11 Uji T-Books Pdf

11 UJI T
18 Feb 2020 | 47 views | 0 downloads | 29 Pages | 354.27 KB

Share Pdf : 11 Uji T

Download and Preview : 11 Uji T


Report CopyRight/DMCA Form For : 11 Uji T



Transcription

Dengan kata lain dari informasi sampel yang telah ada akan dilakukan. berbagai penggambaran dan kesimpulan terhadap isi populasi Kegiatan. tersebut dinamakan statistik induktif atau statistik inferensi. 11 1 STATISTIK INDUKTIF INFERENSI, Metode statistik inferensi dalam praktek cukup beragam dan salah satu. kriteria penting dalam pemilihan metode statistik yang akan digunakan. adalah melihat distribusi sebuah data Jika data yang diuji berdistribusi. normal atau mendekati distribusi normal maka selanjutnya dengan data data. tersebut bisa dilakukan berbagai inferensi atau pengambilan keputusan. dengan metode statistik parametrik, Namun jika terbukti data tidak berdistribusi normal atau jauh dari kriteria. distribusi normal maka metode parametrik tidak bisa digunakan untuk. kegiatan inferensi sebaiknya digunakan metode statistik nonparametrik. DISTRIBUSI,normal Tidak normal,STATISTIK STATISTIK. PARAMETRIK PARAMETRIK,Kegiatan inferensi bisa dibedakan menjadi. o Pengujian beda rata rata yang meliputi uji t dan uji F Anova. o Pengujian asosiasi hubungan dua variabel atau lebih alat uji yang. digunakan seperti Chi Square lihat bab sebelumnya korelasi dan. Nb untuk uji statistik nonparametrik kecuali Chi Square lihat CD KERJA. Bab ini akan membahas uji beda rata rata khususnya penggunaan uji t. Namun uji t hanyalah sebuah alat yang digunakan dalam kegiatan yang. disebut dengan uji hipotesis seperti akan dibahas berikut ini. 11 1 1 Uji Hipotesis, Salah satu kegiatan statistik induktif adalah menguji sebuah hipotesis.
dugaan sementara Dalam melakukan uji hipotesis ada banyak faktor yang. menentukan seperti apakah sampel yang diambil berjumlah banyak atau. hanya sedikit apakah standar deviasi populasi diketahui apakah varians. populasi diketahui metode parametrik apakah yang dipakai dan seterusnya. Berikut proses pengujian sebuah hipotesis,PROSEDUR UJI HIPOTESIS. A Menentukan H0 dan Hi,o H0 adalah NULL HYPOTHESIS. o Hi adalah ALTERNATIVE HYPOTHESIS, Pernyataan pada H0 dan Hi selalu berlawanan Sebagai contoh jika H0. menyatakan bahwa rata rata populasi Omset penjualan pedagang kain di. suatu pasar seperti contoh di atas adalah Rp20 juta per bulan maka Hi. menyatakan alternatifnya yaitu rata rata omset bukan Rp20 juta Omset. diduga bisa lebih dari Rp20 juta atau kurang dari Rp20 juta. B Menentukan Uji Prosedur Statistik yang digunakan apakah akan. digunakan uji t ANOVA uji z dan lainnya,C Menentukan statistik tabel. Nilai Statistik tabel nilai kritis biasanya dipengaruhi oleh. o Tingkat Kepercayaan,o Derajat Kebebasan df, Derajat kebebasan atau degree of fredom sangat bervariasi tergantung.
dari metode yang dipakai dan jumlah sampel yang diperoleh. o Jumlah sampel yang didapat, Derajat kebebasan atau degree of fredom sangat bervariasi tergantung dari. metode yang dipakai dan jumlah sampel yang diperoleh. D Menentukan statistik hitung, Nilai statistik hitung tergantung pada metode parametrik yang digunakan. Pada pengerjaan dengan SPSS nilai statistik hitung langsung ditampilkan. nilai akhirnya sedangkan proses perhitungannya sampai pada nilai akhir. tersebut tidak diperlihatkan termasuk angka angka statistik tabel Untuk. mengetahui proses perhitungan sampai dengan output tersebut bisa. dilakukan dengan cara manual atau dengan bantuan software spreadsheet. seperti Excel,E Mengambil keputusan, Keputusan terhadap hipotesis di atas ditentukan dengan membandingkan nilai. statistik hitung dengan nilai kritis statistik tabel. SPSS hanya memberikan informasi mengenai ringkasan data dan nilai. statistik hitung Sedangkan keputusan untuk menolak atau menerima sebuah. hipotesis tidak diberikan pada output SPSS Buku ini membantu untuk. melakukan prosedur statistik inferensi yang benar dan mengambil keputusan. yang tepat berdasarkan ouput SPSS, Salah satu langkah dari prosedur di atas adalah menentukan alat statistik yang. relevan apakah pada sebuah kasus akan diuji dengan uji t uji F ANOVA. atau yang lain Sebelum menjelaskan cara pengujian akan dibahas terlebih. dahulu cara memilih alat statistik yang relevan untuk statistik parametrik. 