Bab Iii Metode Dan Prosedur Penelitian-Books Pdf

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN
07 Apr 2020 | 12 views | 0 downloads | 27 Pages | 327.18 KB

Share Pdf : Bab Iii Metode Dan Prosedur Penelitian

Download and Preview : Bab Iii Metode Dan Prosedur Penelitian


Report CopyRight/DMCA Form For : Bab Iii Metode Dan Prosedur Penelitian



Transcription

Negara Hukum melalui pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. pada Mahasiswa, Setelah diketahui gambaran kondisi riil di lapangan mengenai bagaimana. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Negeri. kemudian dikonfirmasikan kepada para pakar di bidang Pendidikan. Kewarganegaraan dan Pendidikan Tinggi untuk dimintai analisa dan. pandangannya dari sudut teori keilmuan hasilnya akan dibuat suatu bentuk. rekomendasi dalam pengembangan Pemahaman Konsep Negara Hukum Indonesia. di Perguruan Tinggi, Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif Istilah. Penelitian Kualitatif menurut Strauss dan Corbin 2007 4 menunjukkan sebagai. jenis penelitian yang temuan temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik. atau bentuk hitungan lainnya dan Cresswell 1998 15 memberikan definisi. Qualitative research is an inquiry process of understanding based on. distinct methodological traditions of inquiry that explore a social or. human problem The Researches build a complex holistic picture analyses. words reports detailed views of informants and conducts the study in a. natural setting, Kemudian Mc Millan dan Schumacher 2001 35 mengklasifikasikannya. dalam dalam 2 dua pendekatan sebagai mana berikut, Qualitative modes inquiry can be classified as interactive or non. interactive These qualitative modes of inquiry are important because each. has a prominent history in one of the disclipines and has generated. journals book and distinctive methodologies that characterize its. approach As a group these qualitative modes of inquiry are reported. frequently in journals espouse rigorous and systematic methodologies. and illustrate diversity in research design researcher role and data. gathering techniques, Di atas dijelaskan bahwa Penelitian Kualitatif didekati dalam dua.
pendekatan yakni interaktif dan non interaktif Kemudian dijelaskan oleh Mc. Millan dan Schumacher 2001 35 untuk penelitian kualitatif yang pendekatan. secara interaktif, Interactive qualitative inquiry is an in depth study using face to face. techniques to collect data from people in their natural setting The. researcher interprets phenomena in terms of the meanings people bring to. them Qualitative researchers build a complex holistic picture with. detailed description of informants prespectives Interactive researchers. describe the context of the study illustrate different perspectives of the. phenomena and contually revise questions from their experience in the. Penelitian kualitatif secara interaktif adalah penelitian dengan sangat. mendalam menggunakan teknik langsung menggunakan data dari orang secara. faktual di lapangan Periset menginterpretasikan fenomena menggunakan. interpretasi hasil data prespektif pendapat orang Peneliti Kualitatif hendak. mengembangkan gambaran secara detail berdasarkan informasi perspektif orang. Secara intraktif peneliti menggambarkan obyek yang dipelajarinya. mengilustrasikan perbedaan cara pandang dari suatu fenomena dan menjawab. semua pertanyaan penelitian berdasarkan apa yang didapat dilapangan Sedangkan. non interaktif dijelaskan oleh Mc Millan dan Schumacher 2001 38 sebagai. Noningteractive modes of inquiry termed analytical research investigate. historical concepts and events through an analysis of documents The. researcher identifies studies and then synthezes the data to provide an. understanding of the concept or a past event that may or may not have. been directly observable Authentificated documents are the major source. of data The researcher interprets facts to provide explanations of the. past and clarifies the collective educational meanings that may be. underlying current practices and issues, Pendekatan Non interaktif dengan mengunakan suatu analisa dan. investigasi terhadap konsep perjalanan sejarah melalui suatu analisis dokumen. Peneliti mengidentifikasi mempelajari dan mensintesakan berbagai data yang. diperoleh dari pengamatan Mengindentifikasikan seluruh data dokumen otentik. Peneliti menginterpretasikan fakta yang memberikan penjelasan dan klarifikasi. mengenai definisi atau peristiwa sebenarnya terjadi dan atau hanya isu saja. Untuk penelitian kualitatif secara interaktif ini menurut Cresswell. 