Bab Ii Landasan Teori A Pembinaan A Pengertian Pembinaan-Books Pdf

BAB II LANDASAN TEORI A Pembinaan a Pengertian Pembinaan
20 Sep 2020 | 0 views | 0 downloads | 30 Pages | 571.83 KB

Share Pdf : Bab Ii Landasan Teori A Pembinaan A Pengertian Pembinaan

Download and Preview : Bab Ii Landasan Teori A Pembinaan A Pengertian Pembinaan

Report CopyRight/DMCA Form For : Bab Ii Landasan Teori A Pembinaan A Pengertian Pembinaan



Transcription

a Pendekatan informative informative approach yaitu cara. menjalankan program dengan menyampaikan informasi kepada. peserta didik Peserta didik dalam pendekatan ini dianggap belum tahu. dan tidak punya pengalaman, b Pendekatan partisipatif participative approach dimana dalam. pendekatan ini peserta didik dimanfaatkan sehingga lebih ke situasi. belajar bersama, Pendekatan eksperiansial experienciel approach dalam pendekatan. ini menempatkan bahwa peserta didik langsung terlibat di dalam. pembinaan ini disebut sebagai belajar yang sejati karena pengalaman. pribadi dan langsung terlibat dalam situasi tersebut 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembinaan adalah suatu. proses belajar dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan. pengetahuan keterampilan dan sikap yang bertujuan untuk lebih. meningkatkan kemampuan seseorang atau kelompok, Pembinaan tidak hanya dilakukan dalam keluarga dan dalam. lingkungan sekolah saja tetapi diluar keduanya juga dapat dilakukan. pembinaan Pembinaan dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler. maupun intrakurikuler yang ada di sekolahan dan lingkungan sekitar. B Nilai Karakter, 1 Pengertian Karakter, Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa karakter. adalah sifat atau ciri kejiwaan akhlak atau budi pekerti yang. membendakan seseorang dengan yang lain tabiat watak 4 Karakter disini. adalah nilai nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang. Maha Esa diri sendiri sesama manusia lingkungan dan kebangsaan yang. terwujud dalam pikiran sikap perasaan perkataan dan perbuatan. Mangunhardjana Pembinaan Arti dan Metodenya Yogyakarta Kanimus 1986 hlm. http kbbi web id karakter di Akses 22 Februari 2016. berdasarkan norma norma agama hukum tata karma budaya adat istiadat. dan estetika 5, Menurut Jack Corley dan Thomas Phillip sebagaimana yang dikutip.
Muchlas Samawi dan Hadiyanto karakter merupakan perilaku yang. tampak dalam kehidupan sehari hari baik dalam bersikap maupun dalam. bertindak 6, Sedangkan menurut Suyanto yang dikutip dari Akhmad Muamimin. Azzet bahwa karakter adalah cara berfikir dan berperilaku yang menjadi. ciri khas untuk hidup dan bekerjasama baik dalam lingkup keluarga. masyarakat bangsa dan negara Individu yang berkarakter baik adalah. individu yang bisa membuat keputusan dan mempertanggung jawabkan. setiap akibat dari keputusan yang ia buat 7, Menurut Kemdiknas yang dikutip dari Agus Wibowo karakter. merupakan ciri khas seseorang atau kelompok orang yang mengandung. nilai kemampuan kapasitas moral dan ketegaran dalam menghadapi. kesulitan dan tantangan 8, Selain itu karakter menurut Helen Douglas yang dikutip dari Muchlas. Samawi dan Hadiyanto dikatakan bahwa karakter tidak diwariskan tetapi. sesuatu yang dibangun secara berkesinambungan hari demi hari melalui. pikiran dan perbuatan pikiran demi pikiran tindakan demi tindakan. Sehingga karakter dimaknai sebagai cara berfikir dan bertingkahlaku yang. khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama baik dalam lingkup. keluarga masyarakat bangsa dan Negara 9, Muchlas Samawi dan Hadiyanto Konsep dan Model Pendidikan Karakter Bandung PT. Remaja Rosda Karya 2012 cet 2 hlm 41 42, Muchlas Samawi dan Hadiyanto Konsep dan Model Pendidikan Karakter hlm 41 42.
