Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Demam Tifoid-Books Pdf

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Demam Tifoid
27 Jan 2020 | 18 views | 0 downloads | 11 Pages | 2.37 MB

Share Pdf : Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Demam Tifoid

Download and Preview : Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Demam Tifoid


Report CopyRight/DMCA Form For : Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Demam Tifoid



Transcription

sehingga dengan mudah lipoprotein untuk membentuk Lipoposakarida yang. berfungsi sebagai Patogenitas bakteri Djaenuri Iskandar 2006. K pneumoniae mempunyai susunan berpasangan seperti pneumococcus. Coliform ini dapat tumbuh subur dan cepat pada media sederhana aerobic dan. anaerobic fakultatif dapat memfermentasikan laktosa dengan menghasilkan asam. 6 7 8 dan gas pada pengeraman 37oC selama 24 48 jam Spesies yang termasuk. golongan Coliform lain Escherichia coli Enterobacter aerogenes dan Klebsiella. pneumoniae Koloni ini berbentuk bulat tepi koloni rata cembung koloni ini. terlihat tampak berlendir dan berwarna abu abu Djaenuri Iskandar 2006. Klasifikasi K Pneumoniae sebagai berikut,Kingdom Bakteria. Phylum Proteobakteria,Class Gama Proteobakteria,Ordo Enterobakteriales. Family Enterobakterciaceae,Genus Klebsiella,Species Klebsiella pneumoniae. Klebsiella pneumoniae dapat menyebabkan pneumoniae yang artinya. adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru paru bakteri ini terdapat di feses. dan saluran pernafasan sebanyak 5 pada orang yang normal Klebsilla juga. dapat menyebabkan infeksi saluran kemih pada lesi fokal pasien yang lemah. bakteri ini menduduki peringkat kedua setelah Echerichia coli Elfidasari et al. Morfologi khas dari Klebsiella dapat dilihat dari pertumbuhan padat in. vitro namun metodeloginya sangat bervariasi dalam bahan klinik Lebih. repository unimus ac id, khususnya anggota dari genus Klebsiella memiliki dua tipe antigen pada. permukaan selnya antigen O dan antigen K Podschun Ullmann 2016. Antigen O adalah aintigen yang merupakan bagian terluar lipopolisakarida. dinding sel dan terdiri atas unit polisakarida yang bersulang beberapa antigen O. spesifik mengandung gula yang unik Antigen O tahan terhadap panas alkohol. dan biasanya deteksi dengan aglutinasi bakteri antibodi terhadap anigen O adalah. IgM Podschun Ullmann 2016, Antigen K ini berada di luar antigen O dan merupakan sesuatu capsular.
polysacharida anitgen K menganggu aglutinasi melalui antiserum O dan. berhubungan dengan virulensi Podschun Ullmann 2016. 2 3 Patogenesis, Bakteri Klebsiella pneumoniae dapat menyebabkan pneumonia bakterial. banyak terdapat di feses dan saluran nafas sekitar 5 pada orang normal Bakteri. ini juga dapat menyebabkan nekrosis hemoragik pada paru paru infeksi saluran. kemih dan berbagai infeksi yang bisa menyebabkan demam juga termasuk demam. tifoid Sedangkan feses adalah salah satu sumber yang signifikan dalam. menginfeksi biasanya bakteri ini masuk melalui jalan oral dengan cara. mengkontaminasi makanan atau minuman yang dihinggapi oleh lalat dan. sebelumnya lalat ini hinggap difeses yang mengandung bakteri tersebut. Podschun Ullmann 2016, Demam tifoid adalah infeksi akut usus halus yang selain disebabkan oleh. Salmonella typhi juga bisa disebabkan oleh bakteri lainnya yaitu Klebsiella. pneumoniae dengan gejala demam bisa lebih dari satu minggu bisa menyebabkan. repository unimus ac id, gangguan pencernaan dan kesadaran Penyakit ini termasuk penyakit menular. yang menyerang banyak orang dan masih merupakan maslah kesehatan di dunia. maupun daerah tropis yang berkembang salah satunya di Indonesia Musnelina et. Bakteri masuk melalui mulut bersamaan makanan dan minuman yang telah. terkontaminasi oleh bakteri tersebut kemudian hanyut ke saluran pencernakaan. apabila bakteri ini berhasil masuk ke dalam tubuh manusia dan mencapai usus. halus maka di dalam tubuh antibodi akan berusaha mengeliminasinya tetapi jika. jumlah bakteri ini lebih banyak dan tubuh tidak bisa menghancurkan maka akan. mengakibatkan demam tifoid yang akan merangsang sel darah putih yang. menghasilkan interleukin dan merangsang terjadinya gejala demam Darmawati