Analisis Kelompok Dengan Menggunakan Metode Hierarki Untuk -Books Pdf

ANALISIS KELOMPOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIERARKI UNTUK
17 Feb 2020 | 22 views | 0 downloads | 11 Pages | 1.13 MB

Share Pdf : Analisis Kelompok Dengan Menggunakan Metode Hierarki Untuk

Download and Preview : Analisis Kelompok Dengan Menggunakan Metode Hierarki Untuk


Report CopyRight/DMCA Form For : Analisis Kelompok Dengan Menggunakan Metode Hierarki Untuk



Transcription

apotik Sedangkan pada balita faktor kesehatan dipengaruhi oleh kesehatan ibu. tenaga penolong saat lahir pemberian ASI dan, ina Rahmawati adalah mahasiswa jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. 2 Abadyo adalah dosen jurusan Matematika,FMIPA Universitas Negeri Malang. 3 Trianingsih adalah dosen jurusan,Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. imunisasi Demi kelancaran dan keselamatan bayi dan ibu yang melahirkan. tenaga medis atau orang yang sudah memiliki pengetahuan dan kemampuan. kebidanan yang memadai yang menolong persalinan Namun penolong kelahiran. non medis dukun famili dll masih cukup tinggi Hal ini berdampak tinggi pada. angka kematian bayi dan ibu melahirkan Oleh karena itu penulis ingin meneliti. tentang tingkat kesehatan di Jawa Timur dengan mengelompokkan. kabupaten kota berdasar indikator kesehatan, Analisis kelompok atau yang biasa disebut cluster analysis adalah metode. yang digunakan untuk pengelompokan kabupaten kota di Jawa Timur Analisis. kelompok merupakan teknik multivariat yang mempunyai tujuan utama untuk. mengelompokkan objek objek berdasarkan karakteristik yang dimilikinya. Terdapat beberapa metode yang dikembangkan untuk melakukan analisis. kelompok yaitu pada analisis kelompok hierarki maupun non hierarki Metode. hierarki berbeda dengan metode non hierarki jika pada metode non hierarki. jumlah kelompok ditentukan sendiri namun pada metode hierarki jumlah. kelompok dapat diketahui melalui tahapan tahapan yang ada dalam metode. hierarki Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti akan melakukan. penelitian dengan judul Analisis Kelompok dengan Menggunakan Metode. Hierarki untuk Pengelompokan Kabupaten Kota di Jawa Timur Berdasarkan. Indikator Kesehatan, Analisis kelompok atau yang biasa dikenal sebagai cluster analysis adalah.
salah satu teknik statistik yang bertujuan untuk mengelompokkan objek ke dalam. suatu kelompok sedemikian sehingga objek yang berada dalam satu kelompok. akan memiliki kesamaan yang tinggi dibandingkan dengan objek yang berada di. kelompok lain Sharma 1996 185 Santoso 2004 menyatakan bahwa proses dari. analisis kelompok adalah pengelompokkan data yang dilakukan dengan dua. macam metode yaitu metode hierarki dan metode non hierarki Pada metode non. hierarki telah ditentukan jumlah kelompok terlebih dahulu Sedangkan metode. hierarki digunakan bila jumlah kelompok ditentukan berdasarkan hasil analisis. Metode hierarki merupakan metode pengelompokan yang terstruktur dan bertahap. berdasarkan pada kemiripan sifat antar objek Kemiripan sifat tersebut dapat. ditentukan dari kedekatan jarak Ukuran jarak yang dapat digunakan yaitu ukuran. jarak Euclid atau ukuran jarak Mahalanobis, Jarak Euclid digunakan jika tidak terjadi korelasi Jarak Euclid dirumuskan. sebagai berikut d y x y,k xk 2 l 1 2 3 n, d y x kuadrat jarak Euclid antar obyek pada y dengan obyek pada x. y k nilai dari obyek y pada