Akhmad Muamimin Azzet Urgensi Pendidikan di Indonesia Yogyakarta Ar Ruzz. Media 2011 hlm 16, Agus Wibowo Pendidikan Karakter Berbasis Sastra Yogyakarta Pustaka Pelajar. 2013 hlm 14, Muchlas Samawi dan Hadiyanto Konsep dan Model Pendidikan Karakter hlm 41 42. Simon Philips sebagaimana dikutip oleh Fatchul Mu in juga. menyebutkan bahwa karakter adalah kumpulan tata nilai yang menuju. pada suatu sistem yang melandasi pemikiran sikap dan perilaku yang. ditampilkan 10, Sedangkan menurut Furqon Hidayatullah karakter adalah kualitas. atau kekuatan mental atau moral akhlak atau budi pekerti individu yang. merupakan kepribadian khusus yang menjadi pendorong dan penggerak. serta yang membedakan individu lain 11 Dari pengertian ini dapat. dipahami bahwa karakter anak didik merupakan kualitas atau kekuatan. mental atau moral akhlak atau budi pekerti individu yang merupakan. kepribadian khusus yang harus melekat sebagai pendorong dan penggerak. dalam melakukan sesuatu, Dalam termologi agama khususnya agama Islam karakter dapat. disepadankan dengan akhlak terutama dalam kosakata akhlakul karimah. atau akhlak yang mulia sebagai lawan dari akhlak yang buruk yang dalam. pendidikan di Indonesia dulu semakna dengan istilah budi pekerti Betapa. pentingnya akhlak atau karakter sehingga Nabi Muhammad SAW di utus. untuk menyempurnakan akhlak yang mulia dalam haditsnya beliau. menegaskan, Diceritakan dari Malik sesungguhnya dia telah menyampaikan.
Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda aku diutus Allah untuk. menyempurnakan keluhuran budi pekerti akhlak H R Malik 12. Fatchul Mu in Pendidikan Karakter Konstruksi Teoritik dan Praktik Yogyakarta Ar. Ruzz Media 2011 hlm 160, Furqon Hidayatullah Pendidikan Karakter Membangun Peradaban Bangsa Surakarta. Yuma Pustaka hlm 13, Malik Bin Annas Al Muwaththa Beirut Dar Al Kotob Al ilmiyah 2009 hlm 504. Kata akhlak dikonotasikan sebagai kata yang memiliki nuansa. religius kata kepribadian masuk ranah psikologi sedangkan kata karakter. pada sosok individu sehingga sering ada sebuah seseorang berkarakter. kuat atau berkarakter lemah, Akhlak menurut Imam azali 13. Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan. perbuatan perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan. pemikiran dan pertimbangan, Akhlak merupakan kemampuan jiwa untuk melahirkan tindakan. secara spontan tanpa pemikiran dan pemaksaan, Dilihat dari pengertian karakter dan akhlak tidak banyak memiliki.
perbedaan Keduanya didefinisikan sebagai suatu tindakan yang terjadi. tanpa ada lagi pemikiran karena sudah tertanam dalam pikiran dan dengan. kata lain keduanya dapat disebut sebagai kebiasaan Hal ini berpijak pada. pendapat Abdul Mujib dan Dian Andayani apapun sebutannya karakter ini. adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan. perbuatannya 14, Berbicara mengenai karakter sesungguhnya karakter merupakan pilar. penting bagi kemajuan bangsa Karakter yang tertanam kuat dari setiap. individu akan menimbulkan kehidupan berbangsa dan bernegara Karena. kesuksesan tidak ditentukan semata mata oleh pengetahuan dan. kemampuan teknis hard skill tetapi oleh kemampuan mengelola diri dan. orang lain soft skill 15 Hal inilah yang menjadi salah satu pentingya. pendidikan karakter untuk melahirkan generasi muda yang kokoh untuk. menyikapi menghadapi perkembangan zaman