11 1 2 Berbagai Metode Statistik Parametrik, Berikut sistematika penggunaan metode metode statistik parametrik untuk.
diterapkan pada berbagai kasus,A INFERENSI TERHADAP SEBUAH RATA RATA POPULASI. Tujuan pengujian ini adalah ingin mengetahui apakah sebuah sampel berasal. dari sebuah populasi yang mempunyai rata rata mean yang sudah diketahui. Atau bisa juga dikatakan ingin menguji apakah rata rata sebuah sampel. sudah bisa mewakili populasinya Seperti jika diketahui rata rata berat badan. sekelompok orang di sebuah kota adalah 50 kilogram maka apakah bisa. disimpulkan bahwa rata rata berat badan semua orang di kota tersebut. sebagai populasi juga 50 kilogram, Pada inferensi ini perlu diperhatikan ukuran sampel apakah termasuk. sampel besar ataukah sampel kecil,o SAMPEL BESAR, Dalam kasus di mana jumlah sampel yang diambil cukup besar atau. varians populasi diketahui maka bisa dipakai rumus uji z. Yang dimaksud dengan Sampel besar sebenarnya tidak ada ketentuan. yang tepat batas besar kecilnya suatu sampel Namun sebagai sebuah. pedoman jumlah sampel di atas 30 sudah bisa dianggap sampel yang. besar sedangkan di bawahnya dianggap sampel kecil,o SAMPEL KECIL. Jika sampel kecil 30 dan varians populasi tidak diketahui metode. parametrik yang digunakan adalah uji t student,B INFERENSI TERHADAP DUA RATA RATA POPULASI.
Dalam inferensi dua populasi tujuan utama adalah ingin mengetahui apakah. ada perbedaan antara dua rata rata populasi Sebagai contoh ingin diketahui. apakah ada perbedaan antara rata rata berat badan semua orang di kota A. dengan rata rata berat badan semua orang di kota B Oleh karena tidak. mungkin atau sulit untuk menghitung semua berat badan orang di dua kota. tersebut maka akan diambil sampel sejumlah tertentu orang di kota A dan. kota B dari kedua sampel tersebut akan diuji dengan beberapa metode. Selain menguji dua rata rata populasi yang independen seperti contoh kota A. dan kota B inferensi dua rata rata juga dimungkinkan ada hubungan antara. kedua sampel yang disebut dengan sampel yang dependen satu dengan. lainnya Sebagai contoh penggunaan obat sebelum promosi dan sesudah. promosi nilai test sebelum diberi kursus dengan setelah diberi kursus dan. sebagainya,o SAMPEL BESAR, Metode yang digunakan adalah z test yang dimodifikasi. o SAMPEL KECIL,Metode yang digunakan adalah,i t test yang dimodifikasi. Di sini sampel bisa saling berhubungan dependen maupun. kedua sampel tidak ada hubungannya independen,C INFERENSI TERHADAP LEBIH DARI DUA RATA RATA. Untuk lebih dari dua populasi misal tiga jenis sampel empat jenis sampel. dan seterusnya dipakai analisis ANOVA yang bisa terdiri atas. o ANOVA satu faktor,o ANOVA dua faktor dengan replacement. o ANOVA dua faktor tanpa replacement,D INFERENSI UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA.
