Analisis Hidrologi Hidraulik Dan Kriteria Desain-Books Pdf

Analisis hidrologi hidraulik dan kriteria desain
20 Mar 2020 | 135 views | 42 downloads | 36 Pages | 220.15 KB

Share Pdf : Analisis Hidrologi Hidraulik Dan Kriteria Desain

Download and Preview : Analisis Hidrologi Hidraulik Dan Kriteria Desain

Report CopyRight/DMCA Form For : Analisis Hidrologi Hidraulik Dan Kriteria Desain



Transcription

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www bsn go id dan tidak untuk di komersialkan. Hak cipta dilindungi undang undang Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau. seluruh isi dokumen ini dengan cara dan dalam bentuk apapun serta dilarang mendistribusikan. dokumen ini baik secara elektronik maupun tercetak tanpa izin tertulis dari BSN. Email dokinfo bsn go id, www bsn go id, Diterbitkan di Jakarta. SNI 1724 2015, Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www bsn go id dan tidak untuk di komersialkan. Daftar isi, Daftar isi i, Prakata ii, Pendahuluan iii. 1 Ruang lingkup 1, 2 Acuan normatif 1, 3 Istilah dan definisi 1. 4 Sifat daerah aliran sungai 3, 5 Curah hujan 4, 6 Debit sungai 6.
7 Data morfologi sungai 9, 8 Karakteristik perkembangan morfologi sungai 11. 9 Hidraulik sungai dan hidraulik bangunan 12, 10 Lokasi bangunan 12. 11 Desain Hidraulik 13, 12 Kriteria desain untuk bangunan di sungai 13. 13 Pemilihan metode dan pengujian dengan model 28, 14 Koordinasi pengelolaan bangunan dan sungai 29. Tabel 1 Koefisien aliran C dengan periode ulang 10 Tahun 4. BSN 2015 i, SNI 1724 2015, Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www bsn go id dan tidak untuk di komersialkan.
Standar Nasional Indonesia SNI mengenai Analisis hidrologi hidraulik dan kriteria desain. bangunan di sungai merupakan revisi dari SNI 03 1724 1989 Pedoman desain hidrologi. dan hidraulik untuk bangunan di sungai Perubahan yang mendasar dalam standar ini adalah. cara penulisan disesuaikan dengan Pedoman Standardisasi Nasional PSN 08 2007. Standar ini memberikan keseragaman tata cara analisis hidrologi dan hidraulik untuk desain. bangunan di sungai dengan mempertimbangkan data lapangan Standar ini menunjukkan. bahwa perubahan morfologi sungai yang tidak diperhitungkan dengan baik telah menjadi. pemicu kerusakan lingkungan sungai dan kegagalan bangunan di sungai. Standar ini disusun oleh Komite Teknis 91 01 Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa. Sipil pada Subkomite Teknis 91 01 S1 Sumber Daya Air melalui Gugus Kerja Balai Hidraulik. dan Geoteknik Keairan Standar ini telah dibahas dalam forum rapat konsensus oleh. Subkomite Teknis 91 01 S1 Sumber Daya Air pada tanggal 4 November 2013 yang. melibatkan para narasumber pakar dan lembaga terkait serta telah melalui tahap Jajak. Pendapat tanggal 28 Agustus 2014 hingga 27 Oktober 2014. BSN 2015 ii, SNI 1724 2015, Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www bsn go id dan tidak untuk di komersialkan. Pendahuluan, Usaha pendayagunaan konservasi dan pengendalian daya rusak sumber daya air dilakukan. pemerintah melalui berbagai pembangunan sarana keairan antara lain bendung tetap. bendung gerak dan bendungan telah meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Namun. beberapa bangunan di lapangan masih menunjukkan kinerja yang kurang mantap dan telah. menimbulkan penurunan kualitas lingkungan, Dalam standar ini dibahas kriteria dasar yang terkait dengan desain hidrologi dan desain. hidraulik untuk berbagai bangunan air di sungai antara lain bendung dam penahan. sedimen perlindungan tebing langsung bangunan pelintas atas dan bangunan pelintas. BSN 2015 iii, SNI 1724 2015, Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www bsn go id dan tidak untuk di komersialkan. Analisis hidrologi hidraulik dan kriteria desain bangunan di sungai. 1 Ruang lingkup, Pedoman ini menetapkan ketentuan analisis hidrologi hidraulik dan kriteria desain bangunan.