Hal ini juga yang. Abu Hamid Al azali I y Ul muddin Jilid III Beirut Dar al Kutub al Ilmiyah t th. Abdul Mujib dan Dian Andayan Pendidikan Karakter Perspektif Islam Bandung PT. Remaja Rosdakarya 2012 hlm 12, Abdul Majid dan Dian Andriyanti Pendidikan Karakter Perspektif Islam hlm 12. menyebabkan alasan perlunya dilakukan pembenahan dalam bidang. pendidikan kita karena pendidikan di Indonesia lebih menitik beratkan. pada pengembangan intelektual atau kognitif semata hard skill dengan. capaian lulusan yang berprestasi dalam bidang akademik saja Akan tetapi. pendidikan juga harus berbasis pada pengembangan soft skill interaksi. sosial hal ini penting untuk membentuk karakter anak bangsa sehingga. mampu bersaing dan beretika, Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003. tentang Sikdiknas pasal 3 dijelaskan bahwa pendidikan karakter adalah. mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban. bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi. manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berakhlak mulia sehat berilmu cakap kreatif mandiri dan menjadi warga. negara yang demokratis serta bertanggung jawab 16, Berkenaan dengan pendidikan karakter menurut Lickona yang dikutip. dari Muchlas Samani dan Haryanto mendefinisikan bahwa pendidikan. karakter ialah upaya sungguh sungguh untuk membantu seseorang. memahami peduli dan bertindak dengan landasan nilai nilai etis. Pendidikan karakter dalam arti yang sempit yakni sejenis penelitian moral. yang merefleksikan nilai tertentu Dalam makna yang luasnya pendidikan. karakter mencakup hampir seluruh usaha sekolah di luar bidang akademik. terutama yang bertujuan untuk membentuk peserta didik tumbuh menjadi. seseorang yang memiliki karakter yang baik 17, Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai nilai.
karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan. kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai nilai. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 ayat 1. Muchlas Samawi dan Hadiyanto Konsep dan Model Pendidikan Karakter hlm 44 45. tersebut baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa diri sendiri sesama. lingkungan maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil 18. Dari beberapa pengertian diatas maka dapat dipahami bahwa. pendidikan karakter adalah pendidikan untuk membentuk sifat atau. karakter baik agar tertanam dan mengakar pada jiwa anak Pendidikan. karakter adalah pendidikan yang tidak hanya mengedepankan aspek. kognitif atau intelektual semata akan tetapi lebih berorientasi pada aspek. pembinaan dan pengembangan potensi yang dimiliki peserta didik secara. keseluruhan melalui pembiasaan sifat sifat dan sikap baik yaitu berupa. nilai nilai karakter baik, Dalam pendidikan karakter bahwa setiap individu dilatih agar. senantiasa memelihara sifat dan sikap baik dalam diri mereka sehingga. karakter tersebut akan melekat dengan latihan yang dibiasakan melalui. pendidikan sehingga akan melahirkan akhlakul karimah 19. Dalam implementasinya pendidikan karakter pada umumnya. diintegrasikan dalam pembelajaran disekolah Namun pelaksanaan dan. pengembangan pendidikan karakter di sekolah dibagi dalam empat pilar. yaitu kegiatan pembelajaran di kelas kegiatan keseharian dalam bentuk. budaya sekolah school cultural kegiatan kokurikuler atau. ekstrakurikuler serta kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat 20. 