Inferensi ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang. signifikan antara dua variabel seperti apakah ada hubungan antara jumlah. gizi yang diserap tubuh dengan nilai ujian seseorang promosi suatu produk. dengan penjualan produk tersebut dan sebagainya, Beberapa alat statistik untuk mengetahui hubungan antarvariabel. o Hubungan antardua variabel menggunakan metode korelasi dan regresi. o Hubungan antara lebih dari dua variabel tiga empat dan seterusnya. menggunakan metode korelasi dan regresi berganda, Sistematika dan metode metode statistik di atas bersifat garis besar Dalam. bab bab selanjutnya sebagian diakses lewat CD KERJA akan dijelaskan. secara terperinci baik penggunaannya maupun penafsirannya. 11 1 3 Menu Statistik Inferensi dalam SPSS, SPSS menyediakan berbagai metode parametrik untuk melakukan inferensi. terhadap data statistik Oleh karena luasnya cakupan parametrik maka. inferensi dengan parametrik akan dibagi dalam beberapa menu pada SPSS. yaitu menu COMPARE MEANS GENERAL LINEAR MODEL GLM,CORRELATE dan REGRESSION. COMPARE MEANS,Pembahasan pada COMPARE MEANS meliputi.
Bagian ini membahas hal yang sama pada statistik deskriptif dengan. penyajian subgrup dan ditambah dengan uji linearitas. Bagian ini meliputi,o Uji t satu sampel ONE SAMPLE T TEST. o Uji t untuk dua sampel independen INDEPENDENT SAMPLES. o Uji t untuk dua sampel berpasangan PAIRED SAMPLES. ONE WAY ANOVA, Jika uji t untuk dua sampel maka ANOVA digunakan untuk menguji. lebih dari dua sampel,GENERAL LINEAR MODEL, GLM merupakan kelanjutan dari ANOVA di mana pada GLM dibahas satu. variabel dependen namun mempunyai satu atau lebih faktor. Membahas uji hubungan antara dua variabel,REGRESSION. Membahas pembuatan model regresi untuk menggambarkan hubungan dua. variabel atau lebih, Selain menu menu di atas ada pula sejumlah menu yang membahas berbagai.
alat statistik multivariat seperti analisis faktor analisis diskriminan dan. sebagainya, Tidak semua menu tersebut akan dibahas pada buku ini Bab ini akan. membahas penggunaan uji t dan means dengan masing masing pembahasan. akan disertai kasus dan penyelesaiannya Beberapa menu lain akan dibahas. pada bab bab di belakang,11 2 ONE SAMPLE t TEST, Pengujian satu sampel pada prinsipnya ingin menguji apakah suatu nilai. tertentu yang diberikan sebagai pembanding berbeda secara nyata ataukah. tidak dengan rata rata sebuah sampel Nilai tertentu di sini pada umumnya. adalah sebuah nilai parameter untuk mengukur suatu populasi. Sebagai contoh selama ini diduga rata rata konsumsi sabun pada rumah. tangga di desa Telogo Sari adalah 3 batang per bulan Jika seluruh penduduk. Telogo Sari dianggap populasi maka angka tersebut adalah suatu parameter. Kemudian akan dibuktikan secara statistik apakah konsumsi tersebut. memang benar demikian Untuk itu diambil sejumlah sampel yakni sejumlah. penduduk Telogo Sari yang dipilih dengan metode sampling tertentu dan. pada sampel tersebut dihitung rata rata penggunaan sabun mandi selama. sebulan Kemudian dilakukan proses pembandingan yang disebut sebagai uji. satu sampel one sample test Penggunaan uji t karena jumlah sampel yang. diambil pada uji semacam itu di bawah 30 buah, Sekarang akan diberikan contoh kasus untuk menjelaskan proses uji t. Kasus menggunakan data berat badan konsumen yang meminum obat. penurun berat badan, Sebagai contoh dibuat dugaan bahwa populasi rata rata berat sebelum. minum obat adalah 84 51 kilogram Untuk membuktikan hal tersebut. sekelompok anak muda ditimbang dan mereka mempunyai rata rata berat. badan 90 kilogram Dengan data di atas apakah dapat disimpulkan bahwa. berat populasi rata rata memang 84 51 kilogram,Penyelesaian.
Kasus di atas terdiri atas satu sampel yang akan dipakai dengan nilai populasi. hipotesis yaitu 90 kg Di sini populasi diketahui berdistribusi normal dan. karena sampel sedikit dipakai uji t untuk dua sampel yang berpasangan. 1 Pemasukan Data ke SPSS, Langkah langkah pemasukan data sama dengan pembahasan terdahulu. Jika data sudah diinput lakukan tahap pengolahan data. 2 Pengolahan Data dengan SPSS,Langkah langkah,o Buka lembar file uji t paired. o Menu Analyze Compare Means One Sample T test, Klik mouse pada pilihan tersebut maka tampak di layar. Gambar 11 1 Kotak Dialog One Sample t test, Test Variable s atau Variabel yang akan diuji Masukkan. variabel sebelum, Test Value atau nilai yang akan diuji karena akan diuji nilai.