et. 2 4 Cara Penularan, Cara penyebaran bakteri ini yaitu menghirup bakteri yang ada di udara. penyebaran bisa melalui darah dari tempat luka selain itu bisa juga melalui saluran. cerna masuknya makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi bibit penyakit. yang masuk ke dalam tubuh kita akan dilawan oleh berabagai macam sistem. pertahanan misalnya struktur kulit proses batuk hingga sel sel pembunuh yang. berada dalam darah maupun cairan limfe yaitu antibodi Pada orang orang yang. terganggu pertahanan tubuhnya itu akan sangat mudah terkena infeksi atau mudah. sakit gejala yang biasanya akan timbul jika terkena infeksi ole bakteri ini yaitu. nyeri dada menggigil demam mudah lelah sesak nafas sakit kepala kesadran. repository unimus ac id, menurun nafsu makan berkurang mual muntah dan nyeri pada perut Podschun.
Ullmann 2016, Cara penularan infeksi dari Klebsiella pneumoniae pada pasien rawat. inap dapat melalui 3 cara yaitu, 1 Aspirasi cairan gaster atau orofaring yang mengandung koloni kuman. 2 Penyebaran kuman secara hematogen ke paru, 3 Penyebaran melalui udara oleh aerosol atau droplet yang mengandung. Saat bakteri ini masuk ke dalam tubuh lalu ke saluran pencernaan sebagian. dari bakteri tersebut akan mati dan tereleminasi oleh asam lambung tetapi bakteri. yang dapat bertahan akan masuk ke dalam usus setelah berhasil menembus ke. usus lalu akan bereaksi di usus halus setelah melalui usus halus akan masuk lagi. ke kelenjar getah bening lalu ke pembuluh darah dan menyebar keseluruh tubuh. manusia Oleh sebab itu feses akan mengandung bakteri Klebsiella pneumoniae. dan siap mencemari atau mengkontaminasi yang lain dengan cara. mengkontaminasi makanan dan minuman Pada manusia yang tergolong. pembawa atau carier pada fesenya akan ada terus mnerus bakteri tersebut Curiel. et al 2016,repository unimus ac id,2 5 Protein Pilli. Nama protein berasal dari proteus utama atau pertama yang merupakan. senyawa makromolekul memiliki peranan penting pada setiap makhluk hidup. protein adalah suatu polipeptida dengan bobot molekul yang bervariasi dari 5000. hingga lebih dari satu juta Protein ini dihasilkan dari proses ekspresi genetik. molekul DNA yang terdapat di dalam sel disamping berat molekulnya yang. berbeda beda sifatnya juga berbeda dengan fungsi yang spesifik ditentukan oleh. gen yang sesuai Ikmalia 2008, Pada protein bakteri Klebsiella pneumoniae terbagi menjadi dua yaitu.
protein Intraseluller dan Ekstraseluller Protein Intraseluller adalah protein yang. terdapat dalam membrane sel ribosom dan bahan nukleus Sedangakan protein. Ekstraseluller adalah protein yang berada di dinding sel membrane luar sel dan. falgel Curiel et al 2016, Berdasarkan fungsi dan aktifitas biologisnya protein ini dikelompokkan. menjadi beberapa golongan yaitu enzim yang merupakan biokatalisator dari. hampir semua reaksi dari makhluk hidup sedangkan yang lainnya berfungsi. sebagai transport seperti hemaglobin yang mengikat dan membawa oksigen. menuju jaringan dan lipoprotein yang membawa lipid dari hati ke organ yang lain. Sementara protein lainnya berfungsi sebagai protein nurient seperti ovalbumin. dan kalsien Disamping itu terdapat pula protein yang mengatur hormon seperti. insulin yang berperan mengatur kadar glukosa dalam darah Berdasarkan struktur. protein aktifitas biologisnya dibangun oleh 20 asam amino yang molekulnya. sendiri tidak memiliki aktifitas biologis masing masing asam aminonya. repository unimus ac id, terintegrasi melalui ikatan peptida yang tersusun secara kovalen membentuk. struktur beragam tergantung dari proses pembentukan dan fungsi proteinnya. Struktur protein terdiri dari strukur primer sekunder tersier dan kuatener asam. amino ialah ikatan peptida maka struktur primer protein menunjukkan ikatan. peptida yang urutannya diketahui Ikmalia 2008,2 6 SDS PAGE. SDS PAGE merupakan suatu teknik elektroforesis yang menggunakan. polyacrylamide sebagai bahan pemisah SDS PAGE banyak digunakan dalam. praktikum biologi molekuler genetik biokimia dan biomedik SDS PAGE. biasanya digunakan untuk memisahkan protein berdasarkan sifat electrophoretic. mobility pemisahan komponen atau molekul bermuatan berdasarkan perbedaan. tingkat