di sungai yang meliputi perhitungan banjir rencana ketersediaan air jenis aliran angkutan. sedimen dan syarat syarat perencanaan lokasi bangunan air. 2 Acuan normatif, Dokumen yang diacu berikut sangat diperlukan untuk penerapan dokumen ini Untuk acuan. bertanggal hanya edisi yang dikutip yang berlaku Untuk referensi tak bertanggal berlaku. edisi terbaru dokumen yang diacu termasuk amandemennya. SNI 03 1731 1989 Pedoman keamanan bendungan, SNI 03 2401 1991 Tata cara perencanaan bendung. SNI 2415 Tata cara perhitungan debit banjir rencana. SNI 2851 2015 Desain bangunan penahan sedimen, SNI 03 3441 1994 Tata cara perencanaan teknik pelindung tebing sungai dari pasangan. SNI 6738 2015 Perhitungan debit andalan sungai dengan kurva durasi debit. SNI 8066 2015 Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan. alat ukur arus dan pelampung, ASTM D 422 Method for particle size analysis of soils. 3 Istilah dan definisi, gerak air yang dinyatakan dengan gejala dan parameter.
bangunan di sungai, bangunan yang berfungsi konservasi pendayagunaan dan pengendalian daya rusak air. bentuk bangunan, jenis dan ukuran bangunan termasuk bagian atau komponen bangunan tersebut. Daerah Aliran Sungai DAS, suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak anak. sungainya yang berfungsi menampung menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari. curah hujan ke danau atau ke laut secara alami yang batas di darat merupakan pemisah. topografis dan batas di pantai sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh. aktivitas daratan, volume air yang mengalir melewati suatu penampang tertentu per satuan waktu. BSN 2015 1 dari 31, SNI 1724 2015, Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www bsn go id dan tidak untuk di komersialkan.
suatu kegiatan perancangan atau biasa dikenal dengan perencanaan teknik. segala yang berhubungan dengan aliran air dan material yang dibawanya. hidraulika, ilmu yang mempelajari sifat dan hal hal yang terkait dengan aliran dan material yang. dibawanya termasuk gaya gaya yang ditimbulkannya, hidrograf debit. grafik atau tabel yang menunjukkan perubahan debit sungai yang mengalir dari waktu ke. waktu di suatu penampang sungai, hidrograf muka air. grafik atau tabel yang menunjukkan perubahan muka air sungai dari waktu ke waktu di suatu. penampang sungai, hidrologi terapan, cabang hidrologi yang mengacu pada keteknikan dari segi hidrologi lainnya dengan. penerapannya dalam bidang yang berhubungan dengan pengembangan dan pengelolaan. sumber daya air, ilmu hidrologi, ilmu yang berhubungan dengan air di bumi keterdapatannya peredaran dan sebarannya.