1994 11 12 dalam penelitian ilmu sosial terdapat 4 empat tradisi penelitian. Etnographies in which the researches studies an intact cultural group in a. natural setting during a prolonged period of time by collecting primally. observational data Wallen Fraenkel 1991 The research process is. flexible and typically evolves contextually in response to the lived realities. encountered in the field setting Grant Fine 1992 Spradley 1979. Examples in this book are drawn also from critical etnography a style of. discourse and analysis embedded within conventional ethnography In this. approach the researcher chooses between conceptual alternatives and. value laden judgements to challenge research policy and other forms of. human activity Thomas 1993 Critical Etnographers attempt to aid. emancipatory goals negate repressive influence raise consciosness and. invoke a call to action that potentially will lead to social change. Grounded theory in which the researcher attempts to derive a theory by. using multiple stages of data collection and the refinement and. interrelationship of categories of information Strauss Corbin 1990. Two Primarry Character of design Two primary characteristics of this. design are the constant comparison of data with emerging categories and. theoretical sampling of different groups to maximize the similarities and. the differences of information, Case studies in which the researcher explores a single entity or phenomen. the case bounded by time and activity a program event process. institution or social group and collects detailed information by using a. variety of data collection procedures during a sustained period of time. Merriam 1988 Yin 1989, Phenomenological studies In which human experiences are examined. through the detailed descriptions of people being studied Understanding. the lived experiences marks phenomenology as a philosophy based on. the works of Husserl Heidegger Schuler Sartre and Merlau Ponty. Nieswiadomy 1993 as uch as it is a method of research As a method the. procedure involves studying a small number of subjects through extensive. and prolonged engagement to develop patterns and relationships of. meaning Dukes 1984 Oiler 1986 Through this process the researcher. brackets his or her own experiences in order to understand those of the. information Nieswiadomy 1993, Selain dari keempat tradisi penelitian kualitatif yang tersebut di atas.
kemudian Cresswell 1998 47 ditambahkan juga sebuah pendekatan yang. dinamakan A Biography Study yang penjelasannya sebagai berikut. A biography study is the study of an individual and her or his his. experience as told to researcher or found in documents and archival. Dari kelima tradisi pendekatan tersebut kemudian mengutip pendapatnya. Marshall dan Rossman Mc Millan dan Schumacher 2001 37 menambahkan. Critical Studies Studi kritis dalam tradisi pendekatan kualitatif dengan. penjelasan, Critical studies begin with a commitment to expose social manipulation. and oppression and to change oppressive social structures They often. have explicit emancipatory goals either through sustained critique or. through direct advocacy and anction taken by researcher or the. participants A researcher may identify his or her gender race age. ethnicity social status and political positions to inform the reader that. interpretations are not value free Carspecken 1996 Rossman Rallis. Studi Kritis dimulai dengan sebuah komitmen untuk mengekspos. manipulasi sosial kesewenangan dan untuk membebaskan tekanan sosial. Seringkali bertujuan emansipasi dan sebuah kritik oleh peneliti atau partisipan. mengenai sebuah aksi pembelaan Peneliti mengidentifikasikan posisinya dalam. interpretasi sebagai bagian dari gendernya ras usia sosial status dan posisi. politik di mana ini menunjukkan dia tidak bebas nilai atau pada posisinya yang. tidak netral, Dari semua pendekatan tersebut Penelitian ini mengambil pendekatan. kualitatif dengan tradisi Studi Kasus Case Study dengan maksud hendak. memberikan gambaran bagaimana Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di. Perguruan Tinggi Negeri pada suatu tempat di suatu waktu yakni dalam hal ini. bertempat di Kota Bandung pada tahun ajaran 2007 2008 Dalam rangka. memberikan sekelumit deskripsi mengenai Pembelajaran Konsep Negara Hukum. melalui Mata Kuliah PKn di Perguruan Tinggi sebagai bagian pengembangan. karakter kewarganegaraan civics culture yang smart and good citizenship. Pendekatan