migrasi dan berat molekulnya BM dalam sebuah medan listrik Protein. yang dipisahkan dengan SDS PAGE dapat dikarakterisasi berdasarkan berat. molekulnya dengan satuan Kilo Dalton kDa Satu dalton sama dengan satu. hidrogen molekul SDS PAGE merupakan teknik purifikasi skala kecil yang. menghasilkan pemisahan suatu protein berdasarkan berat molekulnya. dalam band pita spesifik yang tampak pada gel polyacrylamide Teknik. purifikasi dalam skala besar kita dapatkan dengan menggunakan chromatography. Indriana 2000, Gel acrylamide alam SDS PAGE diletakkan diantara dua plat kaca Ada. dua macam gel yang digunakan yaitu main atai separating gel dan stacking gel. Main gel merupakan gel yang komposisinya paling banyak dan terletak dibagian. bawah alat Main gel berfungsi untuk memisahkan protein berdasarkan berat. repository unimus ac id, molekulnya Stacking gel terletak pada bagian atas digunakan untuk mencetak.
sumuran sekat pemisah untuk penempatan sempel Protein tertarik ke bagian. bawah oleh arus listrik Protein yang memiliki berat molekul paling kecil bergerak. cepat sehingga tertarik sampai bagian bawah gel sedangkan protein yang. memiliki berat molekul paling besar akan berada pada bagian atas dari gel. Protein marker digunakan sebagai standart untuk menentukan berat molekul dari. sampel Anam 2009, Metode SDS PAGE dengan profil protein yang berbeda dapat digunakan. untuk mendukung hasil uji morfologi dan biokimia dari isolat Klebsiella. pneumoniae Analisa protein ini menggunakan metode SDS PAGE yang diawali. menggunakan sampel isolat bakteri eleltroforesis SDS PAGE dan analisa profil. protein berat molekul SDS PAGE menggunakan polyacrylamide gel. Polyacrylamide dibentuk dari polimerisasi dari dua compound acrylamide dan. bis Bis merupakan cros linking agent untuk gel Polimerisasi diawali dengan. penambahan ammonium persulfat dengan TEMED Gel bermuatan netral. hydrofilik tridimensional network dari hidrokarbon yang dicros link dengan. methylen Mahasri et al 2010, Pergerakan dari protein di dalam gel mengikuti persamaan Rf 1 BM. berat molekul dimana Rf adalah mobility Oleh karena itu kecepatan migrasi. mobility dari protein berbanding terbalik dengan berat molekulnya Semakin berat. maka akan semakin lambat pergerakannya atau dengan kata lain berada pada. posisi atas dari gel Selain itu pergerakan protein juga mengikuti persamaan R f. Z x V f Z merupakan muatan yang ada pada protein V adalah kuat arus listrik. repository unimus ac id, dan f adalah fraction pada gel Fraction pada gel bergantung pada besarnya pori. pori di dalam gel Makin kecil pori pori maka fractionnya makin besar Mahasri. et al 2010, Pori pori di dalam gel bergantung pada konsentrasi acrylamide dan cros. linker Semakain tinggi konsentrasi acrylamide maka diameter pori pori akan. semakin kecil Apabila protein berukuran besar atau memiliki berat molekul yang. besar maka memerlukan gel dengan konsentrasi acrylamide yang kecil. Konsentrasi acrylamide dalam gel 5 biasanya digunakan untuk protein dengan. berat molekul 60 kDa 200 kDa konsentrasi 10 untuk 16 kDa 70 kDa dan. konsentrasi 15 untuk 12 kDa 45 kDa Intrepetasi dari SDS PAGE dapat dibaca. dengan membuat persamaan regresi linier dari pita marker sebagai standart acuan. Didapatkan R2 0 917 semakin mendekati 1 maka persamaan regresi linier yang. didapatkan semakin bagus Semakin mendekati 1 menunjukkan bahwa persamaan. tersebut makin menunjukkan kepastian dari berat molekulnya Anam 2009. repository unimus ac id,2 7 Kerangka Teori,Keanekaragaman.
Serratiamarcescens,Escherichia coli Klebsiella pneumoniae. Enterobacter cloacae,Klebsiella pnueumoniae,Salmonella typhi Perlekatan bakteri pada. permukaan sel inang,menggunakan pilli,Protein pillin. Adhesi Konjugasi,SDS PAGE Infeksi,Karakterisasi protein Pilli. Gambar 1 Kerangka teori karakteristik profil protein pilli Klebsiella pneumoniae yang. diisolasi dari kultur darah pasien widal positif dengan metode SDS PAGE. repository unimus ac id,2 8 Kerangka Konsep,Protein pilli SDS PAGE Profil protein pilli.
Gambar 2 Kerangka konsep karakteristik profil protein pilli Klebsiella pneumoniae yang. diisolasi dari kultur darah pasien widal positif dengan metode SDS PAGE.