variabel ke k,xk nilai dari obyek x pada variabel ke k. Jarak Mahalanobis digunakan jika data terjadi korelasi Jarak Mahalanobis. antara dua sampel X danY dari suatu variabel acak didefinisikan sebagai berikut. Durak 2001 7,d Mahalanobis y x y x T y x,Dengan adalah suatu matriks varian kovarian. Multikolinearitas merupakan adanya hubungan linear yang pasti diantara beberapa. atau semua variabel Menurut Gujarati 1978 gejala multikolinearitas dapat. dideteksi beberapa cara, 1 Menghitung koefisien korelasi sederhana simple correlation antara sesama.
variabel bebas jika terdapat koefisien korelasi sederhana yang mencapai atau. melebihi 0 8 maka terjadi multikolinearitas, 2 Menghitung nilai tolerance atau VIF jika nilai toleransi kurang dari 0 1 atau. nilai VIF melebihi 10 maka menunjukkan bahwa multikolinearitas adalah. masalah yang pasti terjadi antar variabel, Metode hierarki merupakan metode pengelompokan yang terstruktur dan. bertahap berdasarkan pada kemiripan sifat antar obyek Secara umum ada dua. cara pengelompokan dengan menggunakan metode hierarki yaitu dengan cara. penggabungan agglomerative dan cara pemisahan divisive Cara. penggabungan pada awal pengelompokan setiap obyek pengamatan dianggap. berasal dari kelompok yang berbeda Kemudian secara bertahap objek objek yang. saling berdekatan dikelompokkan Sehingga pada akhirnya semua objek berada. dalam satu kelompok yang sama Sebaliknya dengan cara pemisahan langkahnya. berlawanan dengan metode sebelumnya Semua objek dianggap berasal dari satu. kelompok besar Kemudian dilihat perbedaan antar objek Objek yang berbeda. akan dikeluarkan dari kelompok awal dan seterusnya secara bertahap sehingga. akan terbentuk kelompok terakhir yang beranggotakan satu objek saja. Beberapa metode pengelompokan hierarki antara lain. 1 Single linkage pautan tunggal metode dengan prinsip jarak minimum. Langkah pertama menemukan jarak terdekat pada D adalah nilai obyek. ke i pada variabel ke k dengan i 1 2 3 n dan menggabungkan obyek yang. berkorespondensi katakan U dan V dan sebarang kelompok lain W adalah. D min dan adalah jarak tetangga terdekat,dari kelompok U dan W dan jarak kelompok V dan W. 2 Complete linkage pautan lengkap metode dengan prinsip jarak maksimum. Metode umum dimulai penemuan anggota lain pada D dan. menggabungkan obyek yang berkorespondensi misalnya U dan V menjadi. UV Untuk langkah ketiga jarak antara UV dan kelompok lain W adalahD. 3 Average linkage pautan rata rata metode dengan prinsip jarak rata rata. Metode umum dimulai penemuan anggota lain pada D dan. menggabungkan obyek yang berkorespondensi misalnya U dan V menjadi. UV Untuk langkah ketiga jarak antara UV dan kelompok lain W adalah. N UV jumlah dari anggota anggota pada kelompok UV,Johnson dan Wichern 1992. 4 Ward s method metode ini ini menggunakan perhitungan yang lengkap dan. memaksimumkan homogenitas di dalam satu kelompok,ESS xij 2 xij.