hipotesis 90kg maka ketik 90, Oleh karena tidak ada data missing hilang dan tingkat kepercayaan. tetap 95 abaikan pengisian pilihan OPTIONS,Kemudian tekan OK untuk proses data. Output SPSS dan Analisis,Output Bagian Pertama Group Statistics. One Sample Statistics,Std Std Error,N Mean Deviation Mean. SEBELUM 10 84 5100 6 6393 2 0995, Pada bagian pertama terlihat ringkasan statistik dari variabel SEBELUM.
Untuk berat badan sebelum minum obat konsumen mempunyai berat rata. rata 84 5100 kilogram,Output Bagian Kedua One Sample Test. One Sample Test,Test Value 90,95 Confidence,Sig Mean Interval of the Difference. t df 2 tailed Difference Lower Upper,SEBELUM 2 615 9 028 5 4900 10 2395 7405. Hipotesis untuk kasus ini, Ho Berat kelompok anak muda tidak berbeda dengan rata rata berat. Hi Berat kelompok anak muda berbeda dengan rata rata berat populasi. Pengambilan Keputusan,Dasar Pengambilan Keputusan,a Berdasar perbandingan t hitung dengan t tabel.
o Jika Statistik Hitung angka t output Statistik Tabel tabel t. maka Ho ditolak, o Jika Statistik Hitung angka t output Statistik Tabel tabel t. maka Ho diterima,t hitung dari output adalah 2 615. Untuk statistik tabel bisa dihitung pada tabel t, o Tingkat signifikansi adalah 5 untuk uji dua sisi menjadi. o df atau derajat kebebasan adalah n 1 atau jumlah data 1. sehingga df adalah 10 1 9, o Uji dilakukan DUA SISI karena akan diketahui apakah rata rata. SEBELUM sama dengan BERAT ANAK MUDA ataukah, tidak Jadi bisa lebih besar atau lebih kecil karenanya dipakai.
uji dua sisi,Dari tabel t didapat t 0 025 9 adalah 2 262. Ho ditolak Ho diterima Ho ditolak,2 615 2 262 2 262. Oleh karena t hitung terletak pada daerah Ho ditolak maka bisa. disimpulkan rata rata berat badan kelompok anak muda tersebut memang. berbeda dengan rata rata berat badan populasi,b Berdasar nilai Probabilitas untuk uji DUA SISI. o Jika probabilitas 2 0 025 maka Ho diterima,o Jika probabilitas 2 0 025 maka Ho ditolak. Terlihat bahwa t hitung adalah 2 615 dengan probabilitas 0 028. Angka probabilitas menjadi 0 028 2 0 014 Oleh karena 0 014. 0 025 maka Ho ditolak atau berat rata rata populasi sebelum. minum obat bukanlah 84 15 kilogram,Nb simpan output di atas dengan nama uji t one.
11 3 INDEPENDENT SAMPLE t TEST, Jika pada pembahasan sebelumnya diuraikan uji satu sampel maka sekarang. uji akan diperluas dengan dua sampel Pada prinsipnya tujuan uji dua sampel. adalah ingin mengetahui apakah ada perbedaan rata rata mean antara dua. populasi dengan melihat rata rata dua sampelnya, Sebagai contoh diduga ada perbedaan antara orang di desa dengan orang di. kota dalam hal lamanya mereka menonton televisi setiap harinya Mungkin. orang desa lebih banyak menghabiskan waktu dengan menonton televisi. daripada orang kota Untuk menguji hal tersebut tentu tidak bisa semua. orang desa dan orang kota diobservasi karena akan memakan biaya dan. waktu Alternatif terbaik adalah mengambil sampel di kedua kelompok. tersebut dan dari data dua sampel tersebut akan ditarik kesimpulan untuk. populasi semua orang kota dan orang desa, Perhatikan kata independen atau bebas yang berarti tidak ada hubungan. antara dua sampel yang akan diuji Dalam contoh jelas orang kota akan. berbeda dengan orang desa atau tidak mungkin seseorang secara sekaligus. menjadi orang desa dan orang kota contoh yang lain jenis kelamin. seseorang juga variabel yang independen karena tidak bisa seseorang. menjadi pria dan wanita sekaligus Hal ini berbeda dengan uji berpasangan. di mana justru satu kasus diobservasi lebih dari sekali dalam uji independen. satu kasus hanya didata sekali saja, Berikut akan dijelaskan proses pengujian sampel independen menggunakan. Seorang peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaan antara Tinggi dan. Berat badan seorang pria dan seorang wanita Untuk itu 7 pria dan 7 wanita. masing masing diukur tinggi dan berat badannya, Berikut hasilnya angka dalam centimeter untuk Tinggi dan kilogram untuk.