2 Landasan Pendidikan Karakter, Pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan manusia yang. berakhlak mulia dan berkepribadian luhur maka landasan pendidikan. karakter sesuai dengan UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 yaitu. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan. suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik. mengembankan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spiritual. Masnur Muslich Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta Bumi Aksara 2014 hlm 84, Fakrur Rozi Model Pendidikan Karakter dan Moralitas Siswa di Sekolah Islam Selamat. Kendal Semarang Pusat Penelitian IAIN Walisongo Semarang 2012 hlm 31 32. Muchlas Samawi dan Hadiyanto Konsep dan Model Pendidikan Karakter hlm 112. pengenalan diri kepribadian kecerdasan ahklak mulia serta. keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat bangsa dan negara 21. Pendidikan karakter didasarkan pada UU Sisdiknas No 20 Tahun. 2003 karena dalam uraian undang undang tersebut salah satu tujuan dari. pendidikan adalah dapat mengembankan potensi manusia dan. mengembangkan potensi tersebut sehingga terwujud akhlak yang mulia. Hal ini selaras dengan maksud dan tujuan pendidikan karakter Selain itu. pendidikan karakter juga sesuai dengan nas Al Qur an Surat An Nahl. Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak. mengetahui sesuatupun dan Dia memberi kamu pendengaran. penglihatan dan hati agar kamu bersyukur QS An Nahl 78 22. Menurut Muhammad Fadil al Djamali sebagaimana yang dikutip oleh. M Arifin bahwa ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa manusia. harus melakukan usaha pendidikan aspek eksternal mempengaruhi dari. luar diri peserta didik Dengan kemampuan yang ada dalam peserta. didik terhadap pengaruh eksternal yang bersumber dari fitrah itulah. maka pendidikan secara operasional bersifat hidayah petunjuk 23. Kaitannya dengan pendidikan karakter adalah bahwa pendidikan. karakter adalah sebuah usaha pendidikan pada proses pengembangan. potensi fitrah dari sisi eksternal melalui pengaruh lingkungan yang. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 2. Departemen Agama RI Al Qur an dan Terjemahannya Jakarta Yayasan. Penyelenggaraan Tafsir Al Quran 1990 hlm 268, Arifin M Ilmu Pendidikan Islam Jakarta Bumi Aksara 1995 hlm 44. 3 Tujuan Pendidikan Karakter, Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan.
hasil pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter dan akhlak. mulia peserta didik secara utuh terpadu dan seimbang sesuai dengan. standar kompetensi lulusan pada setiap satuan pendidikan. Melalui pendidikan karakter peserta didik diharapkan mampu secara. mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya mengkaji dan. menginternalisasikan serta mempersonalisasikan nilai nilai karakter dan. akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari hari 24. Selain itu menurut Undang Undang Republik Indonesia No 20 tahun. 2003 tentang Sisdiknas pasal 3 bahwa tujuan pendidikan karakter adalah. mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban. bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi. manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berakhlak mulia sehat berilmu cakap kreatif mandiri dan menjadi warga. peningkatan dan mengembangkan kemampuan serta sumber sumber yang tersedia untuk mencapai tujuan Pembinaan adalah upaya pendidikan formal maupun non formal yang dilakukan secara sadar berencana terarah teratur dan bertanggung jawab dalam rangka memperkenalkan menumbuhkan membimbing dan mengembangkan suatu dasar dasar kepribadiannya seimbang utuh dan selaras pengetahuan dan