j 1 i 1 i 1,Keterangan, xij Nilai objek ke i dengan i 1 2 3 pada kelompok ke j. k Jumlah kelompok setiap stage,n j Jumlah kelompok ke i pada kelompok ke j. Dillon Goldstein 1984, 5 Centroid method metode titik pusat metode yang menggunakan rata rata. jarak pada sebuah kelompok yang diperoleh dengan cara menghitung rata rata. pada setiap variabel untuk semua objek Dengan metode ini setiap terjadi. kelompok baru segera terjadi perhitungan ulang centroid sampai terbentuk. kelompok yang tetap Sokal Michener 1958 dalam Seber 1984. Jarak antara dua kelompok didefinisikan sebagai berikut d UV W d x1 x2. Centroid kelompok baru yang terbentuk didapat dengan rumus. N1 x1 N 2 x2,x keterangan N1 N 2 adalah banyaknya obyek. Permasalahan utama dalam analisis kelompok adalah jumlah kelompok. yang harus ditentukan oleh peneliti karena belum ada dasar yang kuat mengenai. jumlah kelompok terbaik Langkah selanjutnya yaitu melakukan uji validitas. kelompok untuk mengevaluasi hasil dari analisis kelompok secara kuantitatif. sehingga dihasilkan kelompok optimum Kelompok optimum adalah kelompok. yang mempunyai jarak yang padat antar individu dalam kelompok dan terisolasi. dari kelompok lain dengan baik, Menurut Sharma 1996 197 indeks yang bisa dijadikan tolok ukur dalam.
pengujian validitas kelompok adalah indeks RMSSTD Root Mean Square. Standart Deviation,d UV W d nc,Dimana xij nilai objek ke j pada kelompok i. xi nilai pusat kelompok ke i,nc banyaknya kelompok yang terbentuk. ri banyaknya objek yang termasuk dalam kelompok i, RMSSTD mengukur kehomogenan dari kelompok yang terbentuk pada. setiap tahap Semakin kecil nilai RMSSTD semakin tinggi nilai kehomogenan. kelompok yang terbentuk pada tahap tersebut Nilai RMSSTD yang besar. menunjukkan kluster yang terbentuk tidak homogen Yatskiv 2004. METODE PENELITIAN, Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu bernilai secara. numerik atau dengan kata lain nilai nilai peubah ini dinyatakan dalam bilangan. real Abadyo dan Hendro 1999 3 Data yang digunakan pada penelitian ini. adalah data sekunder Data sekunder ini diperoleh dari BPS Kota Batu. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kelompok. metode hierarki Pada penelitian ini variabel yang akan diamati adalah indikator. indikator kesehatan Variabel variabelnya adalah sebagai berikut. 1 persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan. 2 persentase persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dokter. bidan dan tenaga medis, 3 persentase balita yang pernah mendapat imunisasi meliputi BCG.
DPT polio campak hepatitis B, 4 persentase anak usia 0 sampai 11 bulan yang mendapat ASI. 5 persentase penduduk yang mengobati sendiri tanpa resep dari tenaga. 6 persentase penduduk yang menggunakan obat tradisional. 7 persentase penduduk yang berobat jalan,8 persentase penduduk yang rawat inap. Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian yang terdiri dari manusia dan. benda ataupun peristiwa sebagai sumber data yang mewakili karakteristik tertentu. dalam penelitian Sugiyono 2002 55 Dalam penelitian ini populasinya adalah. semua rumah tangga di Jawa Timur Data indikator kesehatan ini diperoleh dari. BPS Kota Batu, Analisis data adalah tahap untuk mengolah data yang telah diperoleh. Adapun tahapan penyelesaian masalah dapat dikerjakan melalui langkah langkah. berikut Pertama melakukan analisis deskriptif yaitu untuk melihat karakteristik. data agar diperoleh distribusi data dan memuat informasi yang terkandung dalam. data pendeteksian multikolinearitas yang dilakukan dengan melihat matriks. korelasi pemilihan ukuran jarakyaitu dengan jarak Mahalanobis atau jarak. Euclid melakukan analisis kelompok dengan menggunakan metode hierarki yaitu. metode pautan tunggal metode pautan lengkap metode pautan rata rata ward s. method dan metode titik pusat penentuan metode terbaik dengan pengujian. validitas yang sesuai indeks RMSSTD Root