Tinggi Berat Gender,1 174 5 65 8 Pria,2 178 6 62 7 Pria. 3 170 8 66 4 Pria,4 168 2 68 9 Pria,5 159 7 67 8 Pria. 6 167 8 67 8 Pria,7 165 5 65 8 Pria,8 154 7 48 7 Wanita. 9 152 7 45 7 Wanita,10 155 8 46 2 Wanita,11 154 8 43 8 Wanita. 12 157 8 58 1 Wanita,13 156 7 54 7 Wanita,14 154 7 49 7 Wanita.
Nb pada baris 1 seorang pria dengan Tinggi Badan 174 5 cm dan Berat. Badan 65 8 kilogram Demikian untuk data yang lain, PERHATIKAN PENYUSUNAN DATA DI SPSS BUKAN SEPERTI INI. Pria Wanita,1 174 5 154 7,2 178 6 152 7,3 170 8 155 8. 4 168 2 154 8,5 159 7 157 8,6 167 8 156 7,7 165 5 154 7. Inputing data Tinggi Badan dengan membuat variabel PRIA dan WANITA. justru salah Variabel gender harus dikodekan dalam inputing data. Penyusunan data yang benar adalah seperti contoh di atas di mana ada tiga. kolom dengan variabel gender dikode dengan angka 1 dan 2. Penyelesaian, Kasus di atas terdiri atas dua sampel yang bebas satu dengan yang lain yaitu. sampel bergender pria tentu berbeda dengan sampel bergender wanita Di sini. populasi diketahui berdistribusi normal dan karena sampel sedikit dipakai. uji t untuk dua sampel,1 Pemasukan Data ke SPSS,Pemasukan Data ke SPSS secara ringkas.
o Dari menu utama File pilih menu New lalu klik mouse pada Data. Kemudian klik mouse pada sheet tab Variable View,Pengisian variabel TINGGI. Name Sesuai kasus ketik tinggi,Width Untuk keseragaman ketik 8. Decimals Untuk keseragaman ketik 1,Pengisian variabel BERAT. Name Sesuai kasus ketik berat,Width Untuk keseragaman ketik 8. Decimals Untuk keseragaman ketik 1,Pengisian variabel GENDER.
Name Sesuai kasus ketik gender,Width Untuk keseragaman ketik 1. Decimals Ketik 0, Label Untuk keseragaman klik ganda pada sel tersebut dan. ketik gender konsumen, Values Pilihan ini untuk proses pemberian kode dengan isian. KODE LABEL, Setelah selesai klik OK untuk kembali ke kotak dialog utama. Setelah variabel telah didefinisikan tekan CTRL T untuk kembali. ke DATA VIEW hingga pengisian data berikut dimungkinkan. 2 Mengisi Data, Input data ke dalam SPSS DATA EDITOR untuk tinggi badan berat badan.
dan gender untuk gender masukkan angka sesuai kode gender yang telah. dibuat sebelumnya Jika pengisian benar maka terlihat data seperti pada awal. Kasus Simpan data dengan nama uji t 1,3 Pengolahan Data dengan SPSS. Langkah langkah,o Buka lembar file uji t 1, o Menu Analyze Compare Means Independent Samples T. test Tampak di layar, Gambar 11 2 Kotak Dialog Independent Sample t test. Test Variable s masukkan variabel tinggi kemudian masukkan. juga variabel berat, Grouping Variable atau variabel grup Oleh karena variabel. pengelompokkan ada pada variabel gender maka masukkan. variabel gender,Pengisian grup,Klik mouse pada Define Group Tampak di layar.
Gambar 11 3 Kotak Dialog Define Groups, Untuk Group1 isi dengan 1 yang berarti Grup 1 berisi tanda 1. Untuk Group2 isi dengan 2 yang berarti Grup 2 berisi tanda 2. atau wanita, Setelah pengisian selesai tekan Continue untuk kembali ke menu. sebelumnya, Kemudian tekan OK untuk mengakhiri pengisian prosedur analisis dan. memulai proses data,Output SPSS dan Analisis,Simpan output dengan nama uji t independen. Output Bagian Pertama Group Statistics,Group Statistics.
gender konsumen N Mean Std Deviation Mean,TINGGI pria 7 169 300 6 135 2 319. wanita 7 155 314 1 643 621,BERAT pria 7 66 457 2 023 765.