Related Books

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Demam Tifoid

II TINJAUAN PUSTAKA A Demam Tifoid

demam tifoid secara garis besar digolongkan dalam tiga kelompok yaitu: (1) isolasi kuman penyebab demam tifoid, S.typhi , melalui biakan kuman dari spesimen seperti darah, sumsum tulang, urin, tinja, dan cairan duodenum, (2) uji serologi untuk mendeteksi antibodi terhadap antigen S.typhi dan

Literature homework help

Literature homework help

time. 5 Cavewoman The cavewoman costume is one of my favourites as it combines feminine allure with a girl power undertone. Hepl will also aid them in optimizing internal literature homework help and functioning to ensure that performance and literature homework help within the organization is literature homework help at its peak. It is carved ...

December 1995

December 1995

too-tight cavewoman costume, chicken bone necklace flapping away, A couple of motorists honked and waved at the odd lot of pedestrians-in appreciation, I think, Then it was back into the cemetary, where we belonged in spirit: Batman, Peter Pan, two very fast ballerinas, a cluster of purple grapes, two

CLINICAL SERVICE OPERATIONS - Harvard University

CLINICAL SERVICE OPERATIONS Harvard University

clinical operations at a Harvard Medical School-affiliated hospital. Given the rapid change across all sectors of health care, the importance of formal training in operational aspects of health care has never been more critical. Health care organizations require high-performing, collaborative teams that can work together seamlessly to deliver value-based care, ensure patient satisfaction and ...

DESIGN OF A SPECIALIZED AIRBORNE-INFECTION-ISOLATION SUITE

DESIGN OF A SPECIALIZED AIRBORNE INFECTION ISOLATION SUITE

of Affiliated Engineers Inc. He has extensive experience planning, engineering, and designing biological and chemical research laboratories and vivaria nationwide and is a technical contributor to the NIH Design Requirements Manual for Biomedical Laboratories and Animal Research Facilities.

La Entrada High School CDS Code

La Entrada High School CDS Code

Mathemat-ics textbooks are currently being piloted in grades K-12 and will be recommended for adoption spring of 2015 for 2015-16 implementation. English Language Arts/ English Language Development textbooks will be available for pilot during the 2016-17 school year and recommended for adoption in spring 2017 and implementa-tion in 2017-18. 2014-15 School Year Textbooks and Instructional ...

FREE SPACE OPTICS SYSTEM: PERFORMANCE AND LINK AVAILABILITY

FREE SPACE OPTICS SYSTEM PERFORMANCE AND LINK AVAILABILITY

http://www.ijccr.com VOLUME 1 ISSUE 3 MANUSCRIPT 4 NOVEMBER 2011 FREE SPACE OPTICS SYSTEM: PERFORMANCE AND LINK AVAILABILITY Gaurav Soni Assistant Professor ...

Part 48 - Mine Safety and Health Administration

Part 48 Mine Safety and Health Administration

underground on a continuing, even if irregular basis. Short-term, specialized contract workers, such as drillers and blasters, who are engaged in the extraction and production process or engaged in shaft or slope construction and who have received training under Section 48.6 (Experienced miner training) of this Subpart A may, in lieu

WHITE PAPER ON FREE SPACE OPTICS (FSO): A COMMUNICATION ...

WHITE PAPER ON FREE SPACE OPTICS FSO A COMMUNICATION

WHITE PAPER ON FREE SPACE OPTICS (FSO): A COMMUNICATION TECHNOLOGY 1.0 Introduction FSO provides point-to-point transmission of communication information through the ...

CLINICAL SERVICE OPERATIONS - Amazon S3

CLINICAL SERVICE OPERATIONS Amazon S3

demands of innovation and evolution of clinical research require clinical operations with the academic mastery and practical experience to drive clinical operations forward. Further, as patients and families increasingly focus on value, efficiency, and supportive care services, our leaders must implement and refine patient-centered programs ...