Mean Square Standart Deviation. penentuan komposisi kelompok yaitu dengan melihat dari dendogram pembuatan. profil setiap kelompok dengan perhitungan rata rata setiap kelompok pada tiap. variabel yang disebut centroid,HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebelum dilakukan analisis kelompok variabel keluhan kesehatan. persalinan imunisasi ASI obat sendiri obat tradisional. berobat jalan rawat inap terlebih dahulu dianalisis secara deskriptif. Nilai nilai statistik deskriptif itu adalah nilai minimum maksimum mean. median standart deviasi,Tabel 1 Statistik Deskriptif tiap Variabel.
Minimum 18 3 49 9 67 83 9 45 14 18 0 3,Maksimum 41 100 100 100 78 7 58 3 62 5 4 3. Median 27 8 95 4 97 9 95 63 7 28 6 47 6 2 5,Mean 28 6 89 9 95 6 93 9 63 2 29 47 2 2 4. St Deviasi 5 9 12 8 6 6 4 6 7 10 4 8 0 9, Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai median dengan mean relatif sama. sehingga dapat dikatakan distribusinya hampir simetris Nilai minimum dan. maksimum pada setiap variabel terpaut cukup jauh Berikut ini akan ditunjukkan. boxplot dari masing masing variabel untuk melihat distribusi data. Gambar 1 Boxplot Variabel Keluhan Kesehatan Persalinan Imunisasi ASI Obat Sendiri. Obat Tradisional Berobat Jalan Rawat Inap, Gambar 1 menunjukkan data pada variabel persalinan imunisasi obat sendiri. berobat jalan dan rawat inap terdapat pencilan, Sebelum melakukan analisis kelompok perlu dilakukan pendeteksian.
multikolinearitas untuk menentukan ukuran jarak yang dapat digunakan Jarak. Euclidean digunakan jika variabel variabel tidak saling berkorelasi jika terjadi. korelasi maka digunakan ukuran jarak Mahalanobis, Tabel 2 menunjukkan nilai matriks korelasi yang mengindikasikan terjadi. adanya multikolinearitas Hal ini terjadi pada variabel dengan yaitu yang. memiliki nilai koefisien korelasi melebihi 0 8 yaitu 0 806. Tabel 2 Matriks Korelasi Indikator Kesehatan di Jawa Timur. 1 0 150 0 283 0 114 0 082 0 085 0 136 0 650,0 150 1 0 806 0 019 0 441 0 692 0 518 0 499. 0 283 0 806 1 0 107 0 335 0 705 0 489 0 491,0 114 0 019 0 107 1 0 361 0 220 0 227 0 146. 0 082 0 441 0 335 0 361 1 0 499 0 672 0 373,0 085 0 692 0 705 0 220 0 499 1 0 478 0 313. 0 136 0 518 0 489 0 227 0 672 0 478 1 0 518,0 650 0 499 0 491 0 146 0 373 0 313 0 518 1.
Pada penelitian ini metode pengelompokan yang digunakan adalah metode. hierarki yang meliputi Single Linkage Average Linkage Complete Linkage. Ward s dan Centroid Proses pengelompokan dengan menggunakan 5 metode ini. akan diperoleh satu metode terbaik untuk menentukan komposisi kelompok. dengan melihat nilai indeks RMSSTD Root Mean Square Standart Deviation. terkecil sebagai penentuan jumlah kelompok yang dipilih Ukuran jarak yang. digunakan pada analisis kelompok tentang tingkat kesehatan di kabupaten kota. adalah jarak Mahalanobis, Nilai indeks RMSSTD pada setiap metode di atas dapat dilihat nilai. indeks RMSSTD minimum dari keseluruhan pada Tabel 4 8 di bawah ini. Tabel 3 Nilai Indeks RMSSTD Analisis Kelompok dengan 5 Metode. Jumlah Kelompok Single Average Complete Ward s Centroid. nilai RMSSTD Linkage Linkage Linkage,1 24 235 24 235 24 235 24 235 24 235. 2 23 710 23 710 23 198 18 799 23 710,3 23 188 23 188 14 593 15 699 23 188. 4 22 682 22 682 16 095 15 395 22 682,5 22 168 21 686 16 809 13 947 22 194. Hasil yang ditunjukkan pada Tabel 3 dari 5 metode pengelompokan hierarki di. atas diperoleh kelompok optimum dengan nilai indeks RMSSTD terkecil. terdapat pada metode Ward s dengan jumlah kelompok sebanyak 5 dengan. nilai RMSSTD 13 947, Pengelompokan kabupaten kota menggunakan dengan metode ward s.
