setempat tapi juga penduduk di daerah sekitarnya. Pada siang hari jumlah orang yang ada di Kota Bandung diperkirakan meningkat. hampir dua kali lipat7 Kondisi ini terkait dengan pesatnya perkembangan ekonomi di. Kota Bandung yang cukup jauh meninggalkan daerah daerah di sekitarnya. Sebagian besar penduduk8 Kota Bandung lokal maupun pendatang terlibat. dalam sektor perdagangan 295 118 jiwa melampaui jumlah penduduk yang. terserap ke dalam sektor industri pengolahan 224 138 jiwa dan jasa 177 893 jiwa. BPS Kota Bandung 2006 Sektor perdagangan juga menjadi penyumbang. terbesar bagi PDRB Pendapatan Domestik Regional Bruto Kota Bandung yaitu. sekitar 38 persen Kemudian disusul oleh sektor industri pengolahan yang. menyumbang sekitar 28 persen, Tingginya jumlah sumbangan PDRB dan tenaga kerja yang terserap ke. dalam sektor perdagangan tidak terlepas dari maraknya pembangunan pasar. modern di Kota Bandung pada beberapa tahun belakangan ini Pada tahun 2006. pasar modern9 termasuk factory outlet di Kota Bandung tercatat sebanyak 301 dan. diperkirakan mampu menyerap puluhan ribu pekerja10 Ditambah lagi dengan jumlah. pedagang11 di pasar tradisional dan PKL yang tersebar di berbagai lokasi. Berdasarkan data Dinas Pasar Kota Bandung pada tahun 2006 terdapat sekitar. 9 669 pedagang aktif dan 3 852 pedagang non aktif yang berlokasi di 48 pasar. 7 Disampaikan oleh H Juniarso Ridwan dalam makalahnya yang berjudul Kebijakan Penataan Ruang. di Kota Bandung 2008,8 Berusia di atas 10 tahun, 9 Pemerintah kota membagi pasar modern ke dalam beberapa jenis yaitu mall toserba pusat.
perdagangan dan pertokoan departemen store supermarket hypermarket dan perkulakan BPS. Kota Bandung 2006, 10 Tidak ada catatan mengenai jumlah pekerja yang terserap ke pasar modern dan factory outlet. 11 Dari tahun ke tahun jumlah pedagang aktif di pasar tradisional cenderung menurun dari 10 247. 2001 menjadi 7 110 2005 dan mengalami kenaikan di tahun 2006. tradisional dikutip dari BPS Kota Bandung 2006 Sementara itu pada tahun 2005. jumlah PKL diperkirakan mencapai hingga 26 490 orang Kosasih 2007. Gambaran di atas selain memperlihatkan potensi sektor perdagangan secara. umum juga memperlihatkan arah kebijakan pembangunan pemerintah Kota. Bandung yang cenderung tertuju pada pengembangan pasar modern ketimbang. pasar tradisional dan perdagangan jalanan Arah kebijakan ini tampaknya. merupakan salah satu wujud dari visi pemerintah Kota Bandung yaitu menciptakan. Kota Bandung sebagai Kota Jasa yang Bersih Makmur Taat Bersahabat. Keberadaan pasar modern merupakan cerminan dari jasa perdagangan yang bersih. dan menunjukkan kemakmuran dan ketaatan karena segalanya tampak lebih. teratur apalagi jika dibandingkan dengan pasar tradisional dan perdagangan jalanan. yang sering terlihat semrawut Disamping itu pembangunan pasar modern juga. disinyalir akan semakin membatasi ruang bagi perdagangan informal. Upaya lain yang dilakukan untuk mencapai visi kota jasa tampak dari. pesatnya pembangunan hotel apartemen restoran pusat hiburan pusat. pendidikan dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan akan berbagai jenis jasa. seperti jasa pariwisata dan jasa pendidikan Berbagai pembangunan tersebut. ternyata mampu menarik minat bukan hanya wisatawan tapi juga lebih