Diktat Mata Kuliah Konstruksi Jalan-Books Pdf

DIKTAT MATA KULIAH KONSTRUKSI JALAN
23 Sep 2020 | 2 views | 0 downloads | 63 Pages | 3.84 MB

Share Pdf : Diktat Mata Kuliah Konstruksi Jalan

Download and Preview : Diktat Mata Kuliah Konstruksi Jalan

Report CopyRight/DMCA Form For : Diktat Mata Kuliah Konstruksi Jalan



Transcription

KATA PENGANTAR, Puji Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberi Rahmat dan. Karunia Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Diktat Praktikum Konstruksi Jalan ini. Mata Kuliah Praktikum Konstruksi Jalan Raya merupakan salah satu mata kuliah. wajib yang harus ditempuh di Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik. Universitas Negeri Yogyakarta Diktat Praktikum Konstruksi Jalan Raya ini disusun guna. memudahkan mahasiswa dalam melaksanakan pratikum, Dengan selesainya Diktat Praktikum Konstruksi Jalan ini tidak terlepas dari bantuan. banyak pihak yang telah memberi masukan masukan kepada penulis Untuk itu Penulis. mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membatu hingga. Diktat Praktikum Konstruksi Jalan, Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari Diktat ini baik dari materi. maupun teknik penyajianya mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Yogyakarta Juni 2012, DAFTAR ISI, HALAMAN JUDUL i, KATA PENGANTAR ii. DAFTAR ISI iii, 1 BAB I KLASIFIKASI JALAN 1, 2 BAB II VOLUME KENDARAAN 11.
3 BAB III PENAMPANG JALAN 27, 4 BAB IV GAMBAR ALINYEMEN HORIZONTAL 32. 5 BAB VI GAMBAR LENGKUNG VERTIKAL 40, KLASIFIKASI JALAN. A KLASIFIKASI MENURUT FUNGSI JALAN, 1 Jalan Arteri. Jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri ciri perjalanan jarak jauh. Kecepatan rata rata tinggi jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien. 2 Jalan Kolektor, Jalan yg melayani angkutan pengumpul pembagi dengan ciri ciri perjalanan jarak. sedang kecepatan rata2 sedang jumlah jalan masuk dibatasi Jalan arteri primer. dalam kota merupakan terusan jalan arteri primer luar kota melalui atau menuju. kawasan primer yang dirancang berdasarkan kecepatan rencana paling rendah. 60km jam Lebar badan jalan arteri primer tidak kurang dari 8 meter. Gambar 1 1 Sketsa Hierarki Jalan, 3 Arteri Primer, Kendaraan angkutan barang berat dan kendaraan umum bus dapat diizinkan.
melalui jalan ini Lokasi berhenti dan parkir pada badan jalan seharusnya tidak. Gambar 2 1 Kondisi minimal Jalan Arteri, Gambar 3 1 Penampang Tipikal Jalan Arteri. Gambar 4 1 Jalan Arteri Porong sumber google com, 4 Kolektor Primer. Jalan kolektor primer dirancang berdasarkan kecepatan rencana paling. rendah 40 empat puluh km per jam Besarnya lalu lintas harian rata rata pada. umumnya lebih rendah dari jalan arteri primer Dianjurkan tersedianya Jalur. Khusus yang dapat digunakan untuk sepeda dan kendaraan lambat lainnya. Jumlah jalan masuk ke jalan kolektor primer dibatasi secara efisien Jarak antar. jalan masuk akses langsung tidak boleh lebih pendek dari 400 meter. Gambar 5 1 Kondisi minimal Ideal, Gambar 6 1 Penampang tipikal jalan Kolektor primer. Gambar 7 1 Konsep Klasifikasi fungsi jalan dalam hubungannya dengan tingkat akses. 5 Jalan Lokal Primer, Jalan lokal primer melalui atau menuju kawasan primer atau jalan primer. lainnya Jalan lokal primer dirancang berdasarkan kecepatan rencana paling. rendah 20 dua puluh km per jam Kendaraan angkutan barang dan bus dapat. diizinkan melalui jalan ini Lebar badan jalan lokal primer tidak kurang dari 6. enam meter Besarnya lalu lintas harian rata rata pada umumnya paling rendah. pada sistem Primer, Gambar 8 1 Jalan Lokal Primer, Gambar 9 1 Contoh Jalan Lokal Primer.