dengan melihat dendogram hasilnya adalah sebagai berikut. Gambar 2 Dendogram Analisis Kelompok dengan Menggunakan Metode Ward s. Kelompok 1 Kabupaten Sampang Kabupaten Lumajang Kabupaten Situbondo. Kabupaten Bondowoso Kabupaten Jember dan Kabupaten Sumenep. Kelompok 2 Kabupaten Trenggalek Kabupaten Magetan Kabupaten. Pamekasan Kabupaten Tuban Kabupaten Bojonegoro Kota. Surabaya Kabupaten Gresik Kabupaten Pasuruan Kabupaten. Malang Kabupaten Pacitan Kabupaten Mojokerto Kota Madiun. Kelompok 3 Kota Probolinggo Kabupaten Ngawi Kabupaten Sidoarjo. Kabupaten Lamongan Kabupaten Madiun Kabupaten Blitar Kota. Pasuruan Kabupaten Probolinggo, Kelompok 4 Kabupaten Jombang Kota Mojokerto Kabupaten Kediri. Kabupaten Nganjuk Kota Malang Kota Blitar Kabupaten. Banyuwangi Kabupaten Ponorogo Kabupaten Tulungagung Kota. Kelompok 5 Kabupaten Bangkalan, Setelah diperoleh kelompok optimum beserta anggota kelompok langkah. selanjutnya dalah menentukan profil kelompok untuk mengetahui tingkatan. kesehatan di Jawa Timur Profil setiap kelompok dapat dilihat pada Tabel 4 9. berikut ini,Tabel 4 Profil setiap kelompok,No Kelompok. 1 Kelompok 1 28 70 3 90 3 94 8 71 6 41 6 40 6 1 8,2 Kelompok 2 27 2 92 97 7 93 6 59 28 7 49 7 2. 3 Kelompok 3 30 94 3 96 88 4 61 1 26 6 52 5 3,4 Kelompok 4 30 3 97 4 98 4 98 3 64 21 8 46 1 2 9.
5 Kelompok 5 18 3 63 7 67 90 5 67 6 58 3 26 6 0 3, Dengan melihat hasil di atas dapat diketahui dengan jumlah kelompok yang. diperoleh pada metode hierarki sebanyak 5 berdasar tingkat kesehatan yaitu. kelompok dengan tingkat kesehatan sangat tinggi kelompok dengan tingkat. kesehatan tinggi kelompok dengan tingkat kesehatan sedang kelompok dengan. tingkat kesehatan rendah dan kelompok dengan tingkat kesehatan sangat rendah. Kelompok 5 adalah kelompok dengan tingkat kesehatan sangat tinggi kelompok. 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesehatan tinggi kelompok 2 dengan. tingkat kesehatan sedang kelompok 4 dengan tingkat kesehatan rendah dan. kelompok 3 dengan tingkat kesehatan sangat rendah, Kelompok daerah tingkat kesehatan sangat tinggi pada kelompok 5. diperoleh dengan melihat variabel keluhan kesehatan penggunaan obat berobat. jalan dan rawat inap paling rendah meski penggunaan ASI dan imunisasi paling. kurang Pada kelompok 1 dengan kesehatan tinggi diketahui dari nilai profil. keluhan kesehatan rawat inap dan berobat jalan terendah kedua setelah berolat. jalan begitu pula dengan penggunaan ASI dan imunisasi Kelompok tingkat. kesehatan sedang pada kelompok 2 dapat dilihat melalui profil setiap kelompok. bahwa nilai pada setiap variabelnya jika diranking berada pada posisi ke 3 Untuk. daerah tingkat kesehatan rendah yaitu pada kelompok 4 dapat diketahui dengan. penggunaan ASI dan Imunisasi cukup tinggi namun keluhan kesehatan berobat. jalan dan rawat ini tergolong cukup tinggi Sedang pada kelompok dengan tingkat. kesehatan sangat rendah yaitu pada kelompok 5 dapat diketahui melalui nilai. profil pada variabel ASI dan imunisasi sangat tinggi sedangkan pada variabel. keluhan kesehatan rawat inap dan berobat jalan paling rendah. Kesimpulan, Dari hasil pembahasan di atas maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut. 1 Penerapan analisis kelompok dengan metode hierarki untuk pengelompokan. kabupaten kota di Jawa Timur berdasar indikator kesehatan dilakukan dengan. 