kualitatif dalam kesempatan ini di maksudkan untuk. mengungkapkan apa yang terjadi dalam Pengembangan Pemahaman Konsep. Negara Hukum pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi melalui kegiatan. Pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan atau nama Mata Kuliah. Lain yang dianggap mewakili Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang. berkedudukan sebagai Mata kuliah wajib, Proses kerja dilakukan secara perspektif emik dengan berusaha. mengungkapkan fenomena berdasarkan apa yang diketahui dirasakan dan. dilakoni oleh para civitas academika di suatu Perguruan Tinggi Negeri yang. menjadi obyek penelitian mengenai Pembelajaran dalam Perkuliahan Pendidikan. Kewarganegaraan di mana Data kemudian digambarkan melalui teknik deskripsi. baik interpretasi maupun reproduksi, Selain dengan Prespektif emik penelitian menggunakan juga Prespektif. etik dengan mengemukakan interpretasi pihak ketiga dalam hal ini para pakar di. bidang Pendidikan Kewarganegaraan Hukum Tata Negara Pakar Pembelajaran. Pendidikan Tinggi,B Penentuan Subjek Penelitian, Dalam penelitian ini Peneliti menetapkan kriteria subjek penelitian sebagai.
teknik penentuan apa apa yang dapat dijadikan subyek penelitian ini dengan. maksud agar peneliti dapat sebanyak mungkin mendapatkan informasi dengan. segala kompleksitas yang berkaitan dengan pembelajaran Pendidikan. Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi, Ada beberapa kriteria yang digunakan dalam penetapan subyek penelitian. yakni latar setting para pelaku actors peristiwa peristiwa events dan proses. process Miles dan Huberman 1984 56 Al Wasilah 2003 145 146 Sapriya. 2007 144 Kriteria pertama adalah latar yang dimaksud adalah situasi dan tempat. berlangsungnya proses pengumpulan data yakni di dalam kegiatan belajar dan. mengajar di kampus wawancara di rumah di kantor wawancara formal dan. informal berkomunikasi resmi dan tidak resmi, Berkaitan dengan kriteria pertama Lokasi Penelitian ini mengambil lokasi. Perguruan Tinggi Negeri se wilayah Kota Bandung Propinsi Jawa Barat Kota. Bandung merupakan Ibu Kota Propinsi Jawa Barat yang dikenal sebagai salah. kota pendidikan di Indonesia di mana kota ini memiliki tiga PTN berbentuk. Universitas satu Institut tiga politeknik dan empat sekolah tinggi yaitu. Universitas Pendidikan Indonesia UPI Universitas Padjajaran UNPAD. Univesitas Islam Negeri UIN Sunan Gunung Djati Institut Teknologi Bandung. ITB Politeknik Kesehatan Bandung Poltekkes Bandung Politeknik Negeri. Bandung POLBAN Politeknik Manufaktur Bandung POLMAN Sekolah. Tinggi Pariwisata Bandung STP Bandung Sekolah Tinggi Ilmu Seni STIS. Bandung Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil STT Tekstil Bandung dan Sekolah. Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial Bandung, Dengan demikian di Kota Bandung terdapat 12 dua belas intitusi. Perguruan Tinggi Negeri PTN oleh karena itu berdasarkan jumlah tersebut. peneliti berpandangan cukup signifikan apabila dijadikan sebagai suatu bentuk. penggambaran atau deskripsi mengenai bagaimana pembelajaran PKn di. Perguruan Tinggi saat ini, Kriteria kedua Pelaku yang dimaksud dalam penelitian ini adalah adalah. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri yang berkaitan dengan kebijakan. pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Dosen Mata Kuliah Umum MKU. Pendidikan Kewarganegaraan Mahasiswa jenjang Diploma dan Sarjana angkatan. 2007 2008 yang sedang mengambil mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. pakar yang berkaitan keilmuan terkait dengan dimensi Pendidikan. Kewarganegaraan dan kependidikan tinggi, Kriteria ketiga adalah Peristiwa yang dimaksud realitas perkuliahan.
sebagai suatu interaksi edukatif Pendidikan Kewarganegaraan dalam. mengembangkan pemahaman konsep negara hukum pada Mahasiswa sebagai. bagian dari sistem pendidikan tinggi, Kriteria keempat adalah proses yang dimaksud observasi dan wawancara. antara peneliti dengan subyek penelitian berkenaan dengan situasi kondisi. pendapat dan pandangannya terhadap fokus masalah dalam penelitian ini. C Sumber Data, Sumber data dalam penelitian ini dapat dikategorikan sebagai berikut. 1 Sumber bahan data lapangan meliputi catatan observasi kelas pembelajaran. dan sebagainya, 2 Sumber bahan cetak kepustakaan meliputi buku teks dokumen makalah. kliping tentang Pendidikan Kewarganegaraan Pembelajaran di Perguruan. Tinggi dan Pengembangan Pemahaman Konsep Negara Hukum yang. diperoleh dari surat kabar majalah ilmiah jurnal situs internet dan lain lain. 3 Sumber Responden human resources,1 Pakar Pendidikan Kewarganegaraan. 2 Pakar Hukum Tata Negara,3 Pakar Pembelajaran Pendidikan Tinggi.