banyak. pendatang untuk mencari penghidupan lebih baik di Kota Bandung. Untuk menekan jumlah pendatang terutama kelompok pendatang miskin. yang tidak memiliki pekerjaan jelas pemerintah kota melalui berbagai kebijakannya. berupaya mengontrol dan membatasi jumlah pendatang yang masuk ke Bandung. misalnya melalui razia dan pengurusan kartu identitas yang cukup rumit bagi. pendatang lihat Widyaningrum akan datang Upaya pembatasan ini didasarkan. pada beberapa asumsi antara lain melimpahnya jumlah pendatang dapat. mengancam sumber penghidupan penduduk lokal12 menambah kekumuhan kota. karena pertambahan kelompok pendatang miskin biasanya diiringi dengan. meluasnya perkampungan kumuh lihat Davis 2004 dan mengganggu APBD. Anggaran Pembelanjaan Daerah karena terserap untuk menyelesaikan masalah. akibat urbanisasi berlebih, Kebijakan yang tidak ramah tersebut cukup menyulitkan para pedagang. jalanan khususnya pendatang karena keberadaannya yang serba ilegal selain. melakukan kegiatan ekonomi di ruang publik juga tidak terdata sebagai warga Kota. Bandung Berbagai pembahasan mengenai pedagang kaki lima di Kota Bandung. dan berbagai kebijakan yang mengaturnya akan dibahas pada bagian berikut ini. 3 Kebijakan dan Pedagang Jalanan Kota Bandung, Bagian ini mendeskripsikan tentang kebijakan penanganan PKL karakteristik. dan tipologi PKL yang tersebar di 10 konsentrasi PKL di Kota Bandung serta. dinamika organisasi tempat mereka bernaung Deskripsi tersebut diharapkan bisa. dipergunakan untuk memahami keberadaan PKL di Kota Bandung Pemahaman. yang tepat akan keberadaan mereka juga dapat mendasari lahirnya kebijakan. kebijakan yang strategis maupun upaya pengorganisasian para PKL yang lebih. Perdagangan kaki lima merupakan salah satu kegiatan ekonomi informal. yang paling populer di wilayah perkotaan di negara negara berkembang seperti. Indonesia Dalam kasus Kota Bandung keberadaan PKL bisa dengan mudah. 12 Hasil pengamatan terhadap berbagai acara pemerintahan pemberitaan media dan wawancara. terhadap pedagang kaki lima, ditemukan di jalan jalan utama pusat pusat keramaian dan ruang ruang publik. Berdasarkan survey Satpol PP tahun 2004 ditemukan bahwa konsentrasi. PKL terbesar dapat ditemukan di dua kecamatan yang menempati jantung kota. yaitu Kecamatan Bandung Wetan dan Regol dengan jumlah di masing masing. kecamatan mencapai 6 000 PKL Posisi berikutnya berturut turut ditempati oleh. Kecamatan Andir 2 912 PKL Kecamatan Kiaracondong 2 500 PKL Kecamatan. Lengkong 930 PKL Kecamatan Cicendo 874 PKL Kecamatan Cibeunying Kidul. 863 PKL Kecamatan Coblong 800 PKL Kecamatan Astana Anyar 500 PKL. Kecamatan Sukajadi 498 PKL Kecamatan Bojongloa Kaler 485 PKL Bujet No. 10 2004 dalam Solichin 2005 Sementara itu jumlah PKL pada tahun 2005. diperkirakan bertambah 1663 PKL dari tahun sebelumnya menjadi 26 490 PKL. Bujet No 10 2004 dalam Solichin 2005 Kosasih 2007 Namun pada tahun 2008. jumlah PKL diperkirakan mengalami penurunan sekitar 60 persen menjadi sekitar. 15 000 PKL Pikiran Rakyat 6 September 2008, Klaim mengenai penurunan jumlah PKL pada tahun 2008 masih perlu.
1 EKONOMI INFORMAL PERKOTAAN SEBUAH KASUS TENTANG PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA BANDUNG Resmi Setia M 1 1 Pendahuluan Sejak tahun 1970 an isu tenaga kerja di kota