Related Books

6 Energy Efficiency Program Best Practices

6 Energy Efficiency Program Best Practices

6 Energy Efficiency Program Best Practices Energy efficiency programs have been operating successfully in some parts of the country since the late 1980s From the experience of these successful programs a number of best practice strategies have evolved for making energy ef ficiency a r esour ce developing a cost ef fective portfolio of energy ef ficiency pro grams for all customer classes

System Inspectors NABCEP

System Inspectors NABCEP

System Inspectors PHOTOVOLTAICS SOLAR HEATING Certification HANDBOOK April 2017 NABCEP System Inspectors Handbook V1 1 2017

Basics of Photovoltaic PV Systems for Grid Tied Applications

Basics of Photovoltaic PV Systems for Grid Tied Applications

Basics of Photovoltaic PV Systems for Grid Tied Applications Pacific Energy Center EnergyT raining Center 851 Howard St 1129 Enterprise St San Francisco CA 94103 Stockton CA 95204 Courtesy of DOE NREL instructor Pete Shoemaker

PIN SSOP PHOTOTRANSISTOR PHOTOCOUPLER A PLER E

PIN SSOP PHOTOTRANSISTOR PHOTOCOUPLER A PLER E

T PHO Series response ansfer ratio in 20 at I F tion voltage ut Viso 3 small outline nd RoHS co ved No E2 roved No 1 pproved pproved pproved pproved oved G series co a phototrans ed in a 4 pi s onitor able contro e line interfa polarity DC ll Rights Reserv OTOTR TOCOU 1mA V C between inp 750 V rms package mpliant 14129 32249 ntains two i istor encaps n small outlin llers ce

MENU Menu Setup Lexus

MENU Menu Setup Lexus

Please refer to the 2017 RX 350 Quick Guide or Owner s Manual for more information on Display Audio operations Door Lock Settings 1 Automatic Door Lock The automatic door locks can be programmed as follows The doors automatically lock when the vehicle speed is 12 mph or higher By speed The doors automatically lock when the vehicle is taken out of Park and shifted into another range

Brochure for 2013 Lexus RX amp RXh Hybrid

Brochure for 2013 Lexus RX amp RXh Hybrid

As the very first luxury crossover the Lexus RX invented a language of its own With its innovative approach to design safety and utility the RX interpreted the needs of discerning drivers into a new expression of luxury For 2013 Lexus continues to evolve the RX adding the all new performance oriented RX FSPORT to a model line that includes the RX350 and the RX450h the latest iteration

How nationalism can promote democracy evidence from South

How nationalism can promote democracy evidence from South

Keywords nationalism democracy inclusivity citizenship stabilit y Pleasedirect any correspondencerelating to this BSG Working Paper to maya tudor bsg ox ac uk 1 Anearlier versionof this article is currently under review as part of aneditedvolume with Cambridge University Press 2 I IntroductionandArguments India and Indonesia are the two largest and unlikeliest

Democratic Nationalism and Multiculutralism Democracy

Democratic Nationalism and Multiculutralism Democracy

Democratic Nationalism and Multicultural Democracy i Meindert Fennema and Jean Tillie NIAS March 2001 e mail fennema nias knaw nl Second draft Paper prepared for the workshop on Immigration Integration and the European Union at the Joint Session of Workshops of the ECPR in Grenoble 6 11 April 2001 2 1 0 Abstract This paper sets out to investigate the relationship between nationalism and

Nationalism and democracy final draft

Nationalism and democracy final draft

towards democracy Nationalism was one of the most effective political forces of the 20th century In Europe already established democratic nation states so I focus on national identity and not collective political behaviour However in the conclusion section when I discuss wider implications of the main findings I comment on the relationship between national identity and actual

Nationalism and Democracy Competing or Complementary Logics

Nationalism and Democracy Competing or Complementary Logics

that nationalism and democracy might also be considered as mutually dependent logics Introduction1 Upon initial consideration the logics of nationalism and democracy seem to be contradictory Nationalism appears to be predicated upon a doctrine of exclusivity whereas democracy seems to be based on an inclusivist one Upon careful

Octavia E Butler Humanities Ebooks

Octavia E Butler Humanities Ebooks

Octavia E Butler Xenogenesis Lilith s Brood John Lennard Tirril Humanities Ebooks 2007 A Note on the Author John Lennard took his B A and D Phil at Oxford University and his M A at Washington University in St Louis He has taught in the Universities of London Cambridge and Notre Dame and for the Open University and is now Professor of British amp American Literature at the