5 metode yaitu Single Linkage Average Linkage Complete Linkage Ward s. dan Centroid Dari kelima metode tersebut diperoleh metode terbaik. berdasarkan proses yang telah dilakukan pada BAB IV adalah metode Ward s. dengan jumlah kelompok sebanyak 5 Sehingga diperoleh 5 tingkatan. kesehatan yaitu kelompok dengan tingkat kesehatan sangat tinggi pada. kelompok 5 kelompok dengan tingkat kesehatan tinggi pada kelompok 1. kelompok dengan tingkat kesehatan sedang pada kelompok 2 kelompok. dengan tingkat kesehatan rendah pada kelompok 4 dan kelompok dengan. tingkat kesehatan sangat rendah pada kelompok 3, 2 Penentuan kelompok optimum didasarkan pada nilai indeks validitas yang. digunakan yaitu indeks RMSSTD Dengan menggunakan 5 metode. pengelompokan hierarki diperoleh nilai indeks RMSSTD pada metode Ward s. adalah yang minimum yaitu 13 947 dengan jumlah kelompok sebanyak 5 5. kelompok tersebut ditunjukkan pada hasil dan pembahasan di atas. Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya maka saran saran yang dapat. disampaikan kepada peneliti selanjutnya adalah sebagai berikut. 1 Penelitian tentang pengelompokan hierarki masih dapat dilakukan dengan. metode selain 5 metode yang telah dikerjakan pada pembahasan. 2 Pemilihan ukuran jarak tidak hanya menggunakan ukutan jarak Euclid dan. Mahalanobis namun bisa menggunakan ukuran jarak yang lain seperti jarak. Pearson Correlation Chebychev Squared Euclidean Distance Block. Minkowski City Block atau Manhattan Canberra dan Czekanowski. 3 Masih banyak indek validitas yang dapat digunakan selain indeks RMSSTD. Root Mean Square Standart Deviation yaitu Davies Bouldin Index. Silhouette global coefficient Index RS R squared Index SD dan Dunn. Index Yatskiv 2004,DAFTAR PUSTAKA, Abadyo dan Permadi H 1999 Metoda statistika praktis Malang Universitas.
Negeri Malang, Anonim Riset Kesehatan Dasar Badan Litbang Kesehatan Departemen. Kesehatan R I, http www riskesdas litbang depkes go id metodologi htm. Badan dan Pusat Statistik Jawa Timur 2007 Survei Sosial Ekonomi Nasional. Jawa Timur Surabaya, Dillon W R and Goldstein M 1984 Multivariate Analysis Second Edition. SHeineman London Education Book Ltd, Dubes R C and Jain A K 1988 Algorithms for Clustering Data Prentice Hall. Englewood Cliffs NJ, Durak Bahadir 2011 A Classification Algorithm Using Mahalanobis Distance.
Clustering of Data with Application on Biomedical Data Set Thesis Partial. Fulfillment of the Requirements or the Degree of Master of Science. Industrial Engineerin Department Middle East Technical University. Gujarati Damodar 1978 Ekonometrika Dasar Jakarta Penerbit Erlangga. Johnson R A dan D W Winchern 2002 Applied Multivariate Statistical. Analysis Fifth Ed Prentice Hall International Inc New Jersey. Santoso S 2004 Buku Latihan SPSS Statistik Multivariat Elex Media. Komputindo Jakarta, Seber G A F 1984 Multivariate Observation John Wiley Sons Inc NewYork. Sharma Subhas 1996 Applied Multivariate Techniques New York John Wiley. and Sons Inc, Simamora Bilson 2002 Analysis Multivariat Pemasaran Jakarta PT Gramedia. Pustaka Utama, Sugiyono 2002 Metode Penelitian Administrasi Alfabeta Bandung. Yatskiv Irina dan Gusarova Lada 2004 The Method of Cluster Analysis Result. Validation Proceedings of International Conference RelStat 04 part 1 75.