Related Books

BAB II TINJAUAN PUSTAKA MENGENAI TANGGUNG JAWAB ...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA MENGENAI TANGGUNG JAWAB

31 BAB II TINJAUAN PUSTAKA MENGENAI TANGGUNG JAWAB, MALPRAKTIK, PRAKTEK KEDOKTERAN DAN HUKUM KESEHATAN A. Tanggung Jawab Dokter 1. Dokter Sebagai Tenaga Kesehatan Profesional

Safety Data Sheet (SDS) Section 1: Identification Section ...

Safety Data Sheet SDS Section 1 Identification Section

6(b) Methods and materials for containment and clean up: Dry material should be removed by vacuuming or wet sweeping methods to prevent spreading of dust. Avoid using compressed air. Do not release into sewers or waterways. Collect material in appropriate, labeled containers for

The Return

The Return

Players will need to purchase the World of Darkness core book in order to play Demon: The Return. In fact, it is recommended that players purchase other World of Darkness books for referencing, as the game references other books as well.

The Fatty Liver Solution: A Holistic Approach to a ...

The Fatty Liver Solution A Holistic Approach to a

The Fatty Liver Solution: A Holistic Ap proach to a Healthier Liver 3 Phase 1: Major Detoxification Underway ..... 37 Review of Essential Nutrients ..... 38

Bayerische Motoren Werke Aktiengesellschaft BMW AG Series ...

Bayerische Motoren Werke Aktiengesellschaft BMW AG Series

Bayerische Motoren Werke Aktiengesellschaft BMW AG BMW AG, Munich, Germany ... E36 (316i, 318i, 318is, 320i, 323i, 328i, M3, 318tds, ... 0670.1 Fuse chart

Holiday Greetings 2011 - Washington State University

Holiday Greetings 2011 Washington State University

Holiday Greetings 2011 Contact us: Washington State University School of Economic Sciences PO Box 646210 Pullman, WA 99164-6210 Phone: 509-335-5555 | Fax: 509-335-1173 econs@wsu.edu | cahnrs-cms.wsu.edu/ses/ Happy holidays from the School of Economic Sciences! We wish you a wonderful holiday season full of joyous family and friends.

BMW - electrical systems - WIRING DIAGRAM

BMW electrical systems WIRING DIAGRAM

BMW - electrical systems - WIRING DIAGRAM ... 2. Fuse- overnight, tail and parking lights 3. Fuse - horns, wash/wipe control unit and headlight cleaners 4.

INTEGRATED TECHNICAL COOPERATION PROGRAMME: ANNUAL REPORT ...

INTEGRATED TECHNICAL COOPERATION PROGRAMME ANNUAL REPORT

TC 68/3/Add.1 Annex 2, page 1 I:\TC\68\TC 68-3 Add 1.docx ANNEX 2 INTEGRATED TECHNICAL COOPERATION PROGRAMME Annual Report for 2017 Overview of financial resource delivery

WHAT MAKES A HERO

WHAT MAKES A HERO

circumstances. Meanwhile, What Can(t) Wait offers a very different example of everyday fortitude and strength. They also reveal how people can (intentionally or not) limit and hurt even their own loved ones when they are unable to look beyond preconceived notions, social expectations, and/or their own personal struggles.

Sintering and Grain Growth - Springer

Sintering and Grain Growth Springer

24 Sintering and Grain Growth CHAPTER PREVIEW Sintering is the process of transforming a powder into a solid body using heat. Why a whole chapteronsintering ...

abstract - Associazione di Psicologia Cognitiva

abstract Associazione di Psicologia Cognitiva

multiphasic personality Inventory (mmpI-2), the Yale-brown obsessive compulsive scale (Y-bocs) and the padua Inventory revised (pI-r). subjective symptoms assessment and clinical interviews were performed in combination with the evaluation of these tests in 121 patients with ocd. as control groups, we selected 1) a group of depressed