Related Books

Taxation and Investment in Argentina 2016

Taxation and Investment in Argentina 2016

Argentina s financial center is the capital Buenos Aires 1 4 Foreign investment Foreign companies may invest in Argentina on an equal footing with domestic firms without prior government approval Foreign investors have the same rights and obligations as domestic investors and may enter any area of economic activity without a local partner Approval or special procedures generally are

En Argentina para Argentina Siemens

En Argentina para Argentina Siemens

Argentina es un pa s con amplias oportunidades e importantes desaf os Existen necesidades urgentes en materia de infraestructura creaci n de oportunidades en la industria generaci n de empleo y reducci n de la pobreza e inequidad social El pa s ofrece una amplia gama de posibilidades para apalancar su crecimiento en sectores como agroindustria transporte miner a y energ a apoyado

ARGENTINA OECD

ARGENTINA OECD

Enterprises Argentina This work is published on the responsibility of the Secretary General of the OECD The opinions expressed and arguments employed herein do not necessarily reflect the official views of the OECD or of the governments of its member countries or those of the European Union This document and any map included herein are without prejudice to the status of or sovereignty over

Argentina Background and U S Relations

Argentina Background and U S Relations

Argentina a South American country with a population of almost 44 million has had a vibrant democratic tradition since its military relinquished power in 1983 Current President Mauricio Macri the leader of the center right Republican Proposal and the candidate of the Let s Change coalition representing center right and center left parties won the 2015 presidential race He succeeded

Argentina Doing Business

Argentina Doing Business

Argentina Region Latin America amp Caribbean Income Category Upper middle income Population 44 494 502 City Covered Buenos Aires Ciudad autonoma de 126 DB RANK DB SCORE 59 0 Rankings on Doing Business topics Argentina 141 155 111 123 104 61 170 119 97 111 Starting a Business Dealing with Construction Permits Getting Electricity Registering

ARGENTINA International Transport Forum

ARGENTINA International Transport Forum

Argentina has developed a new data collection system which is in use in 17 of the 24 provinces In 2017 this new system allowed Argentina to use data collected primarily from police reports to estimate for the first time the share of different user groups in total road deaths These data revealed that motorcyclists were not only the main traffic casualties but also that their share in total

The Republic of Argentina

The Republic of Argentina

The Republic of Argentina hereby invites Holders as defined below to submit orders to exchange Tender Orders their Eligible Bonds for New Bonds on the terms and subject to the conditions described in this prospectus supplement each an Exchange Offer Each

Reading the Mind Buddhism

Reading the Mind Buddhism

Reading the MindReading the Mind ii iii Note Kee Nanayon was born in 1901 in the provincial town of Rajburi about a hundred kilometres west of Bangkok When she was young she liked to visit the nearby Buddhist monastery especially on the weekly Observance Day when she listened to Dhamma from the monks and kept the Eight Precepts Sometimes she would rest from her work around the house by

Harry Maurer presents OVER 100 CARD TRICKS THAT YOU CAN DO

Harry Maurer presents OVER 100 CARD TRICKS THAT YOU CAN DO

OVER 100 CARD TRICKS THAT YOU CAN DO Magic is a lot of fun but carrying a bunch of magic equipment around with you can be awkward Presenting tricks with a deck of cards is easy and can be performed almost anywhere by anyone You will find that most of the tricks below can even be presented with a borrowed deck of cards that way you can entertain your friends and family at a moment s

The Illuminati Formula to Create an Undetectable Total

The Illuminati Formula to Create an Undetectable Total

Fritz Springmeier and Cisco Wheeler have co authored They Know Not What They Do An Illustrated Guidebook To Monarch Mind Control Both Fritz and Cisco bring years of experience in dealing with Monarch programming to bear on the writing of this book Fritz has researched the Illuminati while he has worked with victims of its programming He has authored The Top 13 Illuminati Families and