4 Pejabat Perguruan Tinggi di bidang Kurikulum,6 Mahasiswa. Apabila divisualisasikan dalam bentuk tabel maka dapat diperlihatkan. sumber data yang dipergunakan penelitian ini,Jumlah dan Distribusi Sumber Data. No Sumber Data Jumlah Keterangan,1 Sumber Data Lapangan. 1 Catatan Observasi Kelas 5,2 Catatan Observasi Harian 1. 3 Transkrip Wawancara 10,4 Catatan Khusus 1,2 Sumber Data Bahan Cetak.
1 Buku Teks 5,2 Dokumen Silabus dan Satuan Acara Perkuliahan 12. 3 Sumber Responden,1 Pakar Pendidikan Kewarganegaraan 1. 2 Pakar Hukum Tata Negara 1,3 Pakar Pembelajaran Pendidikan Tinggi 1. 4 Pejabat Perguruan Tinggi di bidang kurikulum 2,5 Dosen 10. 6 Mahasiswa 50,D Teknik Pengumpulan Data, Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini peneliti.
menggunakan tehnik tehnik pengumpulan data kualitatif yang meliputi Studi. Dokumentasi wawancara dan observasi,1 Studi Dokumentasi. Studi Dokumentasi adalah langkah pertama yang dilakukan peneliti dengan. memanfaatkan sumber sumber kepustakaan yang berupa buku teks makalah. jurnal dokumen kurikulum hasil penelitian terdahulu dokumen negara. sebagai penunjang dalam melaksanakan analisa, Menurut Lincoln dan Gubba 1985 276 277 catatan dan dokumen dapat. digunakan sebagai suatu saksi dari peristiwa peristiwa tertentu atausebagai. bentuk pertanggungjawaban maka dalam rangka penelitan peneliti. mengumpulkan catatan dan dokumen yang dipandang perlu untuk membantu. Dalam Studi Dokumentasi ini peneliti akan menggunakan sumber kepustakaan. berupa buku teks makalah jurnal dokumen kurikulum hasil penelitian. dokumen negara seperti Keputusan Dirjen Dikti Nomor 267 Dikti Kep 2000. tentang Penyempurnaan Kurikulm Inti Mata Kuliah Pendidikan. Kewarganegaraan pada Perguruan Tinggi Di Indonesia Keputusan Dirjen. Dikti Nomor 43 Dikti Kep 2006 tentang Rambu Rambu Pelaksanaan. Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Di Perguruan Tinggi dan. Peraturan Menteri Nomor 22 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. SKL Kajian dokumen difokuskan pada aspek materi atau substansi yang ada. kaitannya dengan Pendidikan Kewarganegaraan secara Konseptual dalam. rangka mengembangkan pemahaman kepada Mahasiswa sebagai Warga. Negara akan Konsep Negara Hukum,2 Wawancara, Selain Studi dokumentasi kemudian peneliti akan melaksanakan wawancara. di mana subyek wawancaranya yakni pakar yang berlatang belakang. keilmuan Pendidikan Kewarganegaraan serta banyak menaruh banyak. perhatian terhadap pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Pejabat. Pendidikan Tinggi dalam bidang Kurikulum Birokrat Pemerintahan yang. berkaitan dengan pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Dosen. pengajar Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi dan Mahasiswa. yang sedang mengambil Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Wawancara adalah bentuk komunikasi langsung antara dua orang melibatkan. seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seseorang lainnya dengan. mengajukan pertanyaan pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu Mulyana. 2003 180 seperti apa yang dijelaskan Mc Millan dan Schumacher 2001. 42 sebagai berikut An in depth interviews is often characterized as a. conversations with a goal, Komunikasi berlangsung dalam bentuk tanya jawab secara tatap muka. sehingga gerak dan mimik responden merupakan pola media yang melengkapi. kata kata secara verbal Karena itu wawancara tidak hanya menangkap. pemahaman atau ide tetapi juga dapat menangkap perasaan pengalaman. emosi motif yang dimiliki oleh obyek yang diwawancarai Gulo 2007 119. Wawancara secara garis besar dibagi dua yakni wawancara tak struktur dan. wawancara terstruktur sering juga disebut wawancara mendalam wawancara. intensif wawancara kualitatif dan wawancara terbuka opended interview. wawancara etnografis sedangkan wawancara terstruktur sering juga disebut. wawancara baku standarized interview yang susunan pertanyaannya sudah. ditetapkan sebelumnya biasanya tertulis dengan pilihan pilihan jawaban. yang sudah disediakan sebelumnya Mulyana 2003 180, Berkaitan dengan jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini.