persifatan kimia dan fisikanya reaksi dengan lingkungannya termasuk hubungannya. dengan makhluk hidup serta proses yang mengendalikan penyusutan dan pengisiulangan. sumber daya air di daratan dan berbagai fase daur hidrologi Dalam pedoman ini terbatas. pada hidrologi terapan, intensitas hujan, tinggi curah hujan yang terjadi dan dinyatakan dalam satuan kedalaman per satuan waktu. tertentu tempat air tersebut berkonsentrasi, kala ulang debit aliran sungai atau curah hujan. suatu kurun waktu berulang dengan debit aliran sungai atau curah hujan yang terjadi. dilampaui atau disamai oleh debit aliran sungai atau curah hujan desain. koefisien pengaliran, perbandingan antara volume aliran permukaan yang terjadi dan volume curah hujan yang. turun di suatu DAS untuk selang waktu tertentu, BSN 2015 2 dari 31. SNI 1724 2015, Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www bsn go id dan tidak untuk di komersialkan.
muatan sedimen, material yang terangkut aliran yang secara mekanisme angkutnya meliputi muatan layang. dan muatan dasar, pemilik bangunan, instansi pemerintah badan hukum badan usaha organisasi atau perorangan yang. mempunyai hak milik secara sah menurut peraturan perundang undangan atas bangunan. perencanaan yang dimaksud dalam pedoman ini, kegiatan yang mencakup survei penyelidikan dan desain. tempat tempat wadah wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara. yang dibatasi pada kanan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan. tinggi curah hujan, tinggi genangan air dalam mm yang diukur dengan alat penakar hujan. 4 Sifat daerah aliran sungai, Dalam mendesain bangunan di sungai karakteristik DAS harus dipelajari sesuai dengan.
ketentuan yang diatur Karakteristik DAS seperti yang dimaksud meliputi keadaan topografi. vegetasi dan pengolahan lahan karakteristik geoteknik dan fisik tanah. 4 1 Keadaan topografi, Keadaan topografi akan mempengaruhi bentuk dan luas suatu DAS dan selanjutnya bentuk. dan luas DAS akan mempengaruhi karakteristik hidrograf debit dan muka air sungai. bersangkutan Dalam mendesain bangunan batas DAS perlu digambarkan berdasarkan. peta topografi atau peta ortofoto dengan skala minimal 1 100 000. 4 2 Penutup lahan, Keadaan penutup lahan lazimnya ditinjau dari keadaan vegetasi dan cara pengolahan lahan. yang diterapkan antara lain terasering serta bangunan bangunan yang mempunyai. pengaruh dominan terhadap laju aliran permukaan erosi dan sedimentasi. Tanah yang bervegetasi baik mempunyai potensi, a mengurangi kecepatan aliran permukaan. b meningkatkan daya infiltrasi, c melindungi tanah menyerap dan menahan air serta mengendapkan partikel tanah yang. terangkut dan, d memperkecil erosi, Vegetasi dan pengolahan lahan merupakan salah satu faktor penentu laju erosi Nilai faktor.
tersebut dapat diperkirakan berdasarkan rujukan empirik dan harus disetujui oleh instansi. yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pembinaan atas sungai. Dalam menetapkan nilai pengaruh penutup lahan dalam mendesain bangunan tertentu perlu. dipelajari distribusi dan luas setiap satuan penutup lahan. BSN 2015 3 dari 31, SNI 1724 2015, Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www bsn go id dan tidak untuk di komersialkan. 4 3 Sifat fisik tanah, Tekstur tanah adalah keadaan hubungan fisik antarbutir tanah Berdasarkan besar diameter. butir tanah jenis tanah diklasifikasikan sebagai berikut ASTM D 422 Method for particle. size analysis of soils lempung 0 02 mm lanau 0 02 0 mm 0 05 mm dan pasir 0 05. mm 2 00 mm, Struktur tanah adalah keadaan susunan butir tanah yang secara alamiah menghasilkan. suatu bentuk ikatan tertentu, Sifat struktur tanah harus diuraikan berdasarkan bentuk dan ukuran butir tanah serta derajat. Sifat fisik tanah sangat ditentukan oleh gabungan antara keadaan tekstur dan struktur tanah. antara lain sifat infiltrasi perkolasi dan erodibilitas. Sifat fisik tanah harus ditentukan berdasarkan pengujian di laboratorium atau di lapangan. 4 4 Koefisien aliran, Untuk mendesain bangunan utama di sungai menggunakan koefisien aliran harus.