6 Jalan Arteri Sekunder, Jalan arteri sekunder menghubungkan Jalan arteri sekunder dirancang. berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 30 tiga puluh km per jam Lebar. badan jalan tidak kurang dari 8 delapan meter Kendaraan angkutan barang. ringan dan bus untuk pelayanan kota dapat diizinkan melalui jalan ini. Gambar 10 1 Kondisi Minimum, Gambar 11 1 Penampang tipikal jalan. Gambar 12 1 Contoh jalan Arteri Sekunder, 7 Jalan Kolektor Sekunder. Besarnya lalu lintas harian rata rata pada umumnya paling rendah. dibandingkan dengan fungsi jalan yang lain Lebar badan jalan kolektor sekunder. tidak kurang dari 7 tujuh meter Jalan kolektor sekunder dirancang berdasarken. keoepatan rencana paling rendah 20 dua puluh km per jam Kendaraan angkutan. barang berat dan bus tidak diizinkan melalui fungsi jaIan ini di daerah pemukiman. Gambar 13 1 Kondisi Minimum, Gambar 14 1 Penampang tipikal jalan. Gambar 15 1 Contoh Jalan Kolektor Sekunder, Sumber www google com.
8 Jalan Lokal sekunder, Jalan lokal sekunder didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 10. sepuluh km per jam Lebar badan jalan lokal sekunder tidak kurang dari 5 lima. Gambar 16 1 Kondisi Minimum, Gambar 17 1 Penampang tipikal jalan. 9 Jalan Lokal, Jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri ciri perjalanan jarak dekat. kecepatan rata rata rendah dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. B KLASIFIKASI MENURUT KELAS JALAN, Berkaitan dengan kemampuan jalan untuk menerima beban lalu lintas dinyatakan. dalam muatan sumbu terberat MST dalam satuan ton Klasifikasi menurut kelas. jalan ketentuannya serta kaitannya dengan kasifikasi menurut fungsi jalan dapat. dilihat dalam Tabel 1 1 Pasal 11 PP No 43 1993, Tabel 1 1 Klasifikasi menurut kelas jalan.
Muatan Sumbu Terberat, Fungsi Kelas, Arteri II 10, Kolektor IIIB 8. C KLASIFIKASI MENURUT MEDAN JALAN, Medan jalan diklasifikasikan berdasarkan kondisi sebagian besar kemiringan medan. yang diukur tegak lurus garis kontur Klasifikasi menurut medan jalan untuk. perencanaan geometrik dapat dilihat dalam Tabel 2 1 Klasifikasi menurut medan. Tabel 2 1 Klasifikasi menurut medan jalan, No Jenis Medan Notasi Kemiringan Medan. 1 Datar D 3, 2 Perbukitan B 3 25, 3 Pegunungan G 25. Keseragaman kondisi medan yang diproyeksikan harus mempertimbangkan. keseragaman Kondisi medan menurut rencana trase jalan dengan mengabaikan. perubahan perubahan pada Bagian kecil dari segmen rencana jalan tersebut. Klasifikasi jalan menurut wewenang pembinaannya sesuai pp no 26 1985 adalah. jalan nasional jalan propinsi jalan kabupaten kotamadya jalan desa dan jalan. VOLUME KENDARAAN, A KENDARAAN RENCANA, Kendaraan yang dimensi dan radius putarnya dipakai sebagai acuan dalam perencanaan.
geometrik Kendaraan Rencana dikelompokkan ke dalam 3 kategori. 1 Kendaraan Kecil diwakili oleh mobil penumpang, 2 Kendaraan Sedang diwakili oleh truk 3 as tandem oleh. bus besar 2 as, 3 Kendaraan Besar diwakili oleh truk semi trailer. Dimensi dasar untuk masing masing kategori Kendaraan Rencana ditunjukkan dalam. Tabel 1 2 Dimensi Dasar Kendaraan Rencana, B SATUAN MOBIL PENUMPANG. 1 SMP adalah angka satuan kendaraan dalam hal kapasitas jalan di mana mobil. penumpang ditetapkan memiliki satu SMP, 2 SMP untuk jenis jenis kendaraan dan kondisi medan lainnya dapat dilihat dalam. Tabel 2 2 Detail nilai SMP dapat dilihat pada buku Manual Kapasitas Jalan. Indonesia MKJI No 036 TBM 1997, Tabel 2 2 Satuan Mobil Penumpang.
3 Volume Lalu Lintas Rencana, Volume lalu lintas harian rencana vlhr adalah prakiraan volume harian pada akhir. tahun rencana lalu lintas dinyatakan dalam smp hari volume jam rencana vjr. adalah prakiraan volume lalu lintas pada jam sibuk rencana lalu lintas dinyatakan. dalam smp jam dihitung dengan rumus, VJR VLRH x, a K disebut faktor K faktor volume lalu lintas jam sibuk. b F disebut faktor F faktor variasi tingkat lalu lintas. c VJR digunakan untuk menghitung jumlah lajur jalan dan fasilitas lalu lintas lainnya. sebagai dasar perencanaan geometrik jalan yang memungkinkan kendaraan kendaraan bergerak dengan aman dan nyaman dalam kondisi cuaca yang cerah lalu lintas yang lengang amp pengaruh samping jalan yang tidak berarti VR untuk masing masing fungsi jalan dapat ditetapkan dari Tabel 4 2 Untuk kondisi medan yang sulit VR suatu segmen jalan dapat diturunkan dengan syarat bahwa penurunan tersebut