Peneliti menggunakan jenis wawancara mendalam di mana ini dilakukan guna. mendapatkan kualifikasi jawaban sebagai data lapangan yang dapat. memberikan jawaban atas makna dari temuan fakta di lapangan. Mengenai langkah langkah atau prosedur melakukan wawancara Cresswell. 1997 123 125 memberikan petunjuk sebagai berikut, 1 Indentify interviewers based on one of the purposeful sampling. procedurs mentioned in preceeding Miles Huberman 1994. 2 Determine what type of interview is pratical and will net the most. useful information answer research questions, 3 Whether conducting one on one or focus group interviews I. recomended the use of adequate recording procedures such as a lapel. mike for both the interviewer and interviewer or an adequate mike. sensitive to the acoustics of the room, 4 Design the interview protocol a form about four of five pages in. length wtih approximately five open ended questions and sample. space between the question to write responses to the interviewee s. 5 Determine the place for conducting the interview. 6 After arriving at the interview site obtain consent from the interviewer. to participate in the study, 7 During the interview stick to the questions complete within the time. specified if possible be respectful and courteous and often few. questions and advice, Maka berdasarkan apa yang dikemukakan Cresswell di atas langkah langkah.
wawancara dalam penelitian ini adalah, 1 Mengidentifikasi responden yang akan diwawancarai sesuai dengan tujuan. pengambilan data, 2 Memilah informasi apa yang diperlukan dan yang tidak diperlukan dengan. membuat suatu indikator data, 3 Menyiapkan alat media pengambilan data wawancara seperti Alat. perekam kamera buku catatan dan sebagainya, 4 Menyusun pedoman wawancara sebagai pedoman praktis dalam. melakukan wawancara, 5 Menentukan tempat dan waktu wawancara yang tepat sesuai.
6 Menyusun hasil wawancara dan membuat salinan secepatnya setelah. mendapat data hasil wancara, 7 Hasil Wawancara yang berbentuk data data rekaman atau tulisan disusun. dalam bentuk transkrip tertulis hasil wawancara,8 Mengevaluasi dan menganalisa hasil wawancara. 3 Observasi, Mengutip pendapat Hammersly dan Atkinson Creswell 1997 125 yang. menjelaskan kegiatan observasi dalam penelitian kualitatif sebagai berikut. Observing in a setting is a special skill that requires management of issues. such as the potential deception of the people being interviewed. impression management and the potential marginality of the researcher in. a strange setting, Dalam uraian tersebut dikatakan kegiatan observasi adalah sesuatu. kemampuan khusus dari peneliti dalam menangkap isu yang dikemukakan. oleh responden seperti pesan dan kesan menipu dan sesuatu yang. terlewatkan peneliti dari lapangan seperti apa yang dikemukan oleh. Hal itu dilakukan dengan melakukan pencatatan informasi yang disaksikan. peneliti selama penelitian Pencatatam terhadap peristiwa peristiwa itu bisa. dengan melihat mendengarkan merasakan yang kemudian dicatata soyektif. Mc Millan dan Schumacer 2001 41 42 menjelaskan ada 2 dua macam. bentuk observasi dalam penelitian kualitatif itu yakni. 1 Observasi partisipan partisipan penuh Parcipant Observation adalah. suatu teknik interaktif dalam mencatat untuk menggambarkan. partisipasi dari si peneliti terhadap apa yang terjadi dalam obyek. penelitiannya Jadi dalam hal ini peneliti menyamakan dirinya sebagai. orang yang diteliti, 2 Observasi lapangan Field Observation adalah suatu teknik observasi.
yang seringkali dilakukan oleh penelitian kualitatif Di mana peneliti. bertindak sebagai saksi mata dalam mencatat secara detail apa saja yang. terjadi dalam obyek pengamatan di sini ia membatasi diri dalam. berpartisipasi hanya sebagai pengamat dan tidak berperan ikut serta. sebagai bagian dari obyek penelitian, Berdasarkan uraian diatas tehnik observasi yang digunakan penelitian ini. adalah menggunakan tehnik observasi lapangan belaka di mana peneliti. berusaha bertindak sebagai pengamat dalam berbagai kegiatan belajar dan. mengajar Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah umum Perguruan. Tinggi Negeri di Kota Bandung, Mengenai langkah langkah Observasi Cresswell 1997 125 126 memberikan. petunjuk sebagai berikut,1 Select a site to be observed. 2 At the site identify who or what to observe when and for how. 3 Determine initially a role as an observer, 4 Design an observational protocol as method for recording notes in. 5 Record aspects such as portraits of the informant the physical. setting particullar events and activities and your own reactions. Bogdan Bikken 1983, 6 During the observation have someone introduce you if you are an.
outsider be passive and friendly and start with limmited. objectives in the first few sessions of observation.