ditentukan berdasarkan pengujian di daerah bersangkutan atau berdasarkan hasil analisis. Dalam hal tertentu untuk mendesain bangunan di sungai dengan risiko rendah koefisien. aliran dapat diperkirakan berdasarkan data tersedia yang dapat diandalkan dan telah. disetujui oleh instansi yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pembinaan atas. Sebagai gambaran nilai koefisien aliran dapat diambil dengan mengacu pada Tabel 1. Tabel 1 Koefisien aliran C dengan periode ulang 10 Tahun. Koefisien Koefisien, Jenis daerah Kondisi Permukaan. aliran aliran, Daerah Perdagangan Jalan Aspal, Kota 0 70 0 95 Aspal atau beton 0 75 0 95. Sekitar kota 0 50 0 70 Batu bata atau batako 0 70 0 85. Daerah Permukiman Atap Rumah 0 70 0 95, Satu rumah 0 30 0 50 Halaman berumput tanah berpasir. Banyak rumah terpisah 0 40 0 60 Datar 2 0 05 0 10, Banyak rumah rapat 0 60 0 75 Rata rata 27 7 0 10 0 15. Permukiman pinggiran kota 0 25 0 40 Curam 7 atau lebih 0 15 0 20. Apartemen 0 50 0 70 Halaman berumput tanah keras padat. Daerah Industri Datar 2 0 13 0 17, Ringan 0 50 0 80 Rata rata 2 7 0 18 0 22.
Padat 0 60 0 90 Curam 7 atau lebih 0 25 0 35, Lapangan kuburan 0 10 0 25. Halaman jalan kereta api 0 20 0 35, Daerah tidak terpelihara 0 10 0 30. Untuk periode ulang 25 tahun sampai dengan 100 tahun koefisien pengalinya adalah 1 1 dan. 1 25 serta hasilnya tidak lebih dari satu, 5 Curah hujan. Analisis hidrologi perlu dilakukan untuk mendapatkan data debit andalan dan debit desain. banjir dengan berbagai kala ulang Untuk melakukan analisis ini diperlukan data debit. BSN 2015 4 dari 31, SNI 1724 2015, Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional Copy standar ini dibuat untuk penayangan di www bsn go id dan tidak untuk di komersialkan. sungai dan data curah hujan Untuk mendapatkan debit andalan dan banjir rencana dapat. digunakan dua pendekatan yaitu sebagai berikut, a Pendekatan pertama bila tersedia data debit harian bulanan untuk periode 20 tahun.
debit andalan dapat ditentukan dengan membuat kurva durasi dari data tersebut Untuk. perhitungan besarnya banjir rencana diperlukan data observasi puncak puncak banjir. dengan periode 20 tahun atau lebih Selanjutnya dilakukan analisis frekuensi dari data. puncak puncak banjir observasi tersebut dengan menggunakan salah satu frekuensi. distribusi yang cocok dengan data data tersebut seperti Normal distribusi Log Normal. Gama Pearson Log Pearson dan Gumbel, b Pendekatan kedua untuk kondisi data debit observasi sangat minim diperlukan data. curah hujan yang mempunyai periode yang panjang Dengan menggunakan model. hubungan antara hujan debit dan kalibrasi dapat ditentukan parameter dari model. Parameter tersebut selanjutnya digunakan untuk menentukan hidrograf banjir rencana. dengan input besarnya hujan rencana yang dihitung dari analisis frekuensi hujan harian. maksimum pada daerah tersebut, 5 1 Intensitas hujan dan curah hujan rata rata. SNI 03 1731 1989 Pedoman keamanan bendungan SNI 03 2401 1991 Tata cara perencanaan bendung SNI 2415 Tata cara perhitungan debit banjir rencana SNI 2851 2015 Desain bangunan penahan sedimen SNI 03 3441 1994 Tata cara perencanaan teknik pelindung tebing sungai dari pasangan batu