Related Books

ZAHN advanced knurling godronatura evoluta ZAHN

ZAHN advanced knurling godronatura evoluta ZAHN

DIN 82-UNI 149 A DIN 82 - REGULATIONS ON THE KNURLED WORKPIECE RAA AXIALLY PARALLEL GROOVES DIN 82 - NORMATIVA SUL PROFILO GODRONATO RAA DIRITTA IN DIREZIONE ASSIALE Achieved by form knurling Realizzato tramite godronatura a ricalco Achieved by cut knurling Realizzato tramite godronatura ad asporta-zione X Z Workpiece Pezzo A A P

Media, War and Peace - Tel Aviv University

Media War and Peace Tel Aviv University

Lasswell, Harold, D. (1971 [1934]) Propaganda Technique in World War I. Cambridge, Mass: The M.I.T. Press Nicholas Reeves Imperial War Museum (1986) Official British Film Propaganda during the First World War. London; Wolfeboro, N.H.: C. Helm Society for Socialist Inquiry and Propaganda (Great Britain) (1932-) What everybody ...

PROPAGANDA FOR WAR AND TRANSPARENCY RICHARD B. COLLINS

PROPAGANDA FOR WAR AND TRANSPARENCY RICHARD B COLLINS

propaganda for war began, led by Walter Lippmann and Harold Lasswell.15 In 1927, Lasswell published his University of Chicago doc-toral thesis titled Propaganda Technique in the World War.16 In the 1930s, the Nazi regime and the Japanese Empire supplied fresh inspira-tion for study and analysis. International law theorists and the League of

Highway Inspection - Skills Training Centre

Highway Inspection Skills Training Centre

020 HIGHWAY INSPECTOR TRAINING OPTIONS The Skills Training Centre offers a range of specialised training and unique assessment packages, specifically

Highways Act 1980 Section 58 Highway Safety Inspections ...

Highways Act 1980 Section 58 Highway Safety Inspections

Highway Safety Inspections . CODE OF PRACTICE . ... highway was safe ... immediately to the appropriate street works Inspector in order that the correct statutory

Highway Inspections - Derby

Highway Inspections Derby

highway inspector for action and reply. ... Highway inspections should identify and record defects such as: Potholes, cracks and gaps in footways, ...

Policies and Plans for Human Resources for Health

Policies and Plans for Human Resources for Health

departments, high turnover and skeletal staff affects the strategic planning and implementation of HRH development. Status of HRH policies and plans Most Member countries have human resource policies and plans in one form or another, either as part of national health policy and strategies or as stand-alone documents. Their comprehensiveness ...

NY-11-0129 Word Proposal Template New

NY 11 0129 Word Proposal Template New

3 (iii) Where a company is running multiple businesses with different operating cycles, such a company shall separately classify assets and liabilities of each of its ...

Grow Your Own Vegetables Without Soil - UF/IFAS OCI

Grow Your Own Vegetables Without Soil UF IFAS OCI

The information reported here in "Grow Your Own Vegetables Without Soil" should be beneficial to the gardening enthusiast who wishes to try hydro- ponics as a hobby. The commercial production of vegetables utilizing hydroponic techniques is complicated and should be employed by only the most competent grower. Commercial growers should

PELAKSANAAN PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN KEMAHIRAN MENULIS ...

PELAKSANAAN PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN KEMAHIRAN MENULIS

menyeluruh tentang sesuatu tajuk, demi memenuhi keperluan peperiksaan. Kesannya, hasil karangan yang diberi tumpuan oleh guru dan pengajaran proses mengarang diabaikan. Pengajaran guru kurang memberi pendedahan tentang kemahiran, teknik dan strategi menulis karangan dalam kelas menyebabkan para murid kurang bersedia untuk menulis. Pernyataan ...