Related Books

DAFTAR PUSTAKA Buku - repository@UPI

DAFTAR PUSTAKA Buku repository UPI

Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Yogyakarta: ... Metode dan Instrumen Penelitian (Untuk ... Effect of financial risk on profitability of sugar firm in ...

BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Desain Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN A Pendekatan dan Desain Penelitian

3 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Yogyakarta: Rineka Cipta, 2002), 77-82 . 63 Jadi peneliti menggunakan jenis penelitian pre eksperimen dengan

Metode Penelitian Pendidikan - sutama.files.wordpress.com

Metode Penelitian Pendidikan sutama files wordpress com

BAB III : METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian B. Tempat dan Waktu Penelitian C. Data dan Sumber Data D. Metode Pengumpulan Data E. Instrumen Penelitian F. Teknik Analisis data G. Keabsahan Data H. Prosedur Penelitian BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Tempat Penelitian B. Deskripsi Hasil Penelitian C. Pembahasan Hasil Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN A Metode dan Pendekatan

A. Metode dan Pendekatan Skripsi ini membahas tentang Penelitian ... D. Prosedur Penelitian ... tentang aktivitas siswa dalam pelaksanaan kegiatan ...

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN 3 1 Objek Penelitian

kancah, lapangan, atau wilayah tertentu (Suharsimi Arikunto, 2010:3). Menurut Suharsimi Arikunto (2010 metode penelitian merupakan langkah dan prosedur yang akan dilakukan untuk mengumpulkan data dalam rangka memecahkan masalah atau menguji hipotesis. Hampir sama dengan yang diungkapkan oleh

HUBUNGAN KEPATUHAN INSTRUKSI KERJA DENGAN PERILAKU AMAN ...

HUBUNGAN KEPATUHAN INSTRUKSI KERJA DENGAN PERILAKU AMAN

menggunakan instruksi kerja untuk mengendalikan lingkungan kerja, alat pelindung diri maupun prosedur kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kepatuhan instruksi kerja dengan perilaku aman pada karyawan bagian mekanik PT. Indo Acidatama Tbk, Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar. Metode penelitian ini menggunakan rancangan ...

BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian

BAB III PROSEDUR PENELITIAN A Metode Penelitian

melalui cara tertentu sesuai dengan prosedur penelitian. Mengenai metode penelitian Arikunto (2010: 203) menjelaskan ?Metode

Gambar 3.1 Prosedur penelitian

Gambar 3 1 Prosedur penelitian

19 Gambar 3.1 Prosedur penelitian 3.2.1 Studi Pustaka Penelitian diawali dengan melakukan studi pustaka untuk mendapatkan pemahaman komprehensif tentang implementasi metode AHP dan TOPSIS dalam

1. Sony Faisal Rinaldi, S.Pd., M - kemkes.go.id

1 Sony Faisal Rinaldi S Pd M kemkes go id

penelitian sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan prosedur dan metode-metode ilmiah. Kedua pengertian tersebut menunjukkan bahwa penelitian merupakan suatu proses atau rangkaian yang pada intinya terdiri dari kegiatan-kegiatan yang terencana mulai dari pengumpulan (penemuan) data, pengolahan data, analisis data ...

III. METODE PENGEMBANGAN 3.1. Pendekatan dan Prosedur ...

III METODE PENGEMBANGAN 3 1 Pendekatan dan Prosedur

METODE PENGEMBANGAN 3.1. Pendekatan dan Prosedur Penelitian Pengembangan ... dalam ranah keterampilan, sikap, keterampilan psikomotor dan informasi verbal, dan 4) dapat memecahkan masalah pembelajaran, karena model Dick & Carey telah direkomendasikan agar perancang dapat melaksanakan tugasnya sebagai perancang, pelaksana, dan penilaian kegiatan pembelajaran. Langkah ketiga, validasi ahli dan .