Related Books

Analisis cluster pengorganisasian

Analisis cluster pengorganisasian

Dengan demikian ciri ciri suatu cluster yang baik yaitu mepunyai dalam program SPSS selanjutnya klik menu analyze dan pilih sub menu Descriptives Statistics lalu Descriptives Masukkan ke dalam kotak VARIABLES seluruh variabel instrumen penilai yaitu variabel jumlah pendapatan jumlah pinjaman jumlah dana hibah jumlah konsumsi dan jumlah penduduk dalam hal ini variabel kota

An Implementation of Compact Genetic Algorithm on a

An Implementation of Compact Genetic Algorithm on a

attempts between quantum and genetic algorithms For example Quantum Genetic Optimization Algorithm 3 has introduced an optimization of classical genetic algorithm using the principles of quantum search which provided a significant speed up on each genetic step There are many variations of genetic algorithms The compact genetic algorithm

An Introduction to Quantum Algorithms

An Introduction to Quantum Algorithms

Shor s 1997 publication of a quantum algorithm for performing prime factorization of integers in essentially polynomial time 2 Shor s algorithm was a monumental discovery not only because it provides exponential speedup over the fastest classical algorithms but because a number of algorithms for public key cryptography including the commonly used RSA algorithm depend on the fact that

Lecture Notes on Quantum Algorithms

Lecture Notes on Quantum Algorithms

quantum algorithms for evaluating Boolean formulas InPart V we describe quantum algorithms for simulating the dynamics of quantum systems We also discuss an application of quantum simulation to an algorithm for linear systems InPart VI we discuss adiabatic quantum computing a general approach to solving optimization prob lems in a similar spirit to simulated annealing Related ideas

Use of Genetic Algorithm for Quantum Information

Use of Genetic Algorithm for Quantum Information

Use of Genetic Algorithm for Quantum Information Processing by NMR V S Manu and Anil Kumar Centre for quantum Information and Quantum Computing Department of Physics and NMR Research Centre Indian Institute of Science Bangalore 560012 The Genetic Algorithm John Holland Charles Darwin 1866 1809 1882 Genetic Algorithms are good at taking large potentially huge search spaces and

Quantum Genetic Algorithms for Computer Scientists

Quantum Genetic Algorithms for Computer Scientists

Quantum Genetic Algorithms for Computer Scientists Rafael Lahoz Beltra Department of Applied Mathematics Biomathematics Faculty of Biological Sciences Complutense University of Madrid Madrid 28040 Spain lahozraf ucm es Tel 34 91 394 5243 Academic Editor Prakash Panangaden Received 7 July 2016 Accepted 11 October 2016 Published 15 October 2016 Abstract Genetic algorithms GAs

Genetic Quantum Algorithm and its Application to

Genetic Quantum Algorithm and its Application to

Genetic Quantum Algorithm and its Application to Combinatorial Optimization Problem 0 7803 6375 2 00 10 00 02000 IEEE 1354 Kuk Hyun Han Dept of Electrical Engineering KAIST 373 1 Kusong dong Yusong gu Taejon 305 701 Republic of Korea kh han 9 vivaldi kais t ac kr Abstract This paper proposes a novel evolutionary computing method called a genetic quantum algorithm GQA GQA is

Genetic Quantum Algorithms viXra

Genetic Quantum Algorithms viXra

Genetic Quantum Algorithms In the new study the researchers demonstrated that genetic algorithms can identify gate designs for digital quantum simulations that outperform designs identified by standard optimization techniques resulting in the lowest levels of digital quantum errors achieved so far 14 Quantum physicists have long thought it possible to send a perfectly secure message using

E AY MEETS IMPACT Amazon Web Services

E AY MEETS IMPACT Amazon Web Services

DESIGN MEETS IMPACT STAND UP AND DESIGN 24 amp 25 MAY 2018 STADSSCHOUWBURG AMSTERDAM 2 E AY Design influences our lives more than we can imagine every choice a designer makes has an impact on society Over the years we ve provided a platform for designers who address major themes such as press freedom poverty emancipation and sustainability To us design means action Design can make

UNDP Timor Leste ELECTORAL PROJECT

UNDP Timor Leste ELECTORAL PROJECT

Design by Rochan Kadariya UNDP Electoral Project Timor Leste 2 As Election Day for the 2018 Parliamentary Elections is fast approaching the two EMBs in Timor Leste namely STAE and CNE have been organising and managing the electoral processes according to plan The increased capacity in technical knowledge and skills in the management of elections since the UN mission departed in 2012 was