Related Books

Les grands messages de l ann e 2019 en h patologie

Les grands messages de l ann e 2019 en h patologie

Enric Reverter Journal of Hepatology 2019 vol 71 j 942 omplications de la cirrhose Reco 2019 DIAGNOSTI ET PRISE EN HARGE DE L EN PHALOPATHIE H PATIQUE SUR IRRHOSE Les experts sugg rentqu une enc phalopathieh patique soit d pist echez tous les patients atteints de cirrhose quelle que soit leur fonction h patique La valeur seuil de 20 noms d animaux en 1 minute semble

JOURNAL OF HEPATOLOGY

JOURNAL OF HEPATOLOGY

JOURNAL OF HEPATOLOGY JULY 2015 EASL Recommendations on Treatment of Hepatitis C 2015 SUMMARY Contents 1 Diagnosis of acute and chronic hepatitis C 2 Screening for chronic hepatitis C 3 Goals and endpoints of HCV therapy 4 Pre therapeutic assessment 5 Indications for treatment who should be treated 6 Drug drug interactions 7 Treatment of chronic hepatitis C including patients

World Journal of Hepatology

World Journal of Hepatology

World Journal of Hepatology World J Hepatol 2019 March 27 11 3 250 334 ISSN 1948 5182 online Published by Baishideng Publishing Group Inc WJHWorld Journal of Hepatology Contents Monthly Volume 11 Number 3 March 27 2019 MINIREVIEWS 250 Update on management of gastric varices Vine LJ Subhani M Acevedo JG 261 Hepatocellular carcinoma recurrence after liver transplantation Risk factors

JOURNAL EASL The Home of Hepatology

JOURNAL EASL The Home of Hepatology

JOURNAL OF HEPATOLOGY EDITOR IN CHIEF Didier Samuel CO EDITORS Christopher Day Peter R Galle ASSOCIATE EDITORS Richard Moreau France Paolo Angeli Italy Marina Berenguer Spain Thomas Baumert France Jean Fran ois Dufour Switzerland Ira Jacobson USA Rajiv Jalan UK Yun Fan Liaw Taiwan Ansgar Lohse Germany Derek A Mann UK Philippe Mathurin France Vincenzo Mazzaferro Italy J rg

Laboratory and pilot units Mixing Drying Granulating

Laboratory and pilot units Mixing Drying Granulating

Diskjet fluid bed technology Diskjet NexStep software Gentlewing Maximum mixing quality with minimum mechanical stress on Minimal wall caking due to very close clearances between the product vessel and Gentlewing Excellent discharge due to the Z design of the Gentlewing impeller Effective drying without tilting or microwave technology

On the Optimization of the Fluidized Bed Particulate

On the Optimization of the Fluidized Bed Particulate

On the optimization of the fluidized bed particulate coating process 1998 Department of Chemical Engineering and Technology Royal Institute of Technology Stockholm Sweden Abstract Different aspects that influence the fluidized bed particulate coating process have been investigated An easy to use procedure for creating temperature and humidity profiles for the gas inside the bed was

FLUID BED procEssIng Experts in Spray Technology

FLUID BED procEssIng Experts in Spray Technology

FLuID BeD PROCeSSING fluid bed granulation and wurster coating In dry stage granulation the particles only require a slight wetting to become tacky and stick to each other The granulating solution is applied at a rate less than or equal to its evaporation rate Thus the particles remain dry through the entire process

Process Analytical Technology Approach on Fluid Bed

Process Analytical Technology Approach on Fluid Bed

Process Analytical Technology Approach on Fluid Bed Granulation and Drying Identifying Critical Relationships and Constructing the Design Space Dissertationes bioscientiarum molecularium Universitatis Helsingiensis in Viikki 40 2008 59 pp ISBN 978 952 92 4536 9 pbk ISBN 978 952 10 5011 4 pdf ISSN 1795 7079 Fluid bed granulation is a key pharmaceutical process which improves many

Fluid Bed Technology Overview and Parameters for Process

Fluid Bed Technology Overview and Parameters for Process

Fluid Bed Technology Overview and Parameters for Process Selection Saurabh Srivastava1 Garima Mishra2 1University Institute of Pharmaceutical Sciences Panjab University Chandigarh Punjab India 2Swami Vivekanand College of Pharmacy Patiala Punjab India ABSTRACT Formulation development is the most emerging and upcoming face of pharmaceutical technology in the current era It is

Contract Manufacturing Fluid Bed Technology

Contract Manufacturing Fluid Bed Technology

Multifunctional fluid bed processor Facts and figures Laboratory unit Production unit Type Glatt Procell 5 with conventional bottom screen and spouted bed Glatt AGT 1600 T with 1 60 m bottom screen diameter and insertable spouted bed Production method Batch or continuous operation Batch or continuous operation Batch size 0 5